Khutbah Jum’at: Rahasia Umur 40 Tahun Dalam Islam

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

Umur 40 tahun Dalam Al Quran

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al Quran menyebutkan secara khusus umur 40 tahun. Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [Al-Ahqaf: 15]

Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan secara spesifik usia 40 tahun. Penyebutan secara eksplisit semacam ini jelas bukan tanpa hikmah sama sekali. Allah Maha Tinggi dari berfirman tanpa ada hikmah dalam firman-Nya.

Bila seorang yang berilmu tinggi, mendalam dan luas saja bila menyampaikan sesuatu yang sangat penting pasti memiliki sekian pertimbangan dalam pilihan kata dan susunan kalimat yang digunakan, apalagi Allah Subahnahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu.

Oleh karenanya, pasti ada hikmah di dalam kandungan ayat yang menyebutkan umur 40 tahun secara spesifik semacam ini. untuk menyingkap hikmah yang terkandung di dalamnya.

Maka hal pertama yang mesti kita lakukan adalah membaca tafsir dari ayat tersebut. Sebab para ahli tafsir adalah orang yang paling layak di rujuk saat ingin memahami makna yang terkandung dalam suatu ayat.

Tafsir Ayat Umur 40 Tahun

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Saat menjelaskan ayat ini, Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan,

  1. Tafsir Al Qurthubi

وقال القرطبي رحمه الله:

” ذَكَرَ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّ مَنْ بَلَغَ أَرْبَعِينَ فَقَدْ آنَ لَهُ أَنْ يَعْلَمَ مِقْدَارَ نِعَمِ اللَّهِ عَلَيْهِ وَعَلَى وَالِدَيْهِ، وَيَشْكُرَهَا، قَالَ مَالِكٌ: أَدْرَكْتُ أَهْلَ الْعِلْمِ بِبَلَدِنَا، وَهُمْ يَطْلُبُونَ الدُّنْيَا وَيُخَالِطُونَ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ لِأَحَدِهِمْ أَرْبَعُونَ سَنَةً، فَإِذَا أَتَتْ عَلَيْهِمُ اعْتَزَلُوا النَّاسَ ” انتهى من “تفسير القرطبي” (7/ 276)

”Allah ‘azza wa Jalla menyebutkan bahwa siapa yang telah mencapai usia 40 tahun maka benar-benar telah tiba masanya bagi dirinya untuk mengetahui kadar nikmat-nikmat Allah kepada dirinya dan kepada kedua orang tuanya, dan mensyukurinya.

Imam Malik berkata, ”Aku mendapati para ahli ilmu di negeri kita, mereka mencari dunia dan berinteraksi dengan orang banyak. Hingga salah satu dari mereka mencapai usia 40 tahun. Saat mereka berusia 40 tahun mereka menjauhi orang banyak.” [Tafsir Al-Qurthubi: 7/276]

  1. Tafsir Ibnu Katsir

Sedangkan Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya, yaitu Tafsir Al-Quranul ‘Azhim:

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً

Sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun..”

Manusia telah menjadi kuat, muda, dan dewasa. Saat dia mencapai umur empat puluh, akalnya telah mencapai puncaknya, pemahaman dan sifat santunnya telah sempurna. Ada yang mengatakan bahwa ketika seseorang telah mencapai empat puluh tahun, biasanya apa yang telah ada padanya tidak berubah.

Al-Qasim bin Abdirrahman berkata kepada Masruq, ”Kapan seseorang dihukum karena dosa-dosanya?’ Dia menjawab, ‘Ketika mencapai empat puluh tahun. Karena itu, waspadalah.”

قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ

Dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku.”

Saat manusia mencapai usia empat puluh tahun, dia memohon kepada Allah agar memberinya ilham untuk bisa mensyukuri nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, juga kepada kedua orangtuanya.

وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ

dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai.”

Wahai Tuhanku, ilhamilah aku agar bisa beramal shalih yang Engkau ridhai di waktu yang akan datang.

وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku..”

Berilah kebaikan untukku pada keturunan dan penerusku.

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang Muslim.”

Di sini ada petunjuk bagi orang yang sudah mencapai usia empat puluh agar memperbarui taubat, kembali kepada Allah, dan bertekad bulat untuk itu. Demikian penjelasan yang diberikan oleh Imam Ibnu Katsir.

Baca juga Khutbah Jum’at: Sebab Su’ul Khatimah

Rahasia Umur 40 Tahun

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Studi dan penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa ayat mulia tersebut menetapkan usia empat puluh tahun sebagai usia kematangan mental dan pemikiran seseorang.

Dalam sebuah artikel berjudul Brain is not fully mature until 30s and 40s (Otak tidak sepenuhnya matang hingga berusia 30 an dan 40 an) di website medicalxpress.com (22 desember 2010) disebutkan bahwa penelitian baru dari Inggris menunjukkan otak terus berkembang setelah masa kanak-kanak dan pubertas, dan tidak sepenuhnya berkembang sampai orang mencapai usia 30-an dan 40-an. Penemuan ini bertentangan dengan teori terkini bahwa otak menjadi matang jauh lebih awal.

Profesor Sarah-Jayne Blakemore, seorang ahli saraf dari Institute of Cognitive Neuroscience di University College London, mengatakan, ’Sampai sekitar satu dekade lalu banyak ilmuwan telah “berasumsi bahwa otak manusia berhenti berkembang pada masa kanak-kanak,” tetapi penelitian terbaru menemukan bahwa banyak daerah otak terus berkembang untuk waktu yang lama setelahnya.’

Prefrontal cortext (Korteks prefrontal) adalah wilayah di depan otak tepat di belakang dahi, dan merupakan area otak yang mengalami periode perkembangan terlama.

Ini adalah area penting di otak untuk fungsi kognitif tinggi seperti perencanaan dan pengambilan keputusan, dan juga area kunci untuk perilaku sosial, kesadaran sosial, empati dan pemahaman serta interaksi dengan orang lain, dan berbagai ciri kepribadian.

Prof Blakemore mengatakan korteks prefrontal “adalah bagian otak yang menjadikan kita manusia,” karena ada hubungan yang kuat antara area otak ini dan kepribadian seseorang.

Prof Blakemore mengatakan pemindaian otak menunjukkan korteks prefrontal terus berubah bentuk saat orang mencapai usia 30-an hingga akhir 40-an. Dia mengatakan wilayah itu mulai berubah pada masa kanak-kanak dan kemudian ditata kembali pada akhir masa remaja tetapi terus berubah setelah itu.

Penelitian ini dapat menjelaskan mengapa orang dewasa kadang-kadang berperilaku seperti remaja, merajuk atau mengamuk jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan mengapa beberapa orang tetap tidak nyaman secara sosial sampai mereka mencapai usia remaja.

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Dr. Sayyid Quthb saat menjelaskan makna dari ayat

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً

Sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun..”

Dalam Tafsir Fi zhilalil Quran Sayyid Quthb berkata, ”Kedewasaan dicapai pada usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Usia 40 merupakan puncak kematangan dan kedewasaan. Pada usia ini sempurnalah segala potensi dan kekuatan, sehingga manusia memiliki kesiapan untuk merenung dan berfikir secara tenang dan sempurna. Pada usia ini, fitrah yang lurus lagi sehat mengacu pada apa yang ada di balik kehidupan dan sesudahnya; mulai merenungkan tempat kembali dan akhirat.”

Nabi Muhammad ﷺ memikul beban risalah setelah usia 40 tahun

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kebanyakan kaum Muslimin tidak memperhatikan persoalan penting terkait dengan kebesaran makhluk yang paling mulia dan penutup para rasul, Muhammad ﷺ .

Pada usia di saat seseorang bersiap untuk beristirahat, hidup tenang dan santai, Nabi Muhammad ﷺ justru menanggung kesulitan diutus sebagai nabi dan membangun umat yang merupakan umat terbaik yang pernah ditampilkan untuk umat manusia.

Ini berarti menanggung beratnya wahyu, payahnya menyampaikan wahyu, sulitnya disakiti, derita boikot, kemudian hijrah dari tanah airnya, lalu kesulitan dan tanggung jawab mendirikan negara Islam, lalu melaksanakan jihad di jalan Allah dan menghadapi orang-orang kafir di berbagai penjuru, baik orang-orang kafir Quraisy, Yahudi, maupun Romawi.

Juga menanggung derita akibat ulah orang-orang munafik dan menanggung semua kekhawatiran seluruh sahabatnya. Jadi beliau adalah seorang guru, ayah, saudara, dan dada yang penuh kasih kepada semua orang. Semoga shawalat dan salam selalu terlimpah untuknya dan keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak beliau hingga hari kiamat.

Baca juga Khutbah Jum’at: Kalau Seandainya Mayat Bisa Hidup Lagi

Amalan Setelah Umur 40 Tahun

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Bagi orang yang sudah mencapai umur 40 tahun ada sejumlah perkara yang selayaknya dilakukan untuk kemaslahatan dirinya.

Menurut Dr. Muhammad Musa Asy-Syarif- dalam bukunya Jaddid Hayaatak – hal-hal yang semestinya dilakukan oleh orang yang sudah mencapai umur 40 tahun sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi menyeluruh

Muhasabah atau evaluasi menyeluruh ini bisa dilakukan dengan cara menjawab 3 pertanyaan.

Yaitu; apa yang sudah kupersembahkan dalam perjalanan hidupku selama ini, apa yang akan kulakukan pada hari ini dan kemudian apa yang akan kulakukan di hari-hari mendatang.

Bila ini dilakukan secara jujur, teliti dan sungguh-sungguh maka akan bisa menjadi alat evaluasi yang menyeluruh. Dan hasil evaluasi itu akan memberikan maslahat yang banyak bagi dirinya untuk memperbaiki kehidupannya di sisa umurnya.

2. Menjadi Muslim Bermanfaat

Seorang muslim di umur 40 tahun, perlu befikir secara serius untuk meninggalkan jejak kuat yang bermanfaat bagi orang lain sebelum berpisah dengan dunia ini. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat.

3. Mewariskan ilmu, keahlian dan pengalaman kepada generasi sesudahnya.

Untuk mempercepat pengkaderan generasi muda islam, maka perlu regenerasi dengan mewariskan ilmu, keahlian, dan pengalaman kepada generasi sesudahnya.

Dengan begitu, kebangkitan Umat Islam akan segera terwujud. Tanpa perlu mengulangi kesalahan yang sudah dilalui oleh para pendahlunya, mereka segera menemukan cara terbaik untuk mengangkat izzah islam wal muslimin.

4. Melakukan pembaruan (tajdid) di berbagai aspek kehidupan

Aspek-aspek kehidupan yang perlu diperbarui dalam artian dilakukan berbagai perbaikan adalah

  1. Pembaruan iman

Di antaranya dengan melakukan qiyamul lail, bangun setengah jam sebelum shubuh, shiyam sunnah dan taubat.

  1. Pembaruan akhlak

Ini dilakukan dengan cara memperbaiki perilaku yang tidak baik dan berusaha keras untuk mengubahnya.

  1. Pembaruan dakwah

Bagi yang belum pernah terlibat dalam dunia dakwah maka perlu mencoba untuk mulai terjun di dalamnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Berdakwah bukan hanya berceramah.

Banyak media dan cara bisa dilakukan bahkan oleh orang yang tidak memiliki kemampuan ilmu agama yang mumpuni, yaitu dengan menjadi donatur bagi yang punya dana, atau mencarikan dana untuk dakwah dan dai atau menjadi panitia penyelenggara, atau peran apa pun yang bisa dilakukan dalam kerangka dakwah Islam.

  1. Pembaruan intelektualitas

Dalam hal ini adalah upaya-upaya untuk meningkatkan wawasan seseorang. Di antara yang bisa dilakukan adalah dengan:

  • Menghafal Al-Quran semaksimal kemampuannya
  • Senantiasa menghadiri halaqah ilmu atau kajian keislaman.
  • Banyak membaca
  • Belajar lagi di lembaga pendidikan resmi dan lain-lain.
  1. Pembaruan keluarga
  • Dengan melakukan segala upaya yang bisa meningkatkan keharmonisan berkeluarga dan menjauhkan sejauh mungkin segala hal yang bisa merusak keharmonisan keluarga. Ini dibutuhkan kerjasama yang baik antara suami dan istri. Tidak bisa berjalan secara sepihak.
  • Yang harus selalu diingat, setan akan berusaha keras untuk bisa memisahkan antara seorang suami dengan istrinya. Usia 40 tahun bukan berarti sudah aman dari godaan setan tersebut. Justru terkadang pada usia semacam ini godaan setan semakin menguat dengan berbagai macam tipu daya untuk merusak hubungan antara suami dan istri.
  1. Pembaruan kesehatan

Hal ini bisa dilakukan dengan cara senantiasa melakukan olahraga yang sesuai untuk usia 40 tahun ke atas untuk menjaga kebugaran tubuh dan menjaga stamina. Selain itu juga dengan menjaga gaya hidup sehat, dan pola makan yang sehat.

Semua ini akan membantu seseorang untuk tetap dalam keadaan sehat, kuat dan bugar, jauh dari penyakit berbahaya dan membantu memudahkan pelaksanaan berbagai ibadah dengan ringan dan nyaman.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَ اْلشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ.

Umur Umat Nabi Antara 60 Hingga 70 Tahun

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun dan mereka yang melebihi itu sangat sedikit.” [Hadits Riwayat At- Tirmidzi, no. 3550; Ibnu Majah, no. 4236]

Hadits tersebut menjadi warning bagi kita yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas agar lebih fokus untuk memperbaiki diri sendiri teruatam dalam urusan perbaikan kualitas iman dan akhlak.

Karena iman yang benar dan kuat serta akhlak yang baik merupakan harga mati untuk mendapatkan istiqamah di atas Iman dan islam.

Sedangkan untuk mendapatkan husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik maka pintunya hanyalah sikap istiqamah di atas iman dan Islam serta akhlak yang mulia.

Untuk itu, hendaklah kita benar-benar lebih serius dalam mencermati apa yang kita lakukan hari demi hari di sisa usia yang ada, meski kita tidak pernah tahu apakah akan sampai ke usia yang rasulullah sebutkan tadi atau bahkan lebih dari itu.

Tugas kita adalah senantiasa istiqamah di atas al haq, iman dan Islam, terus menerus memperbaiki akhlak dan memperbanyak bekal ke akhirat dengan berbagai amal kebaikan.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semuanya kemudahan dan kemampuan untuk melakukannya.

Doa Penutup

Mari kita akhiri khutbah Jumat ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Download Khutbah Tentang Umur 40 Tahun

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
Khutbah Jum’at PDF
Khutbah Tentang Kematian
Waktu Terbaik Bersedekah

error: Content is protected !!