Khutbah Jumat: Keutamaan Sedekah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

Ayat Al Quran Tentang Sedekah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sedekah merupakan salah satu amal shaleh yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sangat banyak keutamaannya. Oleh karenanya, Allah mendorong pengamalannya dalam banyak ayat dalam al-Quran.

Demikian pula dengan Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ memerintahkan kaum muslimin seluruhnya untuk mengamalkan sedekah dan jangan meninggalkannya.

Di antara ayat yang berbicara tentang sedekah adalah sebagai berikut

  1. Al Baqarah 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta;

dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

  1. Al-Baqarah: 215

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”

  1. Ali Imran: 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Dan masih banyak lagi ayat yang menerangkan dan menghasung untuk bersedekah. Ini hanyalah sekedar contoh saja.

Baca juga Khutbah Jum’at: Harapan Mayit Sholih Kalau Hidup Lagi

Hadits tentang keutamaan sedekah

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Untuk hadits-hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk bersedekah dan menjelaskan keutamaannya juga sangatlah banyak. Di antaranya adalah:

  1. Hadits dari Abi Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ

Dari Abu Mas’ud dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, ”Apabila seseorang memberi nafkah kepada keluarganya karena mengharap pahala maka hal itu baginya merupakan sedekah.” [Shahih Al-Bukhari (53)]

  1. Hadits Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَسَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ بَيْنَ اللَّهِ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ ثُمَّ يَنْظُرُ فَلَا يَرَى شَيْئًا قُدَّامَهُ ثُمَّ يَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَتَسْتَقْبِلُهُ النَّارُ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَّقِيَ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Dari ‘Adi bin Hatim dia berkata, Nabi ﷺ bersabda, ”Tidak seorang pun dari kalian kecuali Allah akan mengajaknya bicara pada hari kiamat, tidak ada penerjemah antara dia dan Allah. Lalu dia memperhatikan namun ia tidak melihat apa pun di hadapannya, lantas ia melihat depannya, ternyata neraka mengarah kepadanya. Maka siapa di antara kalian mampu, jagalah dari neraka sekalipun hanya dengan sepotong kurma.” [Hadits riwayat Al-Bukhari, shahih al-Bukhari (6058)]

Keutamaan Sedekah Dalam Islam

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sedekah dalam Islam itu memiliki keutamaan yang sangat banyak dan besar. Di antara keutamaan sedekah adalah sebagai berikut:

  1. Sedekah itu memadamkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,

صِلَةُ الرَّحِمِ تَزيدُ في العُمْرِ ، و صَدَقةُ السِّرِّ تُطفِئُ غضبَ الرَّبِّ

Silaturahim itu akan memanjangkan usia dan sedekah yang dilakukan secara rahasia akan memadamkan kemurkaan Allah.” [Hadits shahih riwayat Ibnu Syahin At-Targhib fi Fadhailil A’mal (386). Lihat Shahih Targhib no. 3766]

  1. Sedekah itu menghapus kesalahan.

Ini sebagaimana dalam sabda Nabi ﷺ,

و الصدقةُ تُطفِئُ الخطيئةَ كما يُطفئُ الماءُ النارَ » [صحيح الترغيب]

Sedekah itu akan menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” [Hadits shahih riwayat Ahmad (15284) dan Abu Ya’ala (1999) Shahih At-Targhib hal. 866]

  1. Sedekah itu melindungi dari api neraka

Ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari api neraka meskipun dengan sepotong kurma.” [Hadits Shahih riwayat Al-Bukhari No. 1328 – Kitab Zakat dari sahabat Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu]

  1. Orang yang bersedekah senantiasa berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat.

Hal ini sebagaimana hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,’Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ – أَوْ قَالَ: يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ – .

Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga dia diberi keputusan di antara manusia.” Atau beliau bersabda, ”Dia diadili di antara manusia.”

[Hadits riwayat Ahmad di dalam Al-Musnad (28/568) dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Muhaqqiq Al-Musnad dan oleh Syaikh Al-Albani di dalam “Takhrij ahadits musykilatul faqr” hal. 75]

Rasulullah ﷺ telah menyebutkan bahwa salah satu dari 7 golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari kiamat ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya adalah

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه» [في الصحيحين]

Orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu dia menyembunyikan sedekah tersebut sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah disedekahkan dengan tangan kanannya.” [dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Di dalam sedekah itu terdapat obat penyembuh bagi penyakit-penyakit fisik.

Hal ini sebagaimana hadits dari sahabat Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

دَاوُوا مَرضاكُمْ بِالصَّدقةِ

Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” [Syaikh Al-Albani menilainya hasan di dalam Shahih Al-Jaami’ (3358)]

Ibnu Syaqiq berkata, ”Aku mendengar Ibnu Mubarok (ulama Tabi’ut Tabi’in) ditanya oleh seorang pria yang terkena borok bernanah yang keluar dari lututnya sejak 7 tahun lalu. Dia telah mengobatinya dengan berbagai pengobatan dan bertanya kepada para dokter namun semua itu belum membuahkan hasil.

Lantas Ibnul Mubarok berkata, ”Pergilah. Galilah sumur di tempat yang (penduduknya) membutuhkan air. Sungguh aku berharap di tempat tersebut akan terdapat sumber air dan darahmu akan terhenti. Maka orang tersebut melakukannya dan dia sembuh.” [Shahih At-Targhib]

  1. Di dalam sedekah itu juga terdapat obat bagi penyakit-penyakit hati.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ kepada orang yang mengeluh tentang kerasnya hatinya,

وروى أحمد (7260) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَجُلًا شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ ، فَقَالَ لَهُ : ( إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِينَ قَلْبِكَ فَأَطْعِمْ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ ) والحديث حسنه الحافظ في الفتح (11/151) ، والألباني في صحيح الجامع برقم (1410)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang pria mengeluhkan kerasnya hatinya kepada Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, ”Bila kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”

[Hadits riwayat Ahmad (7260) dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari (11/151) dan AL-Albani di dalam Shahih Al-Jaami’ (1410)]

  1. Sesungguhnya Allah mencegah berbagai bencana dengan sedekah.

Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits yang menerangkan tentang wasiat Nabi Yahya ‘alaihis salam kepada Bani Israil,

وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ مَثَلَ ذٰلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ فَأَوْثَقُوْا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ، وَقَدَّمُوْهُ لِيَضْرِبُوْا عُنُـقَهُ، فَقَالَ: أَنَا أَفْدِيْهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيْلِ وَالْكَثِيْرِ، فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ. ”

Dan aku perintahkan kepada kalian untuk bersedekah. Sesungguhnya permisalan hal itu adalah seperti seorang laki-laki yang ditawan oleh musuh lalu mereka mengikat tangannya ke lehernya, lalu mereka membawanya untuk memenggal lehernya. Lalu Laki-laki itu berkata, ‘Aku akan menebusnya dari kalian dengan harta yang sedikit maupun banyak.’Lalu ia menebus dirinya dari mereka.” [Hadits shahih riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban. Lihat Shahih Al Jami’]

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,”Sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam mencegah berbagai macam bencana walaupun dari orang fajir, atau zhalim bahkan dari orang kafir.

Allah mencegah berbagai macam bencana dengan sedekah. Ini adalah perkara yang telah dimaklumi oleh semua orang yang awam dan yang khusus. Semua penduduk bumi mengakui hal ini karena mereka telah membuktikannya.” [Al-Wabil Ash-Shayyib hal. 31]

  1. Seseorang akan sampai kepada hakikat kebajikan dengan bersedekah.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” [Ali Imran: 92]

  1. Orang yang bersedekah didoakan malaikat setiap hari.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,

ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقًا خلفاً، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكًا تلفًا» [في الصحيحين].

Tidaklah setiap pagi dilewati seorang hamba kecuali dua malaikat turun kemudian salah satu dari keduanya berdoa,”Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah.” dan yang lainnya berdoa,”Ya Allah berikanlah kebinasaan kepada orang yang kikir.” [Diriwayatkan di dalam Ash-Shahihain]

  1. Orang yang bersedekah hartanya diberkahi.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ ,

وعن أبي هُريرة : أَنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ » [في صحيح مسلم].

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” [Hadits riwayat Muslim no. 2558]

  1. Tidak ada harta yang tersisa bagi pemilik harta kecuali harta yang disedekahkan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits saat bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang kambing yang disembelih apa yang tersisa darinya, maka ‘Aisyah menjawab, ”Tidak tersisa dari kambing tersebut kecuali tinggal belikatnya saja (karena semuanya sudah disedekahkan,pent).

Lantas Rasulullah ﷺ bersabda,

بقي كلها غير كتفها» [في صحيح مسلم].

Masih tersisa semuanya kecuali belikatnya.” [di dalam Shahih Muslim]

  1. Sedekah menjadi bukti atas kebenaran iman seorang hamba.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ ,

والصَّدَقَةُ بُرْهانٌ » [رواه مسلم].

Dan sedekah adalah bukti.” [Hadits riwayat Muslim]

Masih banyak hadits lain yang menerangkan keutamaan sedekah. Namun 12 macam keutamaan sedekah ini sudah cukup untuk mendorong kita semua untuk bersedekah di jalan kebaikan.

Baca juga Khutbah Jum’at: Tips Meraih Husnul Khatimah

Waktu Sedekah Terbaik

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Agar pahala yang didapat bisa berlipat, sebaiknya kita memperhatikan juga waktu-waktu yang memiliki keutamaan khusus dalam pahala sedekah. Di antara waktu-waktu yang pahala bersedekah di dalamnya berlipat ganda adalah

  1. Sedekah di Bulan Ramadhan

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim,

كما قال ابن عباس رضي الله عنه: “كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود النّاس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل وكان بلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريل أجود بالخير من الريح المرسلة”. [في الصحيحين]

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan. Beliau pada bulan Ramadhan jauh lebih dermawan ketika Jibril menemuinya dan Jibril itu menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan. Jibril mengajarinya Al-Quran. Rasulullah ﷺ ketika ditemui oleh Jibril lebih dermawan dengan kebaikan daripada angin yang bertiup.”

  1. Sedekah di 10 pertama Bulan Dzulhijjah.

Hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Tidak ada hari dimana suatu amal shalih di hari tersebut lebih dicintai oleh Allah melebihi amal salih yang dilakukan pada hari-hari ini.” yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah? Beliau ﷺ menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar untuk berjihad dengan jiwa dan hartanya, dan tidak ada satu pun yang kembali.” (maksudnya, dia gugur dan hartanya diambil musuh, pent.).” [Hadits riwayat Ahmad, Al-Bukhari, dan At-Tirmidzi].

Sebagaimana sudah diketahui bersama bahwa sedekah itu adalah salah satu amal shalih yang agung untuk bertaqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  1. Sedekah di waktu orang-orang sedang kesulitan dan keadaan amat sangat membutuhkan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ (11) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ (12) فَكُّ رَقَبَةٍ (13) أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14)

Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan..” [al-Balad: 11-14]

Baca juga Khutbah Jum’at: Peringatan Al Quran Tentang Kematian

  1. Sedekah di saat sehat, dalam keadaan pelit, takut miskin dan berangan-angan kaya

Hal ini sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

عن أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : ” جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ : ( أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ ، وَتَأْمُلُ الغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ ) رواه البخاري (1419) .

Dari Abu Hurairah, ia berkata,” Ada seorang pria yang menemui Nabi ﷺ, lalu ia berkata,“Wahai Rasulullah, sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau ﷺ menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu khawatir terhadap kemiskinan, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu kemudian berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” [Hadits riwayat Al-Bukhari (1419)]

  1. Sedekah di hari Jumat

Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah rahimahullah di dalam kitab Zaadul Ma’ad saat membicarakan tentang kekhususan hari Jumat berkata,

الخامسة والعشرون: أن للصدقة فيه مزية عليها في سائر الأيام، والصدقة فيه بالنسبة إلى سائر أيام الأسبوع ، كالصدقة في شهر رمضان بالنسبة إلى سائر الشهور. وشاهدت شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه، إذا خرج إلى الجمعة يأخذ ما وجد في البيت من خبز أو غيره، فيتصدق به في طريقه سرا

”Yang keduapuluh lima: sedekah di hari Jumat itu memiliki keistimewaan dibanding sedekah di hari-hari lainnya. Sedekah di hari Jumat itu bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan dengan sedekah di seluruh bulan lainnya.

Aku telah menyaksikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, semoga Allah mensucikan ruhnya, bila beliau berangkat untuk shalat Jumat beliau mengambil apa yang didapat di rumahnya berupa roti atau yang lainnya kemudian mensedekahkannya secara rahasia dalam perjalanannya.”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Antara Sedekah Secara Tersembunyi Dan Terbuka

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam masalah sedekah, terkadang seseorang ada kegamangan antara bersedekah secara rahasia atau terbuka. Manakah di antara keduanya yang lebih utama?

Pada dasarnya bersedekah secara tersembunyi itu lebih utama dibandingkan dengan secara terbuka.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” [Al-Baqarah: 271]

Dasar kedua adalah hadits tentang keutamaan bersedekah secara tertutup sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , bahwa beliau ﷺ bersabda :

…dan orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu dia menyembunyikan sedekah tersebut sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah disedekahkan dengan tangan kanannya.” [dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim]

Jadi hukum asal sedekah adalah lebih utama menyembunyikannya. Akan tetapi jika menampakkan sedekah itu justru terdapat maslahat nyata yang lebih besar, misalnya, orang-orang akan tergerak untuk ikut bersedekah, maka hal tersebut termasuk dalam makna hadits,

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,” Rasulullah ﷺ bersabda, ”Siapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam kemudian contoh tersebut diamalkan setelah kematiannya maka ditulis untuknya pahala seperti pahala orang yang beramal dengannya dan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.” {Hadits riwayat Muslim no. 1017)

Dalam kondisi seperti itu, menampakkan sedekah adalah lebih utama. wallahu a’lam. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kepada kita semuanya taufik dan hidayah-Nya sehingga kita mampu melaksanakan sedekah dengan niat yang benar, pada waktu yang utama hingga akhir hayat kita.

Untuk menutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍّ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي اْلأُمُوْرِ، وَنَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِكُلَّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
Kumpulan Teks Khutbah Jum’at
Rahasia Dibalik Usia 40 Tahun
Agar Tidak Mati Suul Khatimah

error: Content is protected !!