Hadits Tentang Silaturahmi Dan Ayat Beserta Kandungannya

Hadits Tentang Silaturahmi Dan Ayat Beserta Kandungannya sangat banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa Silaturahmi atau silaturrahim merupakan salah satu amal shaleh yang sangat agung dalam Islam.

Silaturahmi adalah Amal shaleh yang banyak manfaat di dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam banyak hadits Nabi ﷺ. Tulisan ini mengumpulkan sebagian dari hadits terkait dengan masalah silaturrahmi.

Selain itu setiap hadits dan ayat tentang silaturahmi dilengkapi juga dengan kandungan pelajaran serta derajat haditsnya. Juga ditambahkan ayat-ayat dalam Al-Quran al-Karim tentang silaturrahim.

Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Silaturahmi

Hadits Keutamaan Silaturahmi Memperpanjang Umur dan rezeki dan terjemahannya brainly, nu online, rumaysho, man ahabba diceritakan shahabat anas

Hadits-hadits yang memerintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan atau silaturrahmi dan menerangkan keutamaannya serta besarnya dosa memutus silaturrahmi itu sangat banyak.

Di sini hanya ditampilkan sebagian saja. Di antara hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut:

Hadits Anjuran menyambung silaturahmi

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُوْلُ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ”Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, ”Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah hubungan kekerabatan (lakukan silaturrahmi) dan shalatlah di waktu malam saat orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam surga dengan selamat.”

[Hadits riwayat Ibnu Majah. Al-Albani menyatakan hadits ini shahih di dalam Shahih Ibni Majah no. 2648]

Dalam hadits ini terdapat sejumlah pelajaran:

  1. Dorongan untuk menyebarkan salam sebagai penghormatan dan kebiasaan di antara kaum Muslimin serta saling menyayangi di antara manusia dengan melakukan perbuatan yang terpuji.
  2. Perintah untuk melakukan silaturrahim dan larangan dari memutusnya.
  3. Penjelasan tentang pentingnya shalat nawafil pada malam hari.[i]
  4. Hadits keutamaan silaturahmi

Hadits Silaturahmi Memasukkan Surga dan Menjauhkan dari Neraka

وَعَنْ أَبِي أَيُّوْبِ خَالِدِ بْنِ زَيْدٍ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَخْبِرْني بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجنَّةَ ، وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ . فَقاَلَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ: «تَعْبُدُ اللَّهَ ، وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً ، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ ، وتُؤْتِي الزَّكَاةَ ، وتَصِلُ الرَّحِمَ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Ayyub, yaitu Khalid bin Zaid al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata, ”Wahai Rasulullah, beritahulah saya suatu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka.”

Kemudian Nabi ﷺ bersabda, ”Kamu beribadah kepada Allah dan janganlah menyekutukan sesuatu dengan-Nya. Kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat dan melakukan silaturrahim.” (Muttafaq ‘alaih. Hadits riwayat Al-Bukhari no. 1396 dan Muslim no. 13)

Pelajaran dari hadits ini adalah sebagai berikut:

  1. Adanya pengkhususan sebagian amalan yang didorong untuk dilakukan sesuai dengan keadaan orang yang dihasung untuk melakukannya dan kebutuhannya kepada penekanan terhadap amalan tadi melebihi amalan yang lainnya, baik karena beratnya amalan tersebut bagi dirinya atau karena orang tersebut mengabaikannya.
  2. Semangat Nabi ﷺ dalam membekali umatnya dengan berbagai pintu kebaikan sehingga derajat mereka bertambah tinggi di surga.[ii]
  3. Hadits tentang silaturahmi memperpanjang umur

Hadits Tentang Silaturahmi memperpanjang umur dan rezeki

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزقِهِ ، وَيُنْسأَ لَهُ فِي أَثرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

ومعْنى « يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ » : أَيْ : يؤخر له في أَجلهِ وعُمُرِهِ .

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, ”Barangsiapa yang suka supaya diluaskan rezekinya dan diakhirkan ajalnya, maka hendaklah menyambung hubungan dengan kerabatnya (bersilaturrahim).”

[Muttafaq ‘alaih. Hadits riwayat Al-Bukhari no. 2067 dan Muslim no. 2557 ]

Makna يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ Yunsa-a lahu fi atsarihi yaitu diakhirkan ajalnya yakni dipanjangkan usianya.[iii]

Di dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa amalan shaleh itu jejaknya akan senantiasa ada. Amalan shaleh tersebut akan terus diingat dalam kehidupan umat manusia setelah kematiannya. Hal itu menjadi perpanjangan umur baginya selain umurnya yang sebenarnya.[iv]

Hadits tentang silaturahmi dan rezeki

 وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَيُوَسَّعَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُدْفَعَ عَنْهُ مَيْتَةُ السُّوْءِ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Dari Ali radhiyallahu anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, ”Siapa yang senang agar umurnya dipanjangkan dan diluaskan rezekinya serta dilindungi dari kematian yang buruk maka bertakwalah kepada Allah dan sambunglah hubungan dengan kerabatnya (lakukanlah silaturahim).”

[Hadits riwayat Abdullah bin Ahmad di dalam Zawaidul Musnad no. 1213, dan ini lafazhnya; Al-Bazzar di dalam Majma’ Az-Zawaid karya Al-Hatsami 13/465 dan Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath 3014. Imam Al-Haitami al-Makki menyatakan isnad nya bagus (Jayyid) di dalam kitab Az-Zawajir 1/81][v]

hadits tentang silaturahmi dan saling memaafkan

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَيْسَ الوَاصِلُ بِالمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الوَاصِلُ الِّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وصَلَهَا

”Orang yang menyambung (silaturrahim) bukanlah orang yang membalas kebaikan secara setimpal. Namun orang yang menyambung (silaturrahim) adalah orang yang menyambung hubungan kekerabatan setelah terputus.”

[Hadits riwayat Al-Bukhari no. 5991]

Maksud hadits tersebut, orang yang sempurna dalam silaturahim dan berbuat baik kepada kerabat bukanlah orang yang membalas kebaikan dengan kebaikan.

Namun orang yang sempurna dalam silaturahim adalah orang yang ketika hubungan silaturahim itu putus dia menyambungnya kembali.

Artinya, bila kerabatnya berbuat buruk kepadanya, dia tetap berbuat baik kepada mereka dan berhubungan dengan mereka.”[vi]

Dia mau memaafkan kerabatnya yang berbuat buruk kepadanya agar tali silaturahmi tersambung kembali.

Baca juga: Hadits Tentang Berlomba Lomba Dalam Kebaikan

Hadits pendek tentang silaturahmi

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, ”Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menyambung hubungan dengan kerabatnya (bersilaturrahim).” (Muttafaq ‘alaih. Hadits riwayat Al-Bukhari no. 6138 dan Muslim no. 47 )

Hadits tentang akibat memutus silaturahmi

وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالعَرْشِ تَقُوْلُ : مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ ، وَمَنْ قَطَعَنِيْ ، قَطَعَهُ اللَّهُ » متفقٌ عليه

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, ”Nabi ﷺ bersabda, ”Rahim itu tergantung pada ‘Arasy lalu berkata, “Barangsiapa yang menyambung hubungan denganku (menyambung silaturahmi), maka Allah akan menyambung hubungan dengannya dan barangsiapa memutuskan hubungan dengan aku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya .”

[Muttafaq ‘alaih. hadits riwayat Al-Bukhari no. 5989 dan Muslim no. 2555 ]

Di dalam hadits ini terdapat pelajaran berupa penjelasan tentang betapa pentingnya silaturrahim dan peringatan dari memutus silaturrahim.[vii]

Hadits barangsiapa memutus silaturahmi

وعن عبدالرحمن بن عوف رضي الله تعالى عنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: : قالَ اللَّهُ : أَنا الرَّحمنُ وَهيَ الرَّحمُ ، شَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِي ، مَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ»؛ (أبو داود، وصحَّحه الألباني).

Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda, ”Allah berfirman, ”Aku Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan ia adalah rahim. Aku pecahkan dari salah satu nama-Ku untuknya.

Siapa saja menyambung hubungan rahim (bersilaturrahim), Aku akan akan menyambung hubungan dengannya dan siapa saja yang memutus hubungan rahim (memutus silaturrahim) aku akan memutus hubungan dengannya.”

[Hadits riwayat Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Abi Dawud no. 1694]

Yang dimaksud dengan الرَّحِمُ ar-rahim adalah hubungan antara seseorang dengan yang lain dan yang dimaksud dalam hadits ini adalah para kerabat.

Sedangkan yang dimaksud dengan “Siapa saja menyambung hubungan rahim (bersilaturrahim), Aku akan akan menyambung hubungan dengannya..” adalah siapa saja yang berbuat baik kepada keluarganya, bersikap lembut kepada mereka dan senantiasa menjaga hubungan dengan mereka maka Aku akan berbuat baik kepadanya, bersikap lembut kepadanya dan memberikan nikmat kepadanya.”

Sedangkan yang dimaksud “dan siapa saja yang memutus hubungan rahim (memutus silaturrahim) Aku akan memutus hubungan dengannya.” adalah siapa saja yang menjauhi keluarganya, tidak berbuat baik kepada mereka dan tidak berhubungan dengan mereka, maka aku akan memutusnya dari rahmat-Ku dan kebaikan-Ku.”[viii]

Hadits memutus silaturrahim adalah dosa yang paling cepat dibalas di dunia.

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تعالى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ البغيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ ‏”‏ ‏.

Dari Abu Bakrah ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tidak ada dosa yang lebih layak untuk dipercepat oleh Allah hukumannya untuk pelakunya di dunia ini, selain apa yang disiapkan untuknya di akhirat, melebihi dosa berbuat zhalim dan memutus hubungan silaturrahim.”

[Hadits riwayat Abu Dawud no. 4902 dan ini lafazhnya, At-Tirmidzi no. 1511 , Ibnu Majah no. 4211 dan Ahmad no. 20374. Al-Albani menyatakan hadits ini shahih di dalam Shahih Abi Dawud no. 4902]

Pelajaran dalam hadits ini sebagai berikut:

  1. Peringatan dari berbuat zhalim dan memutuskan silaturrahim.
  2. Dorongan untuk bersikap adil dan melakukan silaturrahim.[ix]
  3. Hadits orang yang memutus silaturahim tidak masuk surga

hadits tentang orang yang memutus silaturahmi

وعن أَبي محمد جُبَيْرِ بنِ مُطْعِمٍ أَنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ، قَالَ سفيان في روايته: يَعْني: قَاطِعُ رَحِمٍ. متفقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Muhammad Jubair bin Muth’im bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang memutus.” Sufyan dalam riwayatnya mengatakan, ”Maksudnya adalah memutus hubungan kekerabatan (memutus silaturahim).”

[Hadits riwayat Al-Bukhari no. 5984 dan Muslim no. 2556]

Pelajaran dari hadits ini sebagai berikut:

  1. Dorongan untuk saling menyayangi di antara manusia dan menyambung hubungan kekerabatan di antara mereka atau bersilaturrahim di antara mereka.
  2. Peringatan yang sangat keras dari memutus silaturrahim di antara manusia.[x]

Ayat Tentang Silaturahmi

Kumpulan Ayat Tentang Silaturahmi Dalam Al Quran

Di dalam Al Quran al Karim banyak ayat yang menghasung untuk bersilaturrahim dan memperingatkan dari memutus silaturahim. Di antaranya adalah ayat-ayat berikut ini:

  1. Surat Muhammad ayat 22

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ ٢٢

Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu?

  1. Surat Ar-Ra’d ayat 21

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِ ۗ ٢١

Orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.

  1. Surat Al-Ahzab ayat 6

وَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ

Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (saling mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin,

  1. Surat Al-Baqarah ayat 26-27

وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ

Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ٢٧

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

  1. Surat Ar-Ra’d ayat 25

وَالَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْ ۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۙ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْۤءُ الدَّارِ ٢٥

Orang-orang yang melanggar perjanjian (dengan) Allah setelah diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (seperti silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itulah orang-orang yang mendapat laknat dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).

  1. Surat An-Nahl ayat 90

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.

Tanya Jawab Seputar Hadits Dan Ayat Tentang Silaturahmi

Tanya jawab Penjelasan Tentang Hadits dan Ayat Tentang Silaturahmi

Berikut ini pertanyaan yang sering muncul di sebagian kaum Muslimin:

Apa dua manfaat dari silaturahmi?

Dua manfaat dari silaturrahim adalah rezeki orang yang melakukannya diluaskan dan umurnya dipanjangkan atau diakhirkan ajalnya. Hal ini sebagaimana dalam hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ أَحبَّ أَنْ يُبْسَطَ له في رِزقِهِ ، ويُنْسأَ لَهُ في أَثرِهِ ، فَلْيصِلْ رحِمهُ » متفقٌ عليه .

ومعْنى « ينسأَ لَهُ في أَثَرِه » : أَيْ : يؤخر له في أَجلهِ وعُمُرِهِ .

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, ”Barangsiapa yang suka supaya diluaskan rezekinya dan diakhirkan ajalnya, maka hendaklah menyambung hubungan dengan kerabatnya (bersilaturrahim).”

[Muttafaq ‘alaih. Hadits riwayat Al-Bukhari no. 2067 dan Muslim no. 2557 )

Makna Yunsa-a lahu fi atsarihi yaitu diakhirkan ajalnya yakni dipanjangkan usianya. [Riyadhus Shalihin, Bab Birrul waalidain wa Shilatur Arham, hadits ke 319 hal. 120]

Al-Quran surat apa yang menjelaskan tentang silaturahmi

Surat dalam al-Quran yang menjelaskan tentang silaturrahmi sangatlah banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Surat An-Nahl: 90. Allah memerintahkan untuk menyambung hubungan silaturrahmi.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.

Kemudian dalam surat Muhammad : 22-23 Allah Ta’ala mengancam orang-orang yang memutuskan hubungan kekerabatan atau silaturrahim dengan ancaman yang keras:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ ٢٢

Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu?

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ ٢٣

Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka.

Dan masih banyak lagi yang lainnya sebagaimana dicontohkan di bagian “Ayat tentang silaturrahim” dalam artikel ini.

Demikianlah pembahasan tentang hadits dan ayat tentang silaturrahim serta kandungannya. Semoga bermanfaat.

Apa saja yang sesuai dengan kebenaran dalam tulisan ini maka dari rahmat Alla Ta’ala semata. Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan. Semoga Allah Ta’ala mengampuni semua kesalahan kami.


[i] https://www.dorar.net/hadith/sharh/76644

[ii] https://www.dorar.net/hadith/sharh/4297

[iii] Riyadhus Shalihin, Bab Birrul waalidain wa Shilatur arham, hadits ke 319 hal. 120

[iv] https://www.dorar.net/hadith/sharh/130539

[v] https://www.dorar.net/hadith/sharh/130539

[vi] https://www.dorar.net/hadith/sharh/4336

[vii] https://dorar.net/hadith/sharh/114762

[viii] https://www.dorar.net/hadith/sharh/137058

[ix] https://dorar.net/hadith/sharh/62696

[x] https://dorar.net/hadith/sharh/3138

Leave a Comment