Perbedaan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsha

Pernah mendengar Baitul Maqdis? Bagaimana kalau Masjid Al Aqsha? Ya, orang Muslim mana yang tidak mengenal Masjid Al Aqsha? Masjid ini begitu terkenal di dunia Islam.

Sejarahnya begitu panjang. Keutamannya banyak. Dan sampai hari ini, ia menjadi salah satu masjid yang sedang dirundung masalah akibat dikuasai oleh Negara Yahudi Israel.

Namun, ada nama lain yang sering kita dengar terkait dengan Masjid Al Aqsha, yaitu Baitul Maqdis. Apakah Baitul Maqdis itu sama dengan Masjid Al Aqsha? Ataukah keduanya dua hal yang berbeda? Nah, tulisan ini hendak menjelaskan masalah tersebut.

Perbedaan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsha

Perbedaan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa
Gambar Masjid Al Aqsa Sumber Instagram.com

Pada dasarnya, Baitul Maqdis merupakan sebutan untuk sebuah kawasan yang di dalamnya ada Masjid Al Aqsha. Ini berdasarkan keterangan pakar  yang melakukan penelitian tentang Masjid Al Aqsha dan Baitul Maqdis lebih dari 30 tahun lamanya.

Namun bila kita melihat sejumlah hadits tentang penyebutan nama Baitul Maqdis, memang Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam tidak membedakan penyebutan Masjid Al Aqsha dengan Baitul Maqdis. Ini wajar karena memang Masjid Al Aqsha terletak di kawasan Baitul Maqdis.

Syaikh Abdul Hayyi Yusuf ketika ditanya adakah perbedaan antara Masjid Al Aqsha dengan Baitul Maqdis beliau menjawab bahwa keduanya tidak ada perbedaan. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan secara umum bahwa yang dimaksud dengan Baitul Maqdis adalah Masjid Al Aqsha.

Al Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَمَّا كَذَّبَتْنِي قُرَيْشٌ قُمْتُ فِي الْحِجْرِ فَجَلَّى اللَّهُ لِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ فَطَفِقْتُ أُخْبِرُهُمْ عَنْ آيَاتِهِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَيْهِ

Ketika orang-orang Quraisy mendustakanku, maka aku berdiri di Hijir. Kemudian Allah memperlihatkanku Baitul Maqdis maka aku mulai menjelaskan kepada mereka tentang ciri-cirinya sementara aku dalam keadaan melihat kepadanya.” [Al Bukhari: 3886 dan 4710]

Sementara di dalam Shahih Muslim  dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لقَدْ رَأَيْتُنِي في الحِجْرِ وقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عن مَسْرايَ، فَسَأَلَتْنِي عن أشْياءَ مِن بَيْتِ المَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْها، فَكُرِبْتُ كُرْبَةً ما كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ، قالَ: فَرَفَعَهُ اللَّهُ لي أنْظُرُ إلَيْهِ، ما يَسْأَلُونِي عن شيءٍ إلَّا أنْبَأْتُهُمْ به

Aku benar-benar melihat jiwaku sendiri di Hijir sementara orang-orang Quraisy bertanya kepadaku mengenai berbagai hal tentang Baitul Maqdis yang aku sendiri tidak mengetahuinya secara pasti. Sehingga aku menghadapi kesulitan yang belum pernah aku alami sebelumnya. Maka Allah memperlihatkan Baitul Maqdis kepadaku sehingga aku bisa melihatnya. (Setelah itu) Mereka tidak bertanya tentang sesuatu pun kecuali aku bisa menjawabnya.”  [HR Muslim: 172]

Baca Definisi dan Pengertian Masjid

Dengan demikian Masjid Al Aqsha adalah Baitul Maqdis sebagaimana Masjid Al Haram adalah Baitul Atiq.[1]

Menurut Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, Guru Besar Sejarah yang mendalami Masjid Al Aqsha dan Baitul Maqdis selama 30 tahun, ketika menjawab pertanyaan manakah yang benar antara sebutan Baitul Maqdis atau Jerussalem maka beliau menjawab bahwa yang benar adalah Baitul Maqdis. Beliau melanjutkan:

“Karena, itulah istilah yang digunakan Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam. Dengan demikian, menyebut Baitul Maqdis merupakan bentuk kecintaan dan kedekatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, serta bagian dari proyek menghidupkan kembali sunnah beliau yang mulai ditinggalkan, bahkan dilupakan.

Pada istilah yang digunakan oleh Rasulullah itu ada ikatan kuat antara ummat Islam dengan kekasihnya Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dengan demikian, jalan yang kita tempuh untuk membebaskan Baitul Maqdis pun sesuai dengan metode, jalan dan strategi yang beliau tempuh. Bukan ikut-ikutan menggunakan istilah yang latah diucapkan para politisi di zaman ini: ‘Jerusalem Timur’…’Jerusalem Barat’… dan ‘Jerusalem Mandat Inggris’.

Ini juga merupakan langkah ilmiah yang strategis dalam melawan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya. Maka, mari kita gunakan istilah Baitul Maqdis. Sebab, istilah ini adalah yang paling lengkap, menyeluruh, mendalam dan kuat maknanya.

Menggunakan istilah Baitul Maqdis adalah landasan dasar menciptakan langkah konkret, memperjelas kompas perjuangan, mengembalikan urusan ini kepada akar keislamannya, dan meletakkan batu pertama bagi ummat Islam dalam membangun landasan keilmuan untuk membebaskan Baitul Maqdis.

Baitul Maqdis yang dimaksud di sini mencakup Al-Bait Al-Muqaddas (Masjidil Aqsha), Kawasan Baitul Maqdis (Tanah yang Disucikan) dan Kota Baitul Maqdis (Kota yang Disucikan).

Baca juga: Daftar Masjid tertua di dunia.

Berikut ini penjelasan ringkasnya

Dimana Tempat Baitul Maqdis?

Dimana Tempat Baitul Maqdis
Sumber: wikimedia.org

Baitul Maqdis terletak di jantung kawasan Baitul Maqdis yang di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha (Rumah yang Disucikan), pusat mata air kesucian dan keberkahan kawasan ini.

Kawasan atau dalam bahasa Arab disebut iqlim, biasa diungkapkan dalam Al-Quran dengan sebutan Al-Ardhul Muqaddasah (Tanah yang Disucikan).

Batas-batas geografis kawasan ini hari ini melebihi batas-batas Kota Tua dan batas-batas kolonialisme Palestina dan Yordania, mencakup sebagian daerah dari keduanya, dan di sekitar kota Baitul Maqdis terdapat beberapa kota dan desa. Batas-batas kawasan ini bersifat paten seperti batas-batas Makkah dan Madinah, serta disucikan dari langit ke tujuh.” [2]

Semoga penjelasan ringkas ini bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya agar mampu mendudukkan posisi Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis secara proporsional.

Footnote Referensi:

[1] Lihat: ar.islamway.net/fatwa/34946

[2] Lihat: https://sahabatalaqsha.com/nws/?p=24633

Leave a Comment

error: Content is protected !!