Khutbah Jumat: Bagaimana Cara Menyambut Bulan Ramadhan?

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

Bulan Ramadhan Adalah Nikmat Allah yang Sangat Besar

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan berbagai nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang tidak terhitung banyaknya. Nikmat -nikmat tersebut masih berkelanjutan untuk para hamba-Nya di setiap zaman.

Allah ‘Azza wa Jalla terus melimpahkan kepada hamba-hamba-Nya berbagai jenis kebaikan dan barokah, yang dengan semua itu Allah menyucikan dan memurnikan mereka dari dosa dan kesalahan serta kotoran.

Salah satu rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas hamba-hamba-Nya adalah Allah menjadikan bagi mereka musim-musim ibadah.

Di musim-musim ibadah tersebut ketaatan berlimpah dan kesalahan berkurang, dosa-dosa diampuni dan perbuatan baik berlipat ganda pahalanya di dalamnya, rahmat turun, dan ganjaran diperbesar. Dari musim-musim ibadah ini yang paling agung dan paling mulia adalah bulan Ramadhan yang diberkati.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bulan Ramadhan adalah bulan terbaik dari dua belas bulan dalam setahun. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan. Di antara keutamaannya adalah:

  1. Pada bulan ini Allah menurunkan al-Quran al-Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). [Al-Baqarah: 185]

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [Ad-Dukhan: 3]

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. [Al-Qadr: 1]

Semua ayat ini menunjukkan turunnya ayat di bulan Ramadhan. Ini merupakan keistimewaan yang besar yang membedakannya dari bulan-bulan yang lain.

  1. Pada bulan ini terjadi perang Badar Kubra yang Allah muliakan dengannya Islam dan pemeluknya. Dengan perang Badar ini juga Allah menghinakan kemusyrikan dan para pelakunya. Hari itu dikenal dengan Yaumul Furqan, hari terpisahnya antara al-Haq dan Al-Bathil.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Anfal: 41]

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, dosen tafsir Universitas Islam Madinah, yang dimaksud dengan yaumul furqan (Hari Pembeda) adalah hari terjadinya perang Badar, karena di hari itu bisa dibedakan dengan jelas antara orang-orang yang membawa kebenaran dari orang-orang pembawa kebathilan.

Perang Badar al Kubra adalah perang pertama dalam Islam antara pembela Al-Haq yaitu Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin, dengan pembela Al-Bathil, yaitu kaum musyrik Quraisy. Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 H.

  1. Pada bulan ini didapatkan kemenangan yang besar yaitu pembebasan Mekkah (Fathu Makkah). Melalui kemenangan tersebut Allah mensucikan Baitul Haram dari berhala-berhala. Setalah itulah manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong.

Perang pembebasan kota Mekah ini dikenal dengan perang Fathu Makkah. Dalam perang ini Rasulullah ﷺ memimpin pasukan berjumlah sekitar 10 ribu tentara. Rasulullah ﷺ memasuki kota Mekkah pada tanggal 10 Ramadhan 8 H.

Perang ini sangat spektakuler karena tidak ada pertumpahan darah sebagaimana biasa terjadi dalam pembebasan sebuah kota.

  1. Pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان، صُفِّدت الشياطين ومَردةُ الجن، وغلِّقت أبوابُ النار، فلم يفتَح منها بابٌ، وفُتِحت أبوابُ الجنة، فلم يُغلَق منها باب، وينادي منادٍ: ياباغي الخير أقبِل، ويا باغي الشر أَقصِر، ولله عُتقاءُ من النار، وذلك كلَّ ليلة

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, ”Pada malam permulaan bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang nakal dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup dan pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dan ada yang menyampaikan seruan,”Wahai orang yang menghendaki kebaikan kemarilah. Wahai orang yang menghendaki keburukan berhentilah!” Dan Allah membebaskan orang dari api neraka dan itu dilakukan setiap malam.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi: 682 dan Ibnu Majah :1642]

  1. Di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih bernilai dari 1000 bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [ Al Qadr: 1-3]

ومن قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا غفر الله له ما تقدم من ذنبه [البخاري 38، ومسلم 1817]

dan siapa beribadah di malam lailatul qadar karena Iman dan mengharap pahala, Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu. [Hadits riwayat Al-Bukhari (38) dan Muslim (1817)]

  1. Di bulan Ramadhan dosa-dosa dan kesalahan diampuni.

Diriwayatkan dari Malik bin Al-Hasan bin Malik bin Al-Huwarits dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, ”Rasulullah ﷺ menaiki mimbar. Pada saat menapaki satu tangga beliau ﷺ berkata,” Aamiin, kemudian bersabda, ”Aku telah didatangi oleh Jibril, lalu berkata kepadaku,’ Wahai Muhammad! Siapa yang telah mendapatkan Ramadhan namun dia tidak diampuni maka Allah menjauhkan dirinya dari rahmatNya, maka aku mengucapkan,” Amin.”

Beliau melanjutkan,’Siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya masih hidup bersamanya, namun dia masuk neraka maka semoga Allah menjauhkannya dari rahmat-Nya.” Maka aku mengucapkan,” Amin.”

Beliau bersabda lagi,”Dan siapa yang mendengar namaku disebut di sisinya namun dia tidak mengucapkan shalawat atasku maka semoga Allah menjauhkannya dari rahmat-Nya, katakanlah,”Amin.” Maka aku mengucapkan,” Amin.” [Hadits riwayat Ibnu Hibban: 409]

Dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,

من صام رمضان إيمانًا واحتسابًا غفر الله له ما تقدم من ذنبه، ومن قام رمضان إيمانًا واحتسابًا غفر الله له ما تقدم من ذنبه، [البخاري 38، ومسلم 1817]

Siapa yang shiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang beribadah di malam hari di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [Hadits riwayat Al-Bukhari (38) dan Muslim (1817)]

  1. Umrah di bulan Ramadhan berpahala seperti melaksanakan haji

Dalam sebuah hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda,

عمرة فى رمضان تعدل حجة” وفى رواية حجة معي

Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji.” Dalam sebuah riwayat disebutkan: “haji bersamaku.” [Hadits riwayat Al-Bukhari no. 1764, Ahmad no. 14837 dan Ibnu Majah no. 2995]

Bagaimana Menyambut Bulan Ramadhan?

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan suci yang mulia dan penuh keutamaan, maka sudah selayaknya ada perlakuan khusus untuk menyambut kedatangannya. Ia ibarat tamu istimewa yang sangat terhormat dan harus diberikan penghormatan yang layak dan sesuai dengan keagungannya.

Hal- hal yang perlu dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan di antaranya adalah:

  1. Bertaubat dari segala dosa dan berhenti dari melakukan maksiat.

Kita mulai dengan bertaubat dan kembali kepada Allah, mengakui berbagai dosa dan kesalahan, perbuatan dan perkataan buruk. Jika permulaannya bersama Allah adalah taubat nasuha, ruh akan bersih, hati menjadi suci, jiwa menjadi khusyu’, hati yang lalai menjadi sadar kembali, bertasbih kepada Rabbnya dan memohon ampunan kepada-Nya.

Sangatlah penting untuk menghentikan dosa-dosa yang kita lakukan sepanjang tahun.Kita harus menyambut Ramadhan dengan tekad untuk meninggalkan dosa dan perbuatan buruk dan taubat yang tulus dari segala dosa dan maksiat, berhenti dari dosa-dosa tersebut dan tidak kembali melakukannya.

Bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Bila tidak bertaubat di bulan ini lantas kapan akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [An-Nur: 31]

  1. Berdoa agar Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan selamat.

Para salaf ash shalih biasa berdoa kepada Allah Ta’ala enam bulan sebelum bulan Ramadhan agar mereka disampaikan umurnya hingga bulan Ramadhan.

Bila sudah berada di bulan ramadhan mereka memohon agar diberi pertolongan agar bisa melaksanakan shiyam ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Dan bila sudah selesai bulan Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah agar menerima shiyam mereka dan amal shaleh mereka.

  1. Bersyukur kepada Allah bila bisa bertemu dengan bulan Ramadhan.

Sesungguhnya di antara nikmat Allah yang paling besar kepada hamba-Nya adalah taufik Allah kepada mereka untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Maka, saat seorang Muslim bisa bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat sebenarnya itu merupakan nikmat yang sangat besar. Nikmat sebesar ini harus disyukuri dengan sebaik-baiknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [Ibrahim: 7]

  1. Bergembira dengan kedatangannya.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i (2108) disebutkan bahwa Nabi ﷺ memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan.

Beliau bersabda,”Ramadhan telah datang kepada kalian. Bulan yang diberkahi. Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan shiyam Ramadhan kepada kalian. Di bulan ini pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka Jahim ditutup dan setan pendurhaka dibelenggu.

Di bulan Ramadhan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang telah dihalangi dari kebaikannya maka sungguh benar-benar telah terhalang.”

  1. Menyiapkan program praktis untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Agar seorang Muslim mampu memanfaatkan bulan Ramadhan dengan semaksimal mungkin, maka perlu dirumuskan agenda amal ketaatan dan ibadah apa saja yang hendak dilakukan selama bulan Ramadhan betapa pun sederhananya rancangan tersebut.

Sekedar contoh program praktis tersebut misalnya:

  • Menentukan masjid yang akan menjadi tempatnya melaksanakan shalat tarawih dan i’tikaf.
  • Menentukan waktu-waktu untuk memperbanyak membaca al-Quran.
  • Kajian-kajian keislaman apa saja yang hendak diikuti. Dan bila dia adalah seorang dai, kajian apa saja yang hendak disampaikan selama Ramadhan.
  • Menyiapkan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa baik secara individu atau secara kolektif sesuai kemampuan meskipun hanya berupa kurma atau air minum dan lain-lain.
  • Menyiapkan masjid dari sisi penerangan, soundsystem, kebersihan karpet, aliran air, tempat sholat untuk ibu-ibu bila belum ada tempat khusus untuk itu dan seterusnya.
  • Mencocokkan jam masjid ataupun jam digital masjid agar akurat. Sehingga waktu imsak, adzan shubuh, waktu sholat lainnya, dan terkhusus waktu maghrib tepat waktu.
  • Melakukan kampanye berupa seruan untuk membersihkan jalanan, menghias jalanan dan pusat bisnis dan perdagangan serta rumah-rumah sebelum datangnya bulan Ramadhan untuk mengkondisikan masyarakat.

Dan masih banyak lagi yang lain sesuai dengan kondisi dan kemampuan seseorang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab atas berjalannya suatu aktifitas kaum muslimin di masjid

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Apa Yang Harus Dipersiapkan Untuk Bulan Ramadhan?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagaimana kita ketahui bersama, puasa Ramadhan adalah fardhu yang telah Allah tetapkan di dalam al-Quran untuk semua Muslim yang telah baligh, berakal sehat serta memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Agar pelaksanaan kewajiban shiyam Ramadhan tersebut bisa berjalan dengan baik, perlu ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Paling tidak ada 3 jenis persiapan yang perlu dilakukan:

  1. Persiapan fisik.

Shiyam sebulan penuh bukan pekerjaan ringan. Ibadah ini membutuhkan fisik yang sehat dan kuat. Oleh karena itu, orang yang sakit yang tidak memungkinkan untuk menjalankan puasa diberi keringanan untuk tidak menjalankan puasa, namun diwajibkan untuk menggantinya di waktu lain saat sehat.

Dengan demikian, menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh agar mampu menjalankan puasa sebulan penuh secara sempurna dan maksimal menjadi sebuah keharusan. Caranya sederhana saja. Yaitu dengan berolah raga secara teratur dan sesuai dengan kondisi fisik dan usia.

Kemudian berdisiplin dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Nabi ﷺ adalah teladan terbaik dalam masalah gaya hidup sehat. Ada keseimbangan dalam segala urusannya. Termasuk dalam masalah makan, minum, dan tidur. Namun bukan di sini tempatnya membahas secara mendetail tentang gaya hidup sehat ala Nabi ﷺ.

  1. Persiapan ruh dan mental

Terkait pengkondisian ruh dan mental agar sangat siap dalam melaksanakan shiyam Ramadhan sebulan penuh, ada petunjuk dari Nabi ﷺ dalam bentuk sunnah fi’liyah atau sunnah berbentuk perbuatan yang relevan dengan masalah ini.

Sunnah fi’liyah ini adalah memperbanyak shiyam sunnah di bulan Sya’ban. Ini bisa dimaknai sebagai sebuah pengkondisian ruh dan kejiwaan agar sangat siap melaksanakan shiyam di bulan Ramadhan.

Dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata,”Rasulullah ﷺ itu biasa melaksanakan puasa hingga kami berkata,’Beliau terus menerus berpuasa.’ Dan beliau ﷺ itu biasa tidak berpuasa sunnah hingga kami berkata,’Beliau tidak pernah berpuasa (sunnah).’

Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunnah) lebih banyak dibanding puasa di bulan Sya’ban.” [Hadits riwayat Al-Bukhari (1969)]

Dalam riwayat yang lain ’Aisyah radhiyallahu ‘anha ,” …Aku tidak melihatnya dalam keadaan puasa pada suatu bulan pun yang lebih banyak dari puasanya di bulan Sya’ban. Beliau biasa berpuasa di bulan Sya’ban secara penuh. Beliau biasa hanya beberapa hari sedikit saja tidak berpuasa di bulan Sya’ban.” [Hadits riwayat Muslim 1156]

Oleh karena itu, seyogyanya seorang Muslim itu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban berdasarkan hadits ini. Para ahli ilmu berkata, ”Puasa Sya’ban itu seperti sunnah-sunnah rawatib dalam hubungannya dengan shalat lima waktu. Puasa di bulan Sy’a’ban itu seolah merupakan pendahuluan bagi bulan Ramadhan.

Artinya, seakan-akan puasa Sya’ban itu merupakan sunnah rawatib bagi bulan Ramadhan. Oleh karena itu, disunnahkan puasa di bulan Sya’ban dan disunnahkan pula puasa 6 hari di bulan Syawal, sebagaimana sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat lima waktu.” [Majmu’ Fatawa Ibni ‘Utsaimin 30/22-23]

  1. Persiapan ilmu

Yang diharapkan dari kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan adalah hendaknya mereka memperhatikan pendalaman hukum-hukum syar’i terkait dengan ibadah dan amal shaleh yang akan mereka jalankan di waktu yang diberkahi ini.

Di antara cara yang bisa dilakukan misalnya adalah dengan membaca buku-buku, mendengarkan kajian lewat rekaman audio atau audio video, atau bisa juga dengan menghadiri majlis-majlis ilmu dan pengajian-pengajian.

Yang terbaik memang dengan menghadiri majlis ilmu atau pengajian seorang ustadz yang terpercaya ilmu, agama dan akhlaknya. Dengan menghadiri majlis ilmu atau pengajian maka seorang Muslim bisa bertanya secara langsung persoalan agama atau hukum syar’i yang tidak dia pahami kepada ahli ilmu yang menjadi nara sumber di majlis tersebut.

Sedangkan bila sekedar membaca buku, atau mendengar rekaman audio dan audio-video itu ada kekurangan berupa tidak bisa menanyakan atau mendiskusikan secara langsung hal-hal yang dirasa masih belum jelas, atau masih ada bagian yang tidak dipahami. Bila menyimpulkan sendiri kadang belum tentu benar karena terbatasnya perangkat ilmu yang dimiliki. Wallahu a’lam.

Semoga Allah Ta’ala mengaruniakan kepada kita semuanya taufik dan hidayah-Nya, serta memanjangkan usia kita sehingga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Untuk mengakhiri khutbah Jumat ini, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan mengabulkan doa-doa kita.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍّ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي اْلأُمُوْرِ، وَنَسْأَلُكَ عَزِيْمَةَ الرُّشْدِ، وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي اْلأُمُوْرِكُلَّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
– Bahan Khutbah Jum’at
– Panduan Sukses Ceramah dan Khutbah

error: Content is protected !!