Khutbah Jum’at: Konsep Ukhuwah Islamiyah Dalam Islam

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

فإنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ

Makna Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita sering mendengar istilah ukhuwah islamiyah atau persaudaraan Islam. Persaudaraan di antara sesama muslim yang dibangun di atas dasar iman dan cinta kepada Allah. Hubungan di antara sesama Muslim yang terjalin bukan di atas kepentingan pribadi dan duniawi.

Ukhuwah Islamiyah merupakan hubungan timbal balik yang kuat berdasarkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah, serta bermuara pada cinta kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala, juga pada rasa cinta, keikhlasan, kesetiaan, kepercayaan, dan kejujuran, jauh dari mengejar tujuan atau sasaran duniawi.

Ikatan persaudaraan Islam adalah ikatan yang tak tertandingi, dengan pengaruh yang mendalam, tidak seperti ikatan dan hubungan lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan ikatan persaudaraan Islam di antara setiap individu umat Islam.

Ikatan ukhuwah islamyah ini melampaui semua ikatan lainnya, dan lebur di dalamnya seluruh keterikatan kelompok yang lainnya, karena Nabi ﷺ bersabda,

المُسْلِمُ أخُو المُسْلِمِ، لا يَظْلِمُهُ ولا يَخْذُلُهُ، ولا يَحْقِرُهُ

Seorang Muslim adalah saudara seorang Muslim, dia tidak menzhaliminya dan tidak mentelantarkannya, dan tidak merendahkannya.” [Hadits shahih riwayat Muslim di dalam shahih Muslim no. 2564 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Dengan demikian sesungguhnya ukhuwah Islamiyah merupakan tanda kekuatan, kemuliaan dan kedigdayaan umat Islam.

Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan yang kuat, kokoh dan tidak dapat diputuskan. Ikatan yang tidak dapat dipatahkan. Ikatan yang abadi, terus menerus, tidak terputus, berdasarkan partisipasi dalam agama, yang menyatukan semua Muslim dan mengatur mereka di mana pun mereka berada.

Disyariatkannya Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ukhuwah Islamiyah merupakan sarana utama untuk mewujudkan salah satu tujuan agung dalam syariat Islam yaitu terwujudnya persatuan di antara kaum muslimin dan menjauhkan kaum muslimin dari segala bentuk perpecahan di antara mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali imran: 103]

Allah Ta’ala juga menegaskan bahwa orang-orang kafir yang dahulu pernah memusuhi Islam dan kaum muslimin itu begitu mereka bertaubat, masuk Islam dan melaksanakan kewajiban – kewajiban syariat maka dengan sendirinya mereka berubah statusnya menjadi saudara dalam agama Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. [At-Taubah: 11]

Contoh Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Contoh-contoh yang sangat mengagumkan tentang praktek persaudaraan Islam di antara mereka banyak dikisahkan dalam sejarah Islam. Di antara contohnya adalah kisah yang sangat terkenal dalam perang Yarmuk. Perang antara kaum Muslimin dengan pasukan Romawi pada tahun 13 H ini terjadi di lembah sungai Yarmuk Yordania.

Imam Al-Qurthubi meriwayatkan bahwa Al-‘Adawi berkata, ”Pada waktu perang Yarmuk, aku berangkat mencari saudara sepupuku. Aku membawa sedikit air minum. Aku berkata kepada diriku sendiri, ”Bila dia sedang berada pada nafas terakhirnya, aku akan memberikan air minum ini.” Saat berhasil menemuinya, aku bilang, ”Mau minum?” Dia memberi isyarat dengan kepalanya, ”iya.”

Tiba-tiba ada seseorang yang mengerang, ”Aah.. ! Aah..!” lalu sepupuku memberi isyarat kepadaku agar memberikan air minum itu kepadanya. Ternyata dia adalah Hisyam bin Al-‘Ash. Lantas aku bilang kepadanya, ”Mau minum?” lantas dia berisyarat, “iya.” Kemudian dia mendengar seseorang yang lain berkata, ”Aah.. ! Aah..!”

Maka Hisyam mengisyaratkan agar aku ke sana memberikan air minum itu kepadanya. Setelah mendapati orang tersebut ternyata dia sudah meninggal. Lantas aku kembali ke Hisyam, dia juga sudah meninggal. Lalu aku kembali menuju saudara sepupuku ternyata dia juga sudah meninggal.”

Sementara tidak seorang pun dari mereka yang sempat meminum air tersebut karena masing-masing dari mereka yang meninggal itu lebih mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri.

Kisah lainnya yang tak kalah menakjubkan adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Abdullah bin Al-Mubarok rahimahullah, seorang ulama Tabi’ut Tabi’in. Beliau meriwayatkan dalam kitabnya Az Zuhd, “Suatu kali Umar mengambil 400 keping uang dinar (sekitar 1700 gram emas).

Kemudian ia memasukkannya ke dalam sebuah kantong. Lalu dia berkata kepada budaknya, ”Berikan ini kepada Abu Ubaidah. Setelah itu tetap tinggallah beberapa saat di rumahnya. Perhatikanlah apa yang dia lakukan dengan uang tersebut!”

Budak itu pun pergi dengan membawa kantong tersebut kepada Abu Ubaidah ibnul Jarrah. Setelah sampai di rumahnya, dia berkata, ”Ini hadiah dari Amirul Mukminin untuk anda pakai memenuhi kebutuhan anda.”

Abu Ubaidah Ibnul Jarrah radhiyallahu ‘anhu menerimanya, sambil berkata, ”Semoga Allah merahmati Amirul Mukminin.”

Kemudian Abu Ubaidah memanggil budaknya dan berkata, ”Berikan tujuh dinar ini kepada si fulan, lima dinar untuk si fulan, demikian seterusnya hingga uang 400 keping dinar tersebut habis saat itu juga.

Lalu budak Umar pulang dan melaporkan apa yang dia saksikan.

Setelah itu Umar melakukan hal yang sama kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu. Mu’adz menerima hadiah dari Khalifah tersebut sambil berkata, ”Semoga Allah merahmati khalifah.”

Lalu Mu’adz memanggil budaknya dan berkata, ”Berikan sekian untuk keluarga si fulan, dan sekian untuk keluarga si fulan.”

lstri Mu’adz tiba-tiba keluar dan berkata, ”Kita juga orang miskin. Berilah bagian untuk keluargamu.”

Mu’adz melihat isi kantongnya, ternyata hanya tersisa dua dinar. Uang yang tersisa itu dia berikan untuk istrinya. Budak Umar pulang dan melaporkan apa yang dia lihat. Mendengar laporan tersebut Umar merasa senang sekali. Umar berkata,

”Mereka memang bersaudara, satu sama lainnya memiliki akhlak yang sama.” (Az Zuhd wa Raqaiq).

Baca juga Khutbah Jum’at: Sebaik-Baik Manusia adalah Yang Paling Bermanfaat

Keutamaan Ukhuwah islamiyah

Ma’syirol Muslimin rahimakumullah,

Ukhuwah Islamiyah itu selain merupakan jembatan untuk mewujudkan persatuan di dalam tubuh kaum Muslimin, sebagai sebuah amal shaleh dan amal kebaikan, ukhuwah Islamiyah itu memiki begitu banyak keutamaan. Di antara keutamaan ukhuwah Islamiyah adalah

  1. Mereka berada di atas mimbar dari cahaya pada hari kiamat.

Ini berdasarkan sebuah hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda,

يقولُ اللهُ – تعالى – : المتحابُّونَ في جلالي ؛ لهم مَنابِرُ من نورٍ يَغْبِطُهم النبيونَ والشهداءُ .

“Allah Ta’ala berfirman,”Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya hingga para Nabi dan Syuhada’ pun iri dengan mereka.” [Hadits riwayat Ahmad (22080) dan At-Tirmidzi (2390)]

  1. Mereka berada di bawah naungan ‘arsy Allah pada hari kiamat

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari kiamat yang tidak ada naungan saat itu kecuali naungan-Nya. Salah satu golongan tersebut adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. [hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim]

  1. Allah mencintai mereka

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ,

زارَ رجُلٌ أخًا لَهُ في قريَةٍ فأرْصَدَ اللهُ لَهُ ملَكًا علَى مَدْرَجَتِه ، فقال : أينَ تُرِيدُ ؟ قال : أخًا لِي في هذِهِ القرْيَةِ ، فقال : هل لَّهُ عليكَ مِنْ نعمةٍ ترُبُّها ؟ قال : لَا ؛ إلَّا أنِّي أُحِبُّه فِي اللهِ ، قال : فإِنَّي رسولُ اللهِ إليكَ أنَّ اللهَ أحبَّكَ كمَا أَحْبَبْتَهُ

Ada seorang pria mengunjungi saudaranya di suatu daerah lain. Lalu Allah pun menempatkan Malaikat di jalan yang akan dia lewati. Ketika orang tersebut telah sampai kepadanya, Malaikat tersebut bertanya, “Kamu mau kemana?” Ia menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.

Malaikat itu pun bertanya, ”Apakah ada suatu nikmat yang ingin engkau perbaiki atau sempurnakan?”. Orang tadi mengatakan, “Tidak ada. Sesungguhnya sebabnya hanyalah aku mencintainya karena Allah.” Maka malaikat mengatakan, “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu untuk memberitahu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena Allah.”

[Hadits riwayat Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad (350) dan Muslim (2567) dengan sedikit perbedaan]

  1. Mendapatkan rasa manisnya iman

Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

Ada tiga perkara yang apabila ketiganya ada pada diri seseorang, maka dia akan mendapatkan manisnya iman. Orang mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi selain keduanya dan orang yang mencintai seseorang karena Allah semata dan orang yang tidak suka untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” [Hadits riwayat Al-Bukhari, Muslim, At-tirmidzi, An-Nasa;i dan Ibnu Majah]

  1. Cinta karena Allah itu menunjukkan adanya iman dan iman mengharuskan pemiliknya masuk surga

Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Kalian tidak akan masuk Surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian.”[ Hadits riwayat Muslim no. 110. Kitab Al Iman]

Syarat Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ukhuwah karena Allah itu memiliki syarat-syarat asasi. Syarat-syarat ini akan menertibkan ikatan ukhuwah tersebut. Ukhuwah Islamiyah itu tidak akan diterima oleh Allah ‘Azza wa jalla kecuali bila kaum Muslimin itu menetapi syarat-syarat tersebut dan melakukannya dengan sebaik-baiknya.

Menurut Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al Jarullah, di dalam salah satu bukunya yaitu Al-Ukhuwah Al-Islamiyah wa Atsaruha, syarat-syarat ukhuwah Islamiyah yang paling penting dan mendasar adalah:

  1. Ukhuwah harus murni karena Allah
  2. Ukhuwah karena Allah harus diiringi dengan iman dan takwa
  3. Ukhuwah itu harus berpegang teguh dengan manhaj Islam.
  4. Ukhuwah harus tegak di atas nasehat untuk Allah dan untuk para hamba-Nya.

Dalam hadits Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Agama adalah nasihat.” Kami berkata, “Untuk siapa?” Nabi bersabda,”Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya dan bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta umat Islam seluruhnya.” [Hadits riwayat Muslim]

Hak-hak Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ukhuwah Islamiyah itu memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh masing masing muslim. Hak-hak ukhuwah Islamiyah ini cukup banyak. Berdasarkan kajian Dr. Abdullah Nashih Ulwan terhadap hadits-hadits yang terkait, hak-hak ukhuwah Islamiyah secara umum adalah:

  1. Menyebarkan salam
  2. Menjawab salam
  3. Menjenguk muslim yang sakit
  4. Mengiringi jenazah
  5. Memenuhi undangan seorang muslim
  6. Mendoakan orang yang bersin
  7. Memenuhi permintaan orang yang bersumpah kepada Allah agar dirinya melakukan sesuatu.
  8. Menolong muslim yang dizhalimi
  9. Memperhatikan nasehat
  10. Menghilangkan derita yang menimpa.
  11. Memudahkan orang yang sedang berada dalam kesulitan.
  12. Menutup mata dari aib saudaranya.
  13. Menjauhkan diri dari tindakan menyakiti saudaranya seperti dengki, saling membenci, kezhaliman dan melecehkan.

Dan masih ada yang lain lagi yang merupakan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang harus ada. [Al-ukhuwah Al Islamiyyah, Dr. Abdullah Nashih Ulwan hal. 20]

Sarana Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah,

Agar ukhuwah Islamiyah bisa terjalin kuat di antara kaum muslimin dan terlahir masyarakat muslim yang sangat kokoh hubungan kemasyarakatannya, dengan tingkat konflik yang rendah di antara individu yang ada di dalamnya, maka diperlukan upaya-upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan tersebut.

Menurut Syaikh Abdullah bin Jarullah Al-Jarullah, sarana-sarana untuk menguatkan semangat Ukhuwah Islamiyah di antaranya adalah:

  1. Bila seseorang menyukai yang lain hendaknya dia memberitahu saudaranya tersebut.
  2. Bila seseorang berpisah dari saudaranya seiman hendaknya dia memintanya agar mendoakan dirinya di saat dirinya tidak bersamanya.
  3. Bila berjumpa dengan saudaranya hendaknya dia menemuinya dengan wajah yang ceria, gembira, lembut dengan tersenyum.
  4. Bila berjumpa dengan saudaranya hendaknya bergegas untuk bersalaman dengannya dan mengucapkan salam kepadanya.
  5. Secara berkala mengunjungi saudaranya sesama Muslim.
  6. Memberikan ucapan selamat dan memasukkan rasa bahagia ke dalam hatinya di momen-momen yang membahagiakan.
  7. Mengucapkan takziah dan menghiburnya saat mendapat musibah.
  8. Membantunya saat membutuhkan.
  9. Memenuhi hak-hak ukhuwahnya secara sempurna.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Manfaat Ukhuwah Islamiyah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ukhuwah Islamiyah sebagai sebuah ajaran dan tuntunan kehidupan yang sangat agung tentu memiliki banyak faedah dan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung oleh kaum Muslimin. Sebab setiap ajaran Islam itu pasti mengandung maslahat bagi kaum muslimin dan umat manusia pada umumnya serta menjauhkan kaum muslimin dari madharat dan juga umat manusia. Namun kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Di antara manfaat dan faedah dari ukhuwah islamiyah adalah:

  1. Merasakan manisnya iman sehingga hidup berbahagia.
  2. Allah meliputinya dengan rahmat-Nya dan menjaganya dari kengerian pada hari kiamat.
  3. Mendapatkan keamanan dan kebahagiaan dan dimasukkan ke dalam kelompok 7 orang yang mendapatkan perlindungan pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.
  4. Merasakan bertambahnya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan mendapati rasa manisnya di dalam hati.
  5. Cinta karena Allah merupakan tanda penerimaan dan pintu taufik.
  6. Penambahan derajat di surga dicapai dengan kejujuran dalam bersaudara karena Allah.
  7. Orang-orang yang saling mencintai karena Allah hati mereka tenteram dan aman dari kondisi yang menakutkan dan wajah mereka bersinar dengan cahaya kebahagiaan pada hari kiamat.
  8. Ukhuwah Islamiyah itu merupakan ikatan iman yang kuat dan siapa yang berpegang teguh dengannya akan selamat.
  9. Orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan bersama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dari kalangan para Nabi, orang-orang yang Shiddiq, syuhada’ dan orang-orang shalih pada hari kiamat.
  10. Sesungguhnya ukhuwah karena Allah itu merupakan perilaku yang baik, persahabatan yang bermanfaat, perjalanan hidup yang bagus, niat yang baik dan kehidupan yang membahagiakan.
  11. Cinta karena Allah itu menunjukkan kesempurnaan agama, kejernihan batin, amal yang kokoh, takut kepada Allah, menjaga hak Allah dan menghormati kitab-Nya dan cinta kepada Nabi-Nya ﷺ
  12. Ukhuwah itu membantu ketaatan kepada Allah
  13. Ukhuwah merupakan bentuk jaminan sosial kemanusiaan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada kita semuanya sikap istiqamah di atas ketaatan kepada Allah serta menjauhi segala larangan-Nya dan menganugerahkan rezeki untuk bisa memenuhi hak-hak ukhuwah Islamiyah dan seluruh syarat-syaratnya dengan sebaik-baiknya.

Mari kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menutup khutbah Jumat ini.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
– Download Khutbah Jum’at

Print Friendly, PDF & Email