Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Dzulqa’dah & Amalan di dalamnya

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

 أَمَّا بَعْدُ

Mukaddimah Pembukaan Khutbah Jumat

Memasuki Bulan Dzulqa’dah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah adalah bulan haram pertama dari bulan-bulan haram yang ada dalam Islam.

Allah Ta’ala berfirman tentang bulan Haram sebagai berikut:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. [At-Taubah: 36]

Sebagian ahli ilmu berdalil dengan ayat tersebut bahwa dosa-dosa itu membesar di bulan haram. Imam Al-Qurthubi berkata dalam tafsirnya terhadap ayat:

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ

“maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

maksudnya adalah jangan menganiaya diri sendiri dengan melakukan dosa-dosa, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila mengagungkan sesuatu dari satu sisi, maka hal tersebut memiliki satu kehormatan saja.

Apabila Allah mengagungkannya dari dua sisi atau banyak sisi, maka hal tersebut memiliki banyak kehormatan. Maka sanksi amal buruk di dalamnya dilipatgandakan, sebagaimana pahala amal shaleh dilipatgandakan.”

Oleh karena itu, Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita bertakwa kepada Allah pada hari hari di bulan haram ini. Kita agungkan hari-hari di bulan haram ini sebagaimana Allah Ta’ala mengagungkannya. Sesungguhnya bulan haram itu termasuk syiar-syiar Allah Ta’ala. Alla Ta’ala berfirman,

ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. [Al-Hajj: 32]

Marilah kita agungkan hari-hari di bulan haram ini dengan melaksanakan berbagai kewajiban yang Allah tetapkan dan telah fardhukan kepada kita, berusaha keras mentaati Allah Ta’ala, beribadah kepada-Nya dengan cara yang Dia ridhai, serta bersikap waspada terhadap kezhaliman terhadap diri sendiri.

Kezhaliman terhadap diri sendiri bisa berupa melanggar apa saja yang Allah haramkan, melakukan apa saja yang Allah murkai dan melampaui batas-batas yang telah Allah tetapkan.

Semua ini harus kita tinggalkan baik di bulan haram atau bukan. Hanya saja di bulan haram, seperti bulan Dzulqa’dah ini, tuntutan untuk menjauhinya lebih kuat karena dosa-dosanya lebih berat.

Baca juga: Khutbah Jumat Tentang Ibadah Haji

Sebab Penamaan Dzulqa’dah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagaimana kita ketahui, bulan Dzulqa’dah adalah satu bulan haram yang diagungkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara sebab disebut dengan bulan haram adalah karena besarnya kehormatan bulan tesebut serta dosa dan pahala di bulan-bulan tersebut juga besar.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah mengkhususkan empat bulan dan menjadikannya sebagai bulan-bulan haram, lalu mengagungkan kehormatan di bulan tersebut, menjadikan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amal shaleh berpahala lebih besar.”

Bulan Dzulqa’dah atau bisa juga dibaca dengan Dzulqi’dah, dinamakan demikian, karena bangsa Arab itu di bulan ini duduk-duduk dan tidak melakukan perang dalam rangka untuk menghormati dan mengagungkannya.

Oleh karenanya, Dzulqa’dah ini merupakan bulan yang sunyi senyap bagi Jazirah Arab saat itu, karena biasanya mereka selalu mendengar hiruk pikuk peperangan di antara suku-suku di sana. Mereka adalah bangsa yangmana perang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Sebab lainnya dari dinamakan dengan Dzulqa’dah adalah mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan perjalanan dalam rangka melaksanakan ibadah haji.

Baca juga: Khutbah Jumat Amalan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Dzulqa’dah

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Bulan Dzulqa’dah memiliki sejumlah keutamaan yang selayaknya diketahui oleh setiap Muslim. Di antara keutamaan dari bulan Dzulqa’dah adalah:[i]

1. Termasuk Bulan Haram

Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu bulan Haram tanpa ada perselisihan pendapat sama sekali.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. [At-Taubah: 36]

Kemudian dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya masa telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit-langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan haram itu berurutan yaitu Dzul Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Muharram, lalu Rajab Mudhar yang terletak di antara Jumada (Al-Akhirah) dan Sya’ban.” [Hadits riwayat Al-Bukhari (3197) dan Muslim (1679)]

2. Termasuk Bulan yang agung di sisi Allah

Bulan-bulan haram –termasuk di dalamnya bulan Dzulqa’dah– adalah bulan-bulan yang agung di sisi Allah.

Di dalam bulan-bulan ini diharamkan melakukan kezhaliman terhadap diri sendiri dengan melakukan kemaksiatan dan melanggar batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah.

Imam Qatadah rahimahullah berkata, “Sungguh kezhaliman di bulan-bulan haram itu lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezhaliman di luar bulan haram. Meskipun kezhaliman dalam segala keadaan itu merupakan perkara besar (dosanya) akan tetapi Allah mengagungkan urusan-Nya sesuai yang Dia kehendaki.”

3. Tidak ada kezaliman kepada orang lain

Bangsa Arab pada masa jahiliyah dahulu amat sangat mengagungkan negeri haram dan bulan-bulan haram. Di antara bentuk pengagungan mereka kepada bulan haram ini adalah mereka tidak menakut-nakuti seorang pun, tidak pula menuntut balas atas darah yang telah dialirkan.

Sampai-sampai seorang lelaki di bulan haram atau di negeri haram melihat orang yang membunuh ayahnya atau anaknya atau saudaranya itu tidak terpengaruh atau tergerak untuk melakukan serangan kepadanya.

4. Termasuk bulan-bulan Haji

Dzulqa’dah termasuk bulan-bulan haji. Allah Ta’ala berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ

(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. [Al-Baqarah: 197]

Seorang sahabat nabi ﷺ bernama Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Bulan – bulan haji adalah Syawwal, Dzulqa’dah, dan 10 hari bulan Dzulhijjah.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari menyebutkannya di dalam shahihnya (2/141).

Baca juga: Khutbah Jumat Amalan Berpahala Haji dan Umroh

Peristiwa Besar di Bulan Dzulqa’dah

Termasuk keutamaan bulan Dzulqa’dah adalah banyak peristiwa besar di bulan ini. Berikut beberapa peristiwa yang pernah terjadi di bulan Dzulqa’dah:

1. Allah Ta’ala berjanji kepada Musa ‘alaihis salam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلاَثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Dan Kami telah Menjanjikan kepada Musa (Memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami Sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah Ditentukan Tuhan-nya empat puluh malam. [Al-A’raf: 142]

Mayoritas ahli tafsir berpendapat bahwa 30 malam itu maksudnya adalah bulan Dzulqa’dah dan sepuluh hari berikutnya adalah 10 hari bulan Dzulhijjah. Inilah pendapat Mujahid, Masruq dan Ibnu Juraij.

2. Rasul Menikah dengan Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘anha

Rasulullah ﷺ menikah dengan putri pamannya dari jalur ibu yaitu Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha, pada tahun 4 H pada bulan Dzulqa’dah dan pada bulan ini juga turun ayat hijab.

3. Terjadi Perang Khandaq atau Ahzab

Perang Khandaq atau Ahzab terjadi pada tahun 5 H di bulan Dzulqa’dah, walau ada juga ahli sejarah yang mengatakan terjadinya di bulan Syawal.

4. Terjadi perang Bani Quraizhah

Perang Bani Quraizhah terjadi pada tahun ke 5 H di bulan Dzulqa’dah, namun ada juga yang berpendapat terjadi di bulan Syawwal.

5. Shulhul Hudaibiyah (Perjanjian Hudaibiyah)

Shulhul Hudaibiyah (perjanjian Damai Hudaibiyah terjadi pada tahun ke 6 H di bulan Dzulqa’dah. Allah Ta’ala menyebut perjanjian damai tersebut sebagai kemenangan yang nyata.

Hal ini sebagaimana terdapat riwayat dari Anas bin Malik tentang firman Allah Ta’ala:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحاً مُّبِيناً -١-

Sungguh, Kami telah Memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. [Al-Fath: 1],

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, maksudnya adalah (perjanjian) Hudaibiyah. ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

155 Materi Khutbah Jumat Terbaru

Khutbah Kedua

الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَ اْلشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Amalan Di Bulan Dzulqa’dah

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bila dosa dilakukan di bulan haram itu berlipat dosanya, maka demikian juga dengan amal shaleh yang dilakukan di bulan Haram itu berlipat pahalanya. Lantas amalan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Dzul Qo’dah ini?

1. Umroh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid mengatakan bahwa di bulan Dzulqa’dah ini dianjurkan untuk melakukan umroh sebagai bentuk meneladani Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ telah melakukan umroh empat kali seluruhnya di bulan Dzulqa’dah dan tidak melakukan umroh di luar bulan itu sama sekali setelah hijrahnya Nabi ﷺ.

  1. Pertama, umroh pada masa perjanjian damai Hudaibiyah pada bulan Dzulqa’dah tahun 6 H.
  1. Kedua, umroh pada tahun berikutnya yaitu tahun 7 H juga bulan Dzulqa’dah. Ini adalah umroh Qodho’.
  1. Ketiga adalah umroh dari Ji’ronah saat membagi ghanimah perang Hunain pada bulan Dzulqa’dah tahun 8 H, yaitu tahun Fathu Makkah. Keempat adalah Nabi ﷺ melaksanakan umroh bersama haji di bulan Dzulqa’dah tahun 10 H.

Perlu diketahui bahwa umroh di bulan Dzulqa’dah itu lebih besar pahalanya dibandingkan bulan yang lain kecuali umroh di bulan Ramadhan, karena umroh di bulan Ramadhan keutamaannya setara dengan haji atau berhaji bersama Nabi ﷺ sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari (1863) dan Muslim (1256).

Diriwayatkan, ada sebagian ulama salaf yang menyatakan bahwa umroh di bulan Dzulqa’dah dan Syawal itu lebih utama daripada di bulan Ramadhan.

Di antara ulama tersebut adalah Ibnu Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum serta Atha’ bin Abi Rabah rahimahullah. Bagaimana pun juga umroh di bulan Dzulqa’dah itu mustahab.[ii]

2. Puasa Sunnah

Amalan lainnya yang dianjurkan di bulan Dzulqa’dah menurut Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid adalah melaksanakan puasa sunnah tanpa meyakini pengkhususan hari-hari tertentu dari bulan Dzulqa’dah dengan suatu keutamaan tambahan.

Pertimbangannya karena bulan Dzulqa’dah adalah salah satu bulan haram dan di bulan-bulan haram itu dianjurkan untuk berpuasa berdasarkan riwayat sebuah hadits:

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah.” [Hadits riwayat Abu Dawud (2428), dinyatakan sebagai hadits dha’if menurut Syaikh Al-Albani]

Ada riwayat yang menyatakan bahwa sebagian ulama salaf melaksanakan puasa di bulan Dzulqa’dah. Di antaranya adalah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Al-Hasan Al-Bashri dan Sufyan Ats -Tsauri. Ini merupakan madzhab mayoritas fuqaha’.[iii]

155 Kumpulan Khutbah Jumat Singkat

Doa Penutup Khutbah

Demikian tadi khutbah jumat tenang keutamaan bulan Dzul Qo’dah yang bisa kami sampaikan. Marilah kita akhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

عباد الله: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

فَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلَى سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ وَإِمَامِ اْلمُرْسَلِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَبِيْرًا.

اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلأَئِمَّةِ اْلمَهْدِيِّيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنَّا بِمُنِّكَ وَكَرَمِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَ اْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلِّ اْلكُفْرَ وَاْلكَافِرِيْنَ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَلَى اْلحَقِّ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيْزُ، اللَّهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيْزُ

اللَّهُمَّ فَرِّجْ هَمَّ اْلمَهْمُوْمِيْنَ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَنَفِّثْ كُرْبَ اْلمَكْرُوْبِيْنَ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ، اللَّهُمَّ وَاشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى اْلمُسْلِمِيْنَ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِيْ اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيْ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيْثُ أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ. اللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، وَأَعِذْنَا مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ () وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُون.

اُذْكُرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ اْلجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


[i] 15 Faidah fi Syahri Dzil Qo’dah, Syaikh Al Munajjid, hal 4-14 secara ringkas.

[ii] Ibid, hal. 8-11.

[iii] Ibid, hal. 11.

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
Khutbah Jum’at Singkat Terbaru
– Khutbah Jum’at Hikmah Haji
Khutbah Jum’at Keutamaan Bulan Muharram
Khutbah Jumat Tahun Baru Hijriyah 2022
Khutbah Idul Adha Tentang Pengorbanan

Print Friendly, PDF & Email