Keutamaan Shalat Tepat Waktu Dalam Islam

Shalat tepat waktu memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Sebab, shalat wajib adalah amal shalih yang sangat agung dalam Islam. Ia merupakan salah satu rukun Islam yang lima.

Shalat merupakan ukuran kebaikan seseorang dalam Islam.

Semakin baik shalatnya, semakin baik orang tersebut. Salah satu tanda shalat dilaksanakan dengan baik adalah bila dilaksanakan pada waktunya.

Tulisan berikut akan membahas tentang keutamaan shalat tepat waktu dan tips agar bisa shalat tepat waktu insyaallah.

Hadits Tentang Shalat Tepat Waktu

https://www.facebook.com/almunajjid

Terdapat dua hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat tepat waktu. Hadits pertama dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Nabi ﷺ bersabda:

أفضلُ الأعمالِ الصَّلاةُ لوقتِها ، و بِرُّ الوالديْنِ و الجِهادُ في سبيلِ اللهِ

Amal-amal yang paling utama adalah shalat pada waktunya dan berbakti kepada kedua orang tua serta jihad di jalan Allah.”

[Hadits riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Al-Albani di dalam kitab Shahih Al-Jâmi’, no. 1095.]

Hadits kedua dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ :

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟

قالَ: الصَّلاةُ علَى وقْتِها

قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: ثُمَّ برُّ الوالِدَيْنِ،

قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهادُ في سَبيلِ اللَّهِ،

قالَ: حدَّثَني بهِنَّ، ولَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزادَنِي

”Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?”

Beliau menjawab, ”Shalat pada waktunya.”

Ibnu Mas’ud bertanya lagi, ”Kemudian apa?” Beliau menjawab, ”Berbakti kepada kedua orang tua.”

Lalu Ibnu Mas’ud bertanya lagi,”Kemudian apa?” Beliau menjawab, ”Jihad di jalan Allah.”

Ibnu Mas’ud berkata, ”Beliau memberitahu aku amal-amal yang paling utama tersebut.

Andaikan aku meminta tambah beliau pasti akan menambah untukku.”

[Hadits riwayat Al-Bukhari di dalam Shahih Al-Bukhari no. 527]

Yang dimaksud shalat pada waktunya adalah pada waktu-waktunya dan tidak ditunda dari waktu tersebut (tidak keluar dari waktunya).i

Sementara Syaikh Abdul Azis bin Baz saat ditanya tentang makna : الصَّلاةُ علَى وقْتِها “shalat pada waktunya” beliau menjawab, ”Maksudnya adalah shalat di awal waktunya. Namun bila dilakukan pada pertengahan waktu atau akhir waktu itu sah, tidak ada dosa padanya. Namun bila menjaganya di awal waktu sebagaimana Nabi ﷺ menjaganya di awal waktu maka itu lebih utama.

Kecuali pada masalah-masalah yang dikecualikan, misalnya shalat zhuhur di saat sangat panas menyengat, maka menunggu saat suhu lebih dingin itu lebih utama.

Demikian pula dengan shalat Isya’, bila jamaah shalat belum berkumpul, maka memperhatikan jamaah hingga terkumpul itu disyariatkan. Sehingga shalat berjamaah dapat dilakukan.

Jadi, pada prinsipnya maksudnya adalah di awal waktu. Namun demikian harus tetap menjaga supaya ada kelonggaran waktu untuk berwudhu dan menyelesaikan kebutuhan, yakni sekitar 15 sampai dengan 30 menit setelah awal waktu. Ini demi menjaga agar orang-orang ada kelonggaran untuk berwudhu dan hadir ke masjid.ii

Ayat Tentang Waktu Shalat

https://www.flickr.com/photos/mohamadalkobaysi/

Di dalam Al Qur’an banyak disebutkan tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan shalat. Tak terkecuali adalah tentang waktu sholat.

Sebab, shalat adalah ibadah yang sudah ada ketetapan waktunya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An-Nisa’: 103]

Rincian waktunya terdapat pada ayat-ayat berikut:

1. Surat Al-Isra’: 78

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

لِدُلُوكِ الشَّمْسِ “sesudah matahari tergelincir” ini isyarat untuk shalat zhuhur dan ashar. Sedangkan إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ “sampai gelap malam” ini isyarat untuk shalat maghrib dan isyak. وَقُرْآنَ الْفَجْرِ dirikanlah pula shalat) subuh “ ini isyarat untuk shalat shubuh.

2. Surat Ar-Rum: 17-18

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,

dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada sore hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.”

Para ulama berkata,” yang dimaksud dengan tasbih di dalam ayat ini adalah shalat. حِينَ تُمْسُونَ “di waktu kamu berada di petang hari” ini mengisyaratkan kepada shalat maghrib dan isyak. وَحِينَ تُصْبِحُونَ “dan waktu kamu berada di waktu subuh” ini mengisyaratkan kepada shalat shubuh.

وَعَشِيًّا “dan di waktu kamu berada pada sore hari” ini mengisyaratkan kepada shalat ashar. [catatan : (al ‘asyiyy) adalah waktu yang terbentang setelah ashar sampai terbenamnya matahari.iii ] dan وَحِينَ تُظْهِرُونَ di waktu kamu berada di waktu Zuhur.” Adalah isyarat kepada shalat zhuhur.

3. Surat Huud: 114

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”

Pendapat ulama yang paling dekat tentang ayat ini menyatakan bahwa : طَرَفَيِ النَّهَارِ “pada kedua tepi siang itu mengisyaratkan awal siang adalah shalat shubuh sedangkan shalat zhuhur dan ashar pada akhir siang , maksudnya pertengahan akhir dari siang hari.

Sedangkan وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ “dan pada bahagian permulaan daripada malam” mengisyaratkan kepada shalat maghrib dan isyak.[Adhwaul Bayan fi Idhahil Qur’an bil qur’an (1/280) , Al-Allamah Muhammad al-Amin Asy Syinqithy, penerbit: Darul Fikr lith- Thiba’ah wan nasyr wat tauzi’, Beirut, Lebanon, 1415 H / 1995 M.]iv

Keutamaan Shalat Tepat Waktu

Ada banyak keutamaan dari melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Neraka diharamkan atas dirinya

عَنْ حَنْظَلَةَ الْأُسَيْدِيِّ رضي الله تعالى عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : «مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، عَلَى وُضُوئِهَا، وَمَوَاقِيتِهَا، وَرُكُوعِهَا وَسُجُودِهَا، يَرَاهَا حَقًّا لِلَّهِ عَلَيْهِ حُرِّمَ عَلَى النَّارِ» حسنه الألباني في (صحيح الترغيب:381). وروى أبو داود (1420)، والنسائي (461)

Dari Hanzhalah al-Usaidi radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Siapa yang menjaga shalat lima waktu pada wudhunya, waktu-waktu shalatnya, ruku’nya dan sujudnya serta memandang shalat lima waktu tersebut merupakan hak Allah yang menjadi kewajiban atas dirinya, dia diharamkan untuk neraka.”

[Al-Albani meng-hasan-kannya di dalam Shahih At-Targhîb: 381. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (1420) dan An-Nasa’i (461)

2. Dijanjikan oleh Allah masuk Surga.

خمسُ صلواتٍ افترضَهُنَّ اللَّهُ علَى عبادِهِ فمن جاءَ بِهِنَّ لم ينتقِصْ منهنَّ شيئًا استخفافًا بحقِّهنَّ فإنَّ اللَّهَ جاعلٌ لَه يومَ القيامةِ عَهْدًا أن يُدْخِلَهُ الجنَّةَ ومن جاءَ بِهِنَّ قدِ انتقَصَ منهنَّ شيئًا استخفافًا بحقِّهنَّ لم يَكُن لَه عندَ اللَّهِ عَهْدٌ إن شاءَ عذَّبَهُ وإن شاءَ غفرَ لَهُ

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu Ta’ala ‘anhu , dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,”Shalat lima waktu itu telah ditetapkan sebagai kewajiban bagi para hamba-Nya. Maka siapa yang melaksanakannya dan tidak mengurangi sesuatu pun dari shalat lima waktu tersebut karena meremehkan hak-hak shalat tersebut, maka Allah akan menjadikan baginya sebuah perjanjian pada hari kiamat untuk dimasukkan ke dalam Surga.

Dan siapa melaksanakannya dengan mengurangi sesuatu dari shalat tersebut karena meremehkan hak-hak shalat tersebut maka dia tidak memiliki perjanjian di sisi Allah. Jika Allah menghendaki Allah akan menyiksanya dan jika Allah menghendaki Allah akan memasukkannya ke dalam Surga.”

[Hadits riwayat Abu Dawud (425), An-Nasa’i (461) dan Ibnu Majah (1401) dan lafazh ini miliknya, serta Ahmad (22756). Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih di dalam Shahih Ibnu Majah no. 1158.]

3. Allah menjanjikan akan mengampuni dosa-dosanya

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله عليه وسلم يقول : ( خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى ، مَنْ أَحْسَنَ وُضُوءَهُنَّ وَصَلَّاهُنَّ لِوَقْتِهِنَّ ، وَأَتَمَّ رُكُوعَهُنَّ وَخُشُوعَهُنَّ ، كَانَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ ، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ، فَلَيْسَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ ، إِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ ) ، وصححه الألباني رحمه الله في “صحيح سنن أبي داود “

Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu dia berkata,” Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,”Shalat lima waktu telah Allah Ta’ala wajibkan (bagi para hamba-Nya). Siapa yang memperbagus wudhunya dan melaksanakannya pada waktunya, dan menyempurnakan ruku’ dan khusyu’ dalam shalat tersebut maka Allah akan memberikan kepadanya perjanjian untuk mengampuninya.

Dan siapa yang tidak melakukan shalat (dengan cara sebagaimana telah disebutkan tadi) maka Allah tidak akan memberikan perjanjian kepadanya. Jika Allah menghendaki Allah akan mengampuninya dan jika Allah menghendaki Allah akan mengadzabnya.”

[Hadits riwayat Abu Dawud (425) , Ahmad (22196). Syaikh Al-Albani rahimahullah menshahihkannya di dalam Shahih Sunan Abu Dawud.]

Jam-Penunjuk-Waktu-Sholat-Digital
Alat Bantu Agar Bisa Shalat Tepat Waktu buatan PabrikJamMasjid.com

Tips Agar Bisa Shalat Tepat Waktu

Berikut ini beberapa tips yang diharapkan bisa membantu kaum muslimin untuk bisa melaksanakan shalat pada waktunya.

Sebagian tips ini kami ambil dari penjelasan Markazul Fatwa di bawah pengelolaan Syaikh Dr. Abdullah Al-Faqih asy Syinqithi hafizhahullah, yaitu poin nomor 1-5.

  1. Berteman dengan orang-orang shalih
  2. Duduk bersama para ulama
  3. Mendengarkan nasehat-nasehat mereka.
  4. Terus menerus mengingat akhirat
  5. Memperbaharui taubat
  6. Senantiasa mengingat bahwa shalat adalah perkara pertama yang akan dihisab di hari kiamat.
  7. Senantiasa mengingat tentang wajibnya shalat pada waktunya dan itu merupakan syarat sahnya shalat.
  8. Senantiasa mengingat bahwa ciri utama orang munafik adalah malas dalam melaksanakan shalat dan suka menunda-nundanya hingga keluar waktu shalat.
  9. Senantiasa mengingat besarnya keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada orang muslim yang shalat di awal waktu dengan memenuhi syarat, rukun dan adabnya dengan baik.
  10. Memasang jadwal waktu shalat digital di rumah atau kantor. Jam tersebut bisa berbunyi ketika waktu sholat telah tiba. Sehingga, kita bisa bersegera untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya agar dapat memperoleh banyak keutamaannya.
  11. Bagi yang punya smartphone agar menginstall aplikasi yang menyediakan fitur jadwal waktu shalat dan notifikasi adzan yang akurat sesuai wilayahnya sehingga senantiasa ada peringatan saat tiba waktu shalat.
  12. Bagi suami istri supaya saling mengingatkan pasangannya untuk memegang teguh perintah shalat agar dijalankan pada waktunya, utamanya di awal waktu. Keluarga yang saling mengingatkan dan menguatkan untuk senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah keluarga yang diberkahi.
  13. Bagi orang tua sudah semestinya memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya dengan berdisiplin melaksanakan shalat di awal waktu kecuali ada udzur syar’i yang menghalangi. Ini untuk membentuk kebiasaan positif semenjak belum mukallaf (baligh). Kebiasaan yang baik ini akan sangat meringankan sang anak untuk melaksanakan shalat pada waktunya di masa dewasa kelak insyaallah.
  14. Senantiasa berdoa agar Allah menolongnya untuk bisa melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Doa berikut ini adalah doa yang diwasiatkan oleh Rasulullah ﷺ kepada sahabatnya Mua’dz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu agar jangan pernah meninggalkannya.

Nabi ﷺ sampai berwasiat berarti menunjukkan betapa pentingnya doa ini. Maka hendaknya kita amalkan seteguh mungkin.

Dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata,” Rasulullah ﷺ pernah memegang tanganku kemudian bersabda,”Wahai Mu’adz! Demi Allah aku benar-benar mencintaimu. Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu’adz, jangan pernah meninggalkan pada akhir setiap shalat agar kamu mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allâhumma a’innii ‘alâ dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatik

Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” [Hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad shahih.]

Demikian tadi penjelasan singkat tentang keutamaan shalat tepat waktu dalam Islam. Semoga bermanfaat.

Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu merupakan rahmat Allah semata.

Dan bila ada kesalahan dan penyimpangan maka itu dari kami dan dari setan. Semoga Allah mengampuni kesalahan kami dan kaum Muslimin.

Referensi Artikel Keutamaan Shalat Tepat Waktu:

i https://halakat.taimiah.org/index.aspx?function=Printable&id=946&node=3541

ii https://binbaz.org.sa/fatwas/24132/%D9%85%D8%B9%D9%86%D9%89-%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D9%88%D9%82%D8%AA%D9%87D8%A7

iii https://tafsirweb.com/7382-quran-surat-ar-rum-ayat-18.html

iv https://alimam.ws/ref/2146

Leave a Comment

error: Content is protected !!