Khutbah Jumat: Valentine Day Dalam Islam, Sejarah dan Sikap Muslim

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Mukaddimah Pembukaan Khutbah Jumat

Mukadimah

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengaruniakan kepada kita nikmat yang tak terbatas jumlahnya, terutama hidayah iman dan Islam, nikmat keamanan, kesehatan dan kecukupan rezeki.

Dengan semua nikmat tersebut, kita bisa dengan mudah, aman dan nyaman menghadiri masjid ini untuk menunaikan salah satu kewajiban agung dalam Islam yaitu ibadah shalat Jumat.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya dan kaum Muslimin yang mengikuti sunnah beliau dengan penuh keikhlasan dan kesabaran hingga akhir zaman.

Kemudian kami berwasiat kepada Jamaah shalat Jumat sekalian dan juga kepada diri kami pribadi, marilah kita senantiasa berusaha semaksimal kemampuan yang kita miliki, untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala di mana pun kita berada.

Valentine Budaya Maksiat Berkedok Kasih sayang

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Saat ini kita berada di awal bulan Februari. Di setiap tanggal 14 bulan Februari, jutaan orang di berbagai penjuru dunia merayakan hari yang sering disebut dengan Valentine’s Day atau hari kasih sayang.

Hari tersebut dirayakan dengan berbagai cara. Ada yang saling mengirim ungkapan kasih sayang, baik berupa kata-kata, bunga, cokelat atau yang lainnya, kepada orang-orang yang mereka cintai.

Hingga ada yang sampai pada taraf melakukan perzinaan antara pria dan wanita, terutama di kalangan remaja dan pemuda di malam hari Valentine’s Day. Alasannya, sebagai ungkapan rasa kasih sayang.

Azimah Subagio, ketua Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) dalam sebuah kajian tentang Perempuan dan Ketahanan Keluarga di bulan Februari 2021 yang lalu, menyampaikan fakta bahwa sejak sepuluh tahun terakhir, ternyata alat kontrasepsi berupa kondom penjualannya meningkat tajam di malam hari Valentine.

Dia mengatakan, ”Fenomena ini tentu bukanlah suatu kebetulan semata. Tentunya ada maksud dari orang-orang yang beramai-ramai membeli kondom di momen Valentine tersebut. Apalagi jika bukan untuk melakukan hubungan seks agar tidak hamil.”[i]

Fakta ini sungguh mengerikan dan sangat memprihatinkan. Telah terjadi degradasi moral di kalangan generasi muda yang mayoritas muslim di negeri ini, sampai pada taraf melakukan zina secara rutin sudah dianggap biasa, terutama pada hari kasih sayang tersebut.

Sejarah Valentine’s Day

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sejarah dari Valentine’s Day dan manusia sucinya atau santo-nya sebenarnya masih menjadi misteri. Dalam sebuah website tentang sejarah dalam bahasa Inggris disebutkan bahwa:

Hari Valentine jatuh setiap tanggal 14 Februari. Di seluruh Amerika Serikat dan di tempat lain di seluruh dunia, permen, bunga, dan hadiah dipertukarkan di antara orang-orang terkasih, semuanya atas nama Saint Valentine. Tetapi siapa santo misterius ini dan dari mana tradisi-tradisi ini berasal?

Gereja Katolik mengakui setidaknya ada tiga santo (orang suci) yang berbeda, bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Salah satu legenda menyatakan bahwa Valentine adalah seorang pendeta yang bertugas selama abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang menjadi prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan untuk pria muda.

Karena menyadari ketidakadilan dekrit itu, Valentine menentang Claudius dan terus mengadakan pernikahan untuk para pasangan muda secara rahasia. Ketika tindakan Valentine ditemukan, Claudius memerintahkan agar dia dihukum mati.

Yang lain lagi bersikeras bahwa yang dimaksud dengan santo itu adalah Saint Valentine dari Terni, seorang uskup, yang merupakan nama sebenarnya dari liburan itu. Dia juga dipenggal oleh Claudius II di luar Roma.

Cerita lain menunjukkan bahwa Valentine mungkin telah dibunuh karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras, di mana mereka sering dipukuli dan disiksa.

Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim “valentine” pertama untuk menyapa dirinya sendiri setelah dia jatuh cinta dengan seorang gadis muda — mungkin putri sipirnya — yang mengunjunginya selama kurungannya.

Sebelum kematiannya, dia diduga menulis surat bertanda “Dari Valentine Anda,” sebuah ungkapan yang masih digunakan sampai sekarang.

Meskipun kebenaran di balik legenda Valentine tidak jelas, semua cerita menekankan daya tariknya sebagai sosok yang simpatik, heroik, dan—yang terpenting—romantis. Pada Abad Pertengahan, mungkin berkat reputasi ini, Valentine menjadi salah satu santo paling populer di Inggris dan Prancis.

Sementara beberapa orang percaya bahwa Hari Valentine dirayakan pada pertengahan Februari untuk memperingati hari kematian atau penguburan Valentine — yang mungkin terjadi sekitar tahun 270 M —, yang lain mengklaim bahwa gereja Kristen mungkin telah memutuskan untuk menempatkan hari raya Saint Valentine di tengah bulan Februari dalam upaya untuk “mengkristenkan” perayaan Lupercalia yang dilakukan para penyembah dewa.

Hari raya yang dirayakan pada pertengahan Februari, atau 15 Februari, Lupercalia adalah festival kesuburan yang didedikasikan untuk Faunus, dewa pertanian Romawi, serta pendiri Romawi Romulus dan Remus.

Untuk memulai festival, anggota Luperci, ordo pendeta Romawi, akan berkumpul di sebuah gua suci di mana bayi Romulus dan Remus, pendiri Roma, diyakini dirawat oleh serigala betina atau disebut dengan ‘lupa’.

Para pendeta akan mengorbankan seekor kambing, untuk kesuburan, dan seekor anjing, untuk pemurnian. Mereka kemudian akan mengupas kulit kambing menjadi potongan-potongan, mencelupkannya ke dalam darah korban dan turun ke jalan, lalu dengan lembut menampar baik wanita maupun ladang tanaman dengan kulit kambing.

Bukannya takut, wanita Romawi menyambut baik sentuhan kulit tersebut karena dipercaya bisa membuat mereka lebih subur di tahun mendatang.

Di kemudian hari, menurut legenda, semua wanita muda di kota itu akan memasukkan nama mereka ke dalam guci besar. Para bujangan kota masing-masing akan memilih nama dan dipasangkan untuk tahun itu dengan wanita pilihannya. Pertandingan ini sering berakhir dengan pernikahan.[ii]

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity).

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Glasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).[iii]

Uskup Gelasius mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai St. Valentine’Day (Hari Saint Valentine / Hari Santo Valentine ). Namun, tidak lama kemudian, hari itu secara definitif dikaitkan dengan cinta.

Selama Abad Pertengahan, umumnya diyakini di Prancis dan Inggris bahwa 14 Februari adalah awal musim kawin burung, yang menambahkan gagasan bahwa pertengahan Hari Valentine seharusnya menjadi hari romantis.

Penyair Inggris Geoffrey Chaucer adalah orang pertama yang mencatat Hari St. Valentine sebagai hari perayaan romantis dalam puisinya tahun 1375 “Parliament of Foules, ”.

Dia menulis puisi, yang salah satu baitnya berbunyi, ”Karena sekarang adalah Saint Valentine’s Day (Hari Santo Valentine). Ketika setiap unggas datang ke sana untuk memilih pasangannya.”[iv]

Demikian kurang lebih asal-usul dari Hari Valentine, yaitu hari penghormatan terhadap seorang Santo atau orang yang disucikan dalam agama Kristen, yang kemudian beralih menjadi sebuah hari pengungkapan kasih sayang kepada orang yang dicintai.

Rekomendasi Khutbah Bulan Dzulhijjah

Valentine Day Dalam Islam

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Perlu kita ketahui bersama bahwa Majlis Ulama Indonesia dalam fatwanya no. 3 tahun 2017 telah menegaskan bahwa haram bagi umat Islam merayakan Hari valentine.

Paling tidak ada tiga pertimbangan MUI melarang umat Islam merayakan Valentine’s Day:

  1. Valentine’s Day bukan hari raya Islam.
  2. Dalam perayaan Hari Valentine sering terdapat ungkapan kasih sayang berlebihan hingga menjerumuskan kaum muda kepada pergaulan bebas seperti seks bebas.
  3. Bila umat Islam ikut merayakannya berarti menoleransi kemaksiatan atau termasuk mendorong kepada kemaksiatan menjadi perkara lumrah atau boleh dilakukan.

Dasar dari Al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Ali Imran: 64 yang memerintahkan agar seorang Muslim memegang teguh jati dirinya sebagai Muslim, berperilaku sesuai dengan keyakinan Islam dan menolak untuk mengikuti keyakinan non Muslim atau bertasyabbuh.

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ – ٦٤

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”

Kemudian terdapat hadits yang melarang kaum Muslimin menyerupai non Muslim:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ) رواه أبو داود (اللباس / 3512) قال الألباني في صحيح أبي داود : حسن صحيح . برقم (3401

Dari Ibnu Umar, ia berkata, ”Rasulullah ﷺ bersabda, ”Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.”

[Hadits riwayat Abu Dawud, kitab Al-Libas no. 3512. Syaikh Al-Albani berkata, ”Hasan shahih.” di dalam Shahih Abi Dawud no. 3401]

AL-Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’ atau Komite Tetap Untuk Riset dan Fatwa Saudi Arabia di bawah pimpinan Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh berpendapat sama dengan MUI.

Dalam fatwanya tentang hukum merayakan Valentine’s Day, al-Lajnah Ad-Daimah menegaskan:

”Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang dari memberikan kesetiaan kepada orang-orang kafir dalam al-Quran dan telah terdapat riwayat yang sah bahwa Nabi ﷺ bersabda,

 مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.”

Valentine’s Day termasuk dalam hal ini, karena Valentine’s Day adalah perayaan umat penyembah berhala Nasrani. Maka, tidak halal bagi seorang Muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk melakukannya atau mendukungnya atau memberi ucapan selamat Valentine Day.

Bahkan wajib meninggalkan dan menjauhinya untuk memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi sebab-sebab kemurkaan dan siksa Allah.

Seorang Muslim juga diharamkan membantu perayaan ini atau perayaan-perayaan yang haram lainnya dalam bentuk apa pun baik dengan makan, minum, jual – beli, produksi, hadiah, korespondensi, iklan untuk promosi dan lain-lain, karena semua hal ini masuk dalam kategori saling membantu dalam melakukan dosa, pelanggaran dan kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ –

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. [Al-Maidah: 2][v]

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

155 Khutbah Jumat Singkat Terbaru

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Sikap Seorang Muslim Tentang Hari Valentine

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Telah jelas bagi kita tentang sejarah Valentine’s Day. Ia bersumber dari perayaan para penyembah dewa, dan kemudian diakomodasi oleh gereja dan dijadikan sebagai hari raya untuk menghormati salah seorang santo bernama Valentine.

Pada asalnya, Valentine’s Day tidak ada hubung kaitnya dengan masalah kasih sayang, maka sebagai kaum Muslimin yang taat kepada Allah Ta’ala, hendaknya kita dan keluarga kita menghindari sejauh mungkin terlibat dalam perayaan Valentine’s Day.

Secara hukum para ulama telah menegaskan keharamannya. Ciri khas orang mukmin yang baik adalah tunduk dan patuh terhadap ketentuan syariat Islam, berpegang teguh kepadanya dan tidak mengikuti hawa nafsunya atau hawa nafsu kebanyakan orang.

Seorang muslim wajib berpegang teguh dengan al-Quran dan As-Sunnah dalam semua keadaan terutama di masa – masa penuh kekacauan dan banyak kerusakan.

Kita harus senantiasa ingat bahwa Islam adalah Diinur rahmah, agama kasih sayang. Islam melarang umatnya menzhalimi dirinya sendiri dan orang lain meskipun non Muslim, apalagi saudaranya seagama dan keluarganya. Hal ini dilakukan setiap saat dan secara terus menerus tak kenal hari.

Oleh karenanya, umat Islam tidak butuh kepada perayaan hari tertentu untuk mengungkapkan kasih sayang, karena hal itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keyakinannya dan perilakunya sehari-hari.

Dan sungguh sangat tidak layak, seorang Muslim ikut merayakan hari raya non Muslim yang dikhususkan untuk menghormati orang suci menurut mereka.

155 Kumpulan Khutbah Jumat Singkat

Doa Penutup

Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari menyerupai orang-orang non Muslim dalam hal yang merupakan ciri khas keagamaan mereka. Wallahu a’lam. Marilah kita berdoa kepada Allah Ta’ala untuk menutup khutbah ini:

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللهم احفَظ المُسلمين في كل مكان، اللهم احفَظ المُسلمين في بلاد الشام، وانصُرهم على عدوِّهم وعدوِّك يا رب العالمين

اللهم إنا نسألُك الجنةَ وما قرَّبَ إليها من قولٍ وعملٍ، ونعوذُ بك من النار وما قرَّب إليها من قولٍ وعملٍ

اللهم أصلِح لنا دينَنا الذي هو عصمةُ أمرنا، وأصلِح لنا دُنيانا التي فيها معاشُنا، وأصلِح لنا آخرتَنا التي إليها معادُنا، واجعل الحياةَ زيادةً لنا في كل خيرٍ، والموتَ راحةً لنا من كل شرٍّ يا رب العالمين

اللهم إنا نسألُك الهُدى والتُّقَى والعفافَ والغِنى، اللهم أعِنَّا ولا تُعِن علينا، وانصُرنا ولا تنصُر علينا، وامكُر لنا ولا تمكُر علينا، واهدِنا ويسِّر الهُدى لنا، وانصُرنا على من بغَى علينا

اللهم اجعَلنا لك ذاكِرين، لك شاكِرين، لك مُخبتين، لك أوَّاهين مُنيبين

اللهم تقبَّل توبتَنا، واغسِل حوبتَنا، وثبِّت حُجَّتنا، وسدِّد ألسِنتَنا، واسلُل سخيمةَ قلوبنا

اللهم اغفِر للمُسلمين والمُسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، اللهم ألِّف بين قلوبِ المُسلمين ووحِّد صُفوفَهم، واجمع كلمتَهم على الحقِّ يا رب العالمين

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴾ [النحل: 90]

فاذكروا اللهَ يذكُركم، واشكُروه على نعمِه يزِدكم، ولذِكرُ الله أكبر، واللهُ يعلمُ ما تصنَعون


[i] https://www.republika.co.id/berita/qoi9pw396/azimah-waspadai-hari-valentine-dan-budaya-permisif-remaja

[ii] https://www.history.com/topics/valentines-day/history-of-valentines-day-2

[iii] https://fis.uii.ac.id/blog/2007/02/09/valentines-day-jalan-penghancuran-islam-bukan-hari-kasih-sayang/

[iv] https://www.history.com/topics/valentines-day/history-of-valentines-day-2

[v] http://iswy.co/e47de

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
– Kumpulan Khutbah Jum’at Terbaru

Print Friendly, PDF & Email