8 Tips Memilih Tema & Ide Khutbah Jum’at

Kendala yang sering melanda khatib Jum’at adalah kebuntuan tema dan ide khutbah terutama khatib pemula. Terlebih ketika waktu untuk khutbah sudah sangat mepet. Memilih tema untuk khutbah bisa sangat melelahkan.

Anda mungkin merasa bahwa Anda memiliki jumlah tema yang tidak terbatas untuk dipilih, namun ada kesulitan untuk memilihnya. Ada beberapa langkah yang dapat membantu mempersempit pilihan Anda.

Langkah Memilih Tema

Agar bisa memilih tema yang tepat untuk khutbah, Anda harus mempertimbangkan pengetahuan dan minat Anda serta audiens dan tujuan Anda. Jika Anda ingin tahu bagaimana memilih tema untuk khutbah, langkah-langkah berikut ini mudah-mudahan bisa membantu Anda.

1. Pertimbangkan Tujuan Dari Khutbah Anda

Tujuan anda dalam berkhutbah akan berperan dalam menentukan tema dari khutbah anda. Tujuan dari sebuah khutbah bisa berupa menjelaskan hukum sesuatu. Misalkan tentang hukum shalat berjamaah menurut fikih 4 madzhab. Ini bersifat ekspalanatif. Menjelaskan sesuatu.

Ada yang bertujuan mempengaruhi jamaah Jumat agar melakukan atau meninggalkan sesuatu. Misal, menghasung jamaah Jumat untuk melazimi shalat berjamaah di masjid. Khutbah semacam ini bersifat persuasif. Temanya bisa tentang keutamaan shalat jamaah atau manfaat shalat berjamaah di masjid.

Ada khutbah yang bertujuan untuk meyakinkan jamaah Jumat tentang sesuatu. Sang khatib ingin Jamaah memiliki keyakinan dan pandangan sebagaimana dirinya. Misalnya tentang mengapa seorang muslim harus mengikuti manhaj dan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah sesuai dengan pemahaman para ulama As-Salaf Ash-Shalih.

Masih ada yang lain lagi. Itu tadi sekedar contoh saja bagaimana tujuan dari sebuah khutbah bisa menjadi alat untuk menentukan tema apa yang sebaiknya dipilih untuk disampaikan kepada Jamaah Jumat. Para pembaca bisa mengembangkan lebih jauh.

2. Pertimbangkan Audiens Anda

Pertimbangkan pengetahuan audiens Anda. Jika Anda ingin terhubung dengan audiens Anda, maka Anda harus mempertimbangkan pengetahuannya sebelum Anda memilih tema.

Jika Anda berbicara kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang suatu tema, Anda tidak perlu membuang waktu dengan mendiskusikan aspek paling dasar dari tema itu.

Pertimbangkan tingkat pendidikan audiens Anda. Jika Anda berbicara di lingkungan berpendidikan, seperti di kampus dan pondok pesantren, Anda dapat menggunakan istilah-istilah akademik dan frasa yang kompleks.

Tetapi jika Anda menyampaikan khutbah kepada siswa sekolah menengah, Anda harus mengubah istilah dan frasa yang kompleks agar lebih mudah dipahami audiens Anda.

Pertimbangkan kebutuhan dan minat audiens Anda. Apa yang perlu diketahui audiens Anda, dan apa yang menarik minat audiens Anda? Tempatkan diri Anda pada posisi audiens dan buat daftar semua hal yang akan dipedulikan audiens. Audiens remaja akan peduli tentang hal-hal yang sangat berbeda dari audiens dewasa. Apalagi mereka yang sudah tua.

Bila kondisi audiens bercampur antara usia remaja, dewasa dan tua hingga lansia, ini akan menyebabkan Anda harus mencari tema yang menarik semua lapisan usia sekaligus mereka butuhkan.

Demikan juga audiens dengan background pendidikan yang beragam akan menjadikan pilihan tema yang berbeda dengan audiens yang homogen dalam tingkat pendidikan.

Beragamnya tingkat pendidikan audiens memaksa seorang khatib untuk mencari tema yang bisa dicerna dengan mudah oleh seluruh lapisan pendidikan tersebut. Dan tentu dengan gaya bahasa yang sesuai.

3. Pertimbangkan Bidang Keahlian Anda

Saat memilih tema, pertimbangkan bidang di mana Anda memiliki keahlian. Mempertimbangkan bidang keahlian Anda dapat membantu Anda memutuskan tema apa yang akan Anda bicarakan.

Bidang keahlian adalah bidang di mana Anda memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Memilih bidang keahlian untuk suatu tema memiliki keuntungan karena Anda sudah memiliki pengetahuan yang membuatnya lebih mudah untuk dijelaskan kepada audiens.

Saat mencoba memilih tema untuk khutbah Anda, pertimbangkan area mana pun yang Anda kuasai. Jangan berharap untuk berbicara dengan lancar tentang tema yang Anda ketahui sedikit atau tidak tahu sama sekali.

Kefasihan Anda akan berbanding lurus dengan dua kondisi penting: pengetahuan Anda tentang apa yang akan Anda katakan, dan Anda terbiasa menyampaikan apa yang Anda ketahui kepada audiens.

Ketika mencoba untuk menentukan tema apa yang akan Anda sampaikan, memilih area di mana Anda memiliki keahlian di dalamnya, akan meningkatkan kemungkinan khutbah Anda menjadi sebuah komunikasi yang efektif dengan audiens Anda.

Di depan audiens, Anda menjadi orang yang sangat otoritatif tentang tema yang Anda bicarakan. Hal ini mungkin membantu untuk memiliki pengetahuan yang berwibawa. Khutbah yang temanya terkait dengan bidang keahlian Anda akan memanfaatkan pengetahuan Anda yang luas, sehingga memudahkan Anda untuk menjelaskan secara spesifik tema tersebut kepada audiens.

4. Pertimbangkan Minat Anda

Minat adalah sesuatu yang Anda sadari tetapi tidak terlalu Anda ketahui. Memilih sesuatu yang Anda minati sebagai tema, kemungkinan besar akan mengubah Anda dari pemula menjadi orang yang otoritatif.

Ada banyak keuntungan untuk mencari tema khutbah Anda di area yang diminati. Saat Anda meneliti tema Anda, Anda akan beralih dari sekedar memiliki minat, menjadi memiliki pemahaman yang baik.

Dengan cara ini, perjalanan Anda akan mencerminkan audiens yang akan Anda ajak bicara. Tujuan Anda sebagai pembicara adalah untuk membuat audiens tertarik dengan tema khutbah Anda dan kemudian menginformasikan kepada mereka tentang tema tersebut selama khutbah Anda.

Saat memilih tema, pikirkan tentang area yang menarik minat Anda. Kemudian tanyakan pada diri Anda beberapa pertanyaan, seperti ”Mengapa menurut saya ini menarik?” dan ”Apa yang secara khusus menarik minat saya tentang tema ini? Kemudian pertimbangkan bagaimana Anda dapat memperkaya minat ini dengan meneliti area tersebut dan mempelajari lebih lanjut tentangnya.

Jika Anda memilih sesuatu yang Anda sukai, maka audiens Anda akan dapat melihat dan merasakan minat Anda. Ini juga akan membuat Anda lebih bersemangat untuk menghasilkan ide-ide untuk khutbah dan menyampaikan khutbah.

Pilih tema yang berhubungan dengan minat Anda. Misalnya anda benar-benar berminat tentang masalah sejarah Islam. Anda, misalnya, bisa memilih tema tentang pelajaran-pelajaran dari sebagian episode sejarah dakwah Islam saat lemah di Makkah.

Di saat lainnya anda bisa menjelaskan pelajaran-pelajaran penting dari berbagai peristiwa besar dalam kehidupan pribadi Nabi ﷺ, keluarga beliau, peperangan beliau dan kepemimpinan beliau. Begitu banyak pelajaran, hukum dan hikmah yang bisa dijelaskan kepada umat Islam dari satu sumber saja, yaitu sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi ﷺ.

Setelah sejara Nabi ﷺ, anda bisa berlanjut kepada sejarah khurlafaur rasyidin dan seterusnya, hingga sejarah khilafah Utsmaniyah. Setelah itu bisa berlanjut ke sejarah modern paska umat Islam kehilangan institusi politik yang melindungi ajaran dan umatnya dari gangguan orang-orang yang memusuhinya.

Begitu banyak hal bisa dijadikan tema khutbah dari satu minat ini saja yaitu sejarah Islam. Seorang khatib tidak akan kehabisan tema sama sekali karena sedemikian panjangnya rentang waktu sejarah umat islam. Begitu banyak tema bisa digali. Ini akan menjadi sumber tema yang tiada habisnya.

5. Brainstorming

Brainstorming (curah pendapat) adalah suatu metode pemecahan masalah di mana individu atau anggota kelompok menyumbangkan ide secara spontan. Brainstorming dapat menjadi cara yang membantu untuk menemukan tema khutbah Anda. Brainstorming adalah metode yang berguna untuk menghasilkan banyak ide secara spontan.

Selama sesi curah pendapat, beri diri Anda batas waktu dan kemudian biarkan diri Anda mempertimbangkan pemikiran apa pun yang Anda miliki dalam mempertimbangkan tema khutbah Anda nantinya.

Sasaran dari sesi curah pendapat adalah membiarkan diri Anda menghasilkan banyak ide dengan cepat, biasanya terkait dengan tujuan tertentu. Saat bertukar pikiran tentang tema khutbah, tulislah di atas kertas baru: “Tema apa yang seharusnya menjadi tema khutbah saya?

Kemudian, di bawah pertanyaan tersebut, tulis apa yang muncul di benak Anda untuk jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Biarkan diri Anda menghasilkan jawaban berbeda untuk pertanyaan tersebut sebanyak yang Anda pikirkan.

Brainstorming adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk membantu Anda menemukan dan memilih tema terbaik untuk khutbah Anda. Gunakan brainstorming sebagai cara kreatif untuk menghasilkan ide-ide tema yang beragam.

Gunakan ide-ide tentang tema khutbah yang telah Anda hasilkan selama brainstorming untuk membantu memutuskan apa tema khutbah Anda nantinya. Tema yang dipilih dengan baik adalah kunci keberhasilan khutbah yang bagus.

6. Memanfaatkan Moment

Seorang khatib perlu mencermati momen-momen penting yang datang. Kepekaan dan kecermatan memanfaatkan momen ini sangat membantu seorang khatib untuk memilih dan menentukan tema khutbah yang penting dan aktual.

Momen penting itu bisa berupa sesuatu yang berulang secara rutin. Misalnya, datangnya bulan Ramadhan bisa menjadi sumber inspirasi pemilihan tema terkait puasa Ramadhan. Pilihannya bisa sangat banyak. Bisa membahas tentang sejarah pensyariatannya, hikmah pensyariatannya, keutamaannya, adab-adabnya, praktek puasa Nabi ﷺ, dan as-Salaf ash Shalih dan seterusnya.

Masih banyak bulan-bulan lain dalam Islam yang bisa menjadi momen rutin tahunan dan bisa menjadi salah satu sumber pilihan tema. Misalnya, bulan Muharram, Rabiul awwal, Rajab, Sya’ban, Dzul Hijjah.

Selain bulan hijriah, bisa juga bulan Masehi. Misalnya, saat bulan Desember, bisa dibahas tentang masalah Nabi Isa ‘alaihis salam, bahwa Nabi Isa belum meninggal, masih berada di langit dan akan turun di akhir zaman di Menara Putih di sebuah masjid di Damaskus Suriah. Semua itu dibahas secara ilmiah berdasarkan hujah yang kuat di berbagai literatur yang yang terpercaya.

Di bulan November misalnya, bisa dibahas tentang adanya resolusi jihad yang pernah dikeluarkan oleh para ulama NU pada perang 10 November 1945 yang memiliki pengaruh sangat besar dalam mengobarkan semangat juang para pemuda Surabaya.

Momen ini bisa dipakai untuk menjelaskan hikmah disyariatkannya jihad dalam Islam, jenis-jenis jihad dalam Islam, mendudukkan salah paham sebagian kaum muslimin tentang jihad dan terorisme, keutamaan jihad dan mujahid dalam Islam, hukum jihad dan seterusnya.

Selain momen yang datang secara rutin, ada juga momen yang tidak rutin. Datangnya hanya sekali tempo saja. Misalnya, adanya momen bencana alam berupa gempa bumi atau tsunami atau banjir bandang dan angin puting beliung.

Berbagai bencana yang mendera itu bisa menjadi sumber penentuan tema khutbah berupa hubungan antara dosa dan bencana, bagaimana sikap seorang muslim menghadapi takdir yang terasa pedih di hati karena begitu beratnya derita yang harus ditanggung, pentingnya solidaritas sosial antar sesama muslim dan seterusnya.

Dalam masalah memanfaatkan momen ini sudah ada contoh yang baik dari Rasulullah ﷺ yang merupakan salah satu orator terbaik yang pernah terlahir di muka bumi.

Banyak contohnya, namun hanya satu saja yang kami berikan, yaitu saat beliau berpidato pada hari Idul Adha.

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رضي الله عنه قَالَ:خَطَبَنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ النَّحْرِ قَالَ: ((أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟)) قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: ((أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ؟)) قُلْنَا: بَلَى. قَالَ: ((أَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟)) قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، فَقَالَ: ((أَلَيْسَ ذُو الْحَجَّةِ؟)) قُلْنَا: بَلَى، قَال:َ ((أَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟)) قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِه،ِ قَالَ: ((أَلَيْسَتْ بِالْبَلْدَةِ الْحَرَامِ؟)) قُلْنَا: بَلَى، قَال: ((فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا إِلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُم))رواه البخاري

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,”Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada kami pada hari Nahar (Idul Adha). Beliau bersabda,”Tahukah kalian, hari apakah ini?” Kami menjawab,”Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau kemudian diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama dengan nama yang lain. Beliau bersabda,”Bukankah ini hari nahar?” Kami berkata,”Benar.”

Beliau bersabda,”Bulan apakah ini?” Kami menjawab,”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Kemudian beliau diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama dengan nama yang lain. Lalu beliau bersabda,”Bukankah ini bulan Dzulhijjah.” Kami berkata,”Benar.”

Beliau kemudian bersabda,”Negeri apakah ini?” Kami menjawab,”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama dengan nama yang lain. Beliau kemudian bersabda,”Bukankah ini negeri Al-Haram?” Kami berkata,”Benar.”

Rasulullah ﷺ kemudian bersabda,”Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini dan di negeri kalian ini, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]

Dalam hadits di atas, Rasulullah ﷺ memanfaatkan momen hari idul Adha, di bulan Dzulhijjah dan posisi sedang di tanah haram untuk menerangkan tentang keharaman harta dan darah kaum Muslimin.

7. Mengidentifikasi Isu Terbaru Yang Sedang Hangat

Salah satu cara memilih tema yang aktual adalah senantiasa mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di lingkungan sekitar, baik daerah di mana tinggal, negara dimana dia berada, kawasan regional yang melingkunginya maupun skala global terkait persoalan Islam dan kaum Muslimin.

Hal ini penting karena merupakan bagian dari bentuk perhatian seorang muslim kepada agamanya dan saudaranya seagama. Untuk itu, seorang khatib perlu untuk senantiasa meluangkan waktu untuk membaca berita dan analisa para ahli terkait situasi yang ada melalui berbagai saluran terpercaya yang memungkinkan dan paling mudah untuk diakses. Bisa berupa TV, radio, Internet, dan seterusnya.

Kemampuan bahasa asing sangat membantu untuk bisa mengakses berbagai sumber berita dan analisa terkait berbagai hal yang terjadi, minimal penguasaan bahasa Inggris dan Arab. Semakin banyak bahasa yang dikuasai semakin baik.

Isu-isu hangat terkait Islam dan kaum Muslimin bisa menjadi bahan tema khutbah yang penting dan menarik. Misalnya, persoalan penindasan kaum muslimin di Rohingnya, Xinjiang, Kashmir, Palestina, Islamohobia di benua Eropa dan Amerika, pelecehan kehormatan Nabi ﷺ di Perancis dan seterusnya.

Kadang tidak perlu terlalu jauh keluar dari kawasan Asia Tenggara. Saat Brunei Darussalam berusaha menerapkan hukum pidana Islam, media-media Barat menyoroti langkah tersebut secara miring. Muncul kampanye untuk memboikot hotel-hotel milik sultan Brunei Darussalam.

Isu besar tentang penerapan syariat di masa modern oleh sebuah negara yang menganut paham moderat dalam pandangan Barat, perlu mendapat respon yang tepat dan memadai dari para khatib Jumat. Umat Islam perlu dipahamkan tentang kewajiban bagi umat Islam untuk menjalankan syariat Islam bukan hanya pada level pribadi namun juga skala negara.

Pembahasannya ilmiyah bukan provokatif karena tujuannya adalah memberikan penjelasan yang benar tentang wajibnya menerapkan syariat Islam. Isu-isu penting seperti itu tidak boleh terlewat momennya karena akan memberikan relevansi yang kuat antara tema khutbah dengan persoalan yang sedang menjadi isu hangat.

8. Tentukan Batas Cakupan Khutbah Anda

Setelah Anda menghasilkan berbagai ide, sekarang saatnya mempersempit tema untuk memastikannya sesuai dengan ruang lingkup khutbah Anda.

Pertimbangan penting ketika Anda mulai mempersempit area spesifik dari tema Anda yang masih umum adalah berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk menyampaikan khutbah Anda. Jika Anda memiliki waktu yang sangat singkat, Anda perlu mempersempit ruang lingkup khutbah Anda.

Jika Anda memiliki sedikit lebih banyak waktu, Anda mungkin bisa menyebarkan jaring yang lebih luas ketika membicarakan tema khutbah.

Membatasi ruang lingkup tema Anda tidak hanya akan membuat penulisan khutbah menjadi lebih mudah, tetapi dengan mempersempit ruang lingkup khutbah, Anda juga meningkatkan kemungkinan khutbah Anda untuk menjadi sebuah komunikasi yang efektif dengan audiens.

Pembatasan cakupan yang lebih sempit akan memungkinkan Anda memasukkan informasi yang lebih detail, dan cakupan tema Anda menjadi lebih lengkap. Ketika khutbah Anda begitu fokus, lebih mudah bagi audiens untuk mengikuti dan diberi informasi atau dipengaruhi, tergantung pada apa tujuan dari khutbah Anda.

Kumpulan Sumber Ide Tema Materi Khutbah

Kumpulan Tips Mencari Sumber Ide Tema Materi Khutbah

Terkadang setelah menemukan tema, kemudian mengalami kebuntuan dalam pengembangan tema. Untuk mengatasi situasi seperti itu cara-cara sederhana berikut ini bisa sedikit membantu para khatib untuk mendapatkan ide yang bagus untuk khutbah Jumat.

Berikut beberapa sumber ide untuk materi khutbah jum’at yang dapat anda jadikan rujukan:

1. Baca Buku Kumpulan Khutbah Jumat

Cara pertama adalah dengan mencari buku kumpulan khutbah Jumat. Ini cara paling cepat dan dan paling mudah untuk segera mendapatkan ide tentang apa yang mesti disampaikan dalam khutbah Jumat.

Biasanya buku kumpulan khutbah Jumat itu ditulis untuk satu tahun. Di dalamnya terdapat lebih dari 52 judul khutbah Jumat dalam berbagai topik. Khutbah sudah siap pakai karena sengaja disusun dengan struktur penulisan khutbah sebagaimana biasa. Dari pembukaan hingga doa penutup.

Hanya saja, anda tidak disarankan sama sekali untuk menghafal kata demi kata sebuah tulisan tentang khutbah Jumat yang ada. Hal ini akan sangat membelenggu anda untuk berekspresi secara alami dan spontan. Bila ada yang terlupa, bisa terjadi kemandegan alur penyampaian khutbah. Ini menganggu kelancaran khutbah. Khutbah menjadi tidak mengalir secara lancar dam alami.

Membaca khutbah apa adanya juga tidak disarankan. Hal ini akan membuat jamaah Jumat kurang serius untuk mengikuti jalannya khutbah. Membaca teks khutbah memang jalan termudah untuk menyampaikan khutbah.

Namun, karena tidak ada kontak mata dengan jamaah Jumat dan nada baca cenderung datar dan monoton tanpa emosi dan penghayatan, maka suasana khutbah menjadi kurang hidup dan kurang menarik.

Resiko terburuknya adalah sang khatib bisa ditinggal tidur oleh jamaah Jumat yang ada. Bila ini yang terjadi, misi utama khutbah jumat untuk memberikan nasehat dan peringatan menjadi tidak tercapai.

Untuk itu, sebaiknya diambil saja poin-poin paling mendasar dalam sebuah khutbah. Ditulis dalil-dalil yang melandasinya kemudian disampaikan dengan bahasa dan ungkapan sang khatib sendiri, terlepas dari pilihan kata dan ungkapan yang ada dalam buku kumpulan khutbah tersebut.

Ini akan memberikan kebebasan penuh kepada anda untuk berekspresi dan membuat alur pembahasan. Khutbah menjadi lebih hidup dan alami.

2. Baca Rubrik Khutbah Jumat di Website Islam Berbahasa Indonesia

Salah Satu Website Rujukan Khutbah Jum’at Lengkap

Cara berikutnya yang cukup mudah dan instan adalah dengan mengakses berbagai website Islam yang begitu banyak bertebaran di internet. Namun, tidak semua website Islam tersebut membuka rubrik khutbah Jumat.

Sebaiknya anda mencari website yang dikenal kredibel dari sisi kontennya. Konten khutbah disusun berdasarkan hujah yang shahih dan selaras dengan Manhaj dan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Selain itu juga website yang senantiasa melakukan update materi khutbahnya sesuai dengan perputaran waktu dan perkembangan situasi.

Sebagai contoh adalah website diatas. Ditulis oleh Tim yang kredibel untuk menjadi rujukan mencari ide khutbah jumat yang baik dan selalu diupdate secara berkala.

Silahkan mencoba mengakses situs di atas atau yang lainnya yang diketahui penulisan khutbahnya berbasis ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

3. Baca Tafsir Tematik

Bacaan Tafsir Tematik Untuk Materi Khutbah Jum'at

Dua cara di atas sangat membantu bagi mereka yang tidak menguasai bahasa Arab dengan baik. Bagi para khatib yang menguasai bahasa Arab, sumber rujukan untuk mencari ide khutbah Jumat bisa menjadi lebih luas.

Misalnya, dia bisa mengakses berbagai kitab tafsir al-Quran yang bertebaran di internet. Hanya saja, bila membaca tafsir ayat dari kitab-kitab tafsir tersebut, baik tafsir klasik maupun modern, anda masih harus mengembangkan tema yang hendak anda sampaikan.

Bagi yang longgar waktunya tidak ada masalah. Namun bagi yang waktunya sudah mepet karena begitu banyak kesibukan yang harus dia kerjakan, salah cara menghemat waktu untuk mendapatkan matri siap pakai yang berkualitas adalah dengan membaca tafsir maudhu’i (tafsir tematik).

Sebagai contoh, anda bisa mengakses situs https://modoee.com/. Website ini merupakan ensiklopedi tafsir tematik terhadap Al-Quran Al-Karim.

Kelebihan yang ditawarkan referensi ini adalah bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah. Selain itu setiap tema yang ditulis sudah didisain sedemikian urut, lengkap dan sistematis penulisannya.

Anda tinggal mencari tema yang anda kehendaki kemudian cari sesuai awal abjad dari tema tersebut dan klik saja saat ketemu tema tersebut. Misalhnya, anda ingin membahas tentang masalah khusyu’ dalam shalat. Anda tinggal mencari huruf kha’. Nanti akan ketemu tema khusyu’.

Di situ sudah dibahas sejak dari pengertian bahasa dan istilah hingga berbagai hal tentang masalah khusyu’. Anda bisa membaca secara online dan bisa pula mendownloadnya secara gratis. Ini sangat membantu para dai dan khatib untuk memperdalam pembahasan tentang sebuah tema tertentu. Tinggal dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi target audiens.

4. Baca Syarah Hadits

Syarah Riyadhus Shalihin Untuk Rujukan Materi Khutbah
Syarah Riyadhus Shalihin Berbahasa Arab

Selain kitab tafsir, anda bisa mencari ide untuk materi khutbah Jumat dengan membaca syarah kitab-kitab hadits yang sudah disusun berdasarkan tema-tema tertentu secara sistematis.

Kitab hadits paling populer yang bisa dijadikan alternatif solusi adalah hadits Arba’in dan Riyadhus Shalihin karya Imam An Nawawi rahimahullah.

Anda tinggal membaca syarah dari kitab tersebut agar bisa memahami dengan benar dan mendalam tentang kandungan makna dalam hadits-hadits yang sudah disusun berdasarkan topik-topik yang terpisah. Anda sudah disuguhi oleh Imam Nawawi sejumlah hadits dalam satu tema yang memiki keterkaitan. Ini sangat membantu anda.

Membaca syarah dari kitab hadits di atas tetap diperlukan agar kita tidak memberikan syarah sendiri atas hadits tersebut yang belum tentu benar dan lengkap. Apalagi bila hanya berbasis terjemahan hadits. Ini beresiko salah penjelasan terhadap maksud hadits.

Saat ini sudah banyak terjemahan syarah hadits arbain dan riyadhus shalihin. Minimal seorang khatib yang hendak menyampaian sebuah tema dengan mengacu kepada hadits dalam kedua kitab di atas perlu membaca terlebih dahulu syarah yang diberikan oleh para ulama terhadap hadits-hadits tersebut walaupun terjemahan.

Ada hadits yang begitu mudah dipahami secara zhahir namun belum tentu kita mampu memberikan penjelasan tentang kandungan pelajaran yang ada dalam hadits tersebut dengan benar, bila perangkat imu kita tidak memadai.

Kedua kitab di atas hanyalah sekedar contoh bukan membatasi. Anda bisa mengakses berbagai situs yang memberikan syarah hadits berikut derajat haditsnya secara mudah dan gratis. Era teknologi informasi sekarang ini benar-benar memudahkan para dai dan khatib untuk bisa mendapatkan pengetahuan tambahan tentang Islam.

Persoalannya tinggal satu, kadar kemauan yang dimiliki seseorang dan jumlah waktu yang bisa diluangkan untuk membaca.

5. Baca Website khusus Khutbah Jumat.

Contoh Website khusus Khutbah Jumat Untuk Mencari Tema Khutbah
Khutabaa.com Contoh Website Rujukan Tentang Khutbah dan Khatib

Cara lain yang juga instan dan siap pakai adalah membaca website khusus khutbah Jumat. Untuk yang berbahasa Indonesia, kami sejauh ini belum berhasil menemukan sebuah website khusus khutbah Jumat yang senantiasa mengupdate materi khutbahnya.

Namun untuk yang berbahasa Arab, kami bisa memberikan contoh website yang cukup kredibel khusus tentang khutbah dan khatib, yaitu https://khutabaa.com/. Di sini anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang khatib dan khutbah.

Bila kepentingannya sekedar cari ide untuk khutbah maka jelas sudah tersedia materi khutbah yang ditulis oleh orang-orang yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Silahkan mencobanya. Untuk webiste yang setara dan sejenis dengan website tersebut di atas dalam bahasa Indonesia, belum kami temukan sejauh ini. Boleh jadi di antara anda ada yang berhasil menemukannya. Wallahu a’lam.

6. Baca Website Resmi Para Syaikh

Website Syaikh Al Munajjid Untuk Rujukan Ide Tema Khutbah Jum'at

Membaca website resmi para ahli ilmu masa kini yang populer dan masih hidup dan senantiasa mengupdate situsnya bisa pula menjadi salah satu alternatif untuk mencari ide untuk khutbah Jumat. Para syaikh tersebut biasanya selalu membuka sebuah rubrik khutbah di website resminya.

Sebagai contoh adalah situs resmi Syaikh Dr. Muhammad Al ‘Arifi, seorang dai kondang dari Saudi Arabia yang punya kemampuan orasi begitu hebat. Anda bisa mencoba mengakses situs berikut https://arefe.ws/ar/.

Anda akan mendapatkan berbagai topik Jumat yang siap pakai dalam format tertulis. Bagi anda yang ingin juga mendapatkan khutbah Jumat dalam bentuk tulisan berikut audionya, anda bisa mencoba mengakses situs resmi Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid, berikut ini: https://almunajjid.com/.

Anda tinggal menyesuaikan alurnya untuk disesuaikan dengan audiens di daerah anda. Dari sisi argumentasi syar’i atau hujah, anda sudah tidak perlu repot menyusunnya.

Namun sekali lagi, tetap harus dicermati kontennya kira-kira relevan atau tidak dengan kondisi audiens dan area di mana anda hendak menyampaikan khutbah Jumat.

7. Baca Website Rujukan Ilmiah Lengkap Terpercaya.

Dorar.net Website Rujukan Ilmiah Lengkap Terpercaya Untuk Rujukan Khutbah Jum'at
Dorar.net Salah satu Website Rujukan Ilmiah Lengkap Terpercaya

Saran terakhir yang bisa kami berikan adalah dengan membaca website rujukan ilmiah yang lengkap dan terpercaya.

Website yang mirip sebuah ensiklopedi digital yang dikelola oleh para ahli di bidang ilmu syar’i yang senantiasa mengupdate situsnya dengan berbagai konten terbaru yang dibutuhkan oleh umat islam secara umum maupun oleh para penuntut ilmu, dai, khatib dan cendekiawan Islam.

Dalam situs semacam ini, anda tidak akan kesulitan untuk mendapatkan ide yang aktual dan penting tentang apa yang mesti disampaikan untuk khutbah Jumat.

Sebagai misal, anda bisa membuka website www.dorar.net. Ini merupakan website rujukan ilmiah yang sangat lengkap dan terpercaya serta mengikuti akidah dan manhaj ahlus sunnah wal Jamaah.

Website ini diberada dibawah bimbingan Syaikh Alawi bin Abdul Qadir as-Saqaf. Metode penyajian tulisan-tulisan yang ada dalam situs ini sangat baik dalam artian, pilihan katanya mudah, struktur kalimat yang digunakan sederhana, rujukannya sangat banyak dan metode penulisannya sistematis.

Ini salah satu contoh saja. Bisa jadi masih banyak yang lain yang lebih bagus dari situs ini. Anda bisa mengeksplorasi lebih dalam lagi di internet.

Demikian tadi sejumlah cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan ide-ide yang segar, aktual dan penting untuk khutbah Jumat. Semoga tulisan ini bisa menjadi pembuka pintu bagi anda para khatib untuk mengeksplorasi lebih luas lagi berbagai sumber ide yang akan memperbaiki kualitas isi khutbah Jumat yang anda sampaikan.

Semua itu demi meraih ridha Allah Ta’ala semata dan untuk memastikan bahwa apa yang hendak disampaikan kepada kaum muslimin itu dari sisi isinya bisa dipertanggungjawabkan secara syar’i. Ini akan bisa menjadi pegangan bagi kaum muslimin yang mendengarkan khutbah tersebut.

Ini akan memperkokoh pondasi ilmu dan keyakinan para jamaah Jumat. Mencerahkan mereka, menyadarkan mereka, meluruskan cara pandang yang salah, menyingkirkan berbagai syubhat yang ada.

Menguatkan tekad dan semangat untuk berpegang teguh kepada Islam sesuai dengan pemahaman yang benar sebagaimana dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat yang mulia serta para ulama Tabi’in dan Tabiut Tabi’in rahimahumullah.

Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu karena rahmat Allah semata. Bila ada kesalahan dan penyimpangan maka itu dari kami dan dari setan. Semoga Allah memaafkan semua kesalahan kami.

Demikian tadi 8 langkah untuk memilih tema khutbah Jumat. Semoga bermanfaat. Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu karena rahmat Allah semata. Dan bila ada kesalahan dan penyimpangan maka itu dari kami dan dari setan. Semoga Allah memaafkan segala kesalahan kami.

Baca juga:
Hukum Khutbah Sebelum Shalat Jum’at
Urutan Tata Cara Khutbah Jum’at
Syarat Sah Khutbah Menurut Ulama
Rukun Khutbah Menurut Ulama
Sifat & Adab Khatib Jum’at Yang Harus Diperhatikan
Panduan Sukses Khutbah Bagi Para Da’i

error: Content is protected !!