Khutbah Jumat: Bahaya Komunis Atheis Ancaman Bangsa & Agama Islam

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Mukaddimah Pembukaan Khutbah Jumat

Apa itu Komunisme dan Atheis

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di setiap bulan September, kita selalu teringat atau diingatkan dengan sejarah kelam republik ini berupa adanya gerakan 30 September 1965 yang merupakan upaya pemberontakan gagal yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia.

Khutbah Jumat kali ini tidak hendak mengupas tentang sejarah tersebut. Namun hendak mengulas secara ringkas tentang apa itu komunisme dan atheisme serta bahayanya terhadap agama dan bangsa ini.

Bila mengacu kepada berbagai literatur yang membahas tentang komunisme, secara sederhana bisa dikatakan bahwa komunisme adalah ideologi ekonomi dan politik yang mencita-citakan untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas, menghilangkan kepemilikan individu atas properti dan alat-alat produksi atau kepemilikan alat-alat produksi sangat dibatasi.

Alat produksi dimiliki secara komunal dan diatur serta dikelola oleh negara. Dengan kata lain, negara komunis yang menjalankan sistem komunal atau kepemilikan bersama dalam alat produksi.

Alat produksi di sini misalnya lahan perkebunan, pertanian, mesin industri dan sumber-sumber daya alam. Pada intinya alat produksi adalah segala sumber daya untuk menghasilkan barang.

Komunisme dibangun di atas keyakinan atau pandangan bahwa masyarakat dapat mencapai kesetaraan dengan menghilangkan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi tersebut, dan dikendalikan oleh negara.

Setiap individu akan menerima bagian dari manfaat yang diperoleh dari kerja bersama berdasarkan kebutuhan mereka. Tokoh yang pertama kali mengungkapkan gagasan ini adalah filosof Jerman Friedrich Engels dan Karl Marx dalam Manifesto Partai Komunis tahun 1848.

Bila komunisme adalah idiologi ekonomi dan politik, lantas mengapa orang-orang komunis cenderung untuk menjadi atheis dalam artian tidak meyakini keberadaan Tuhan atau bahkan anti Tuhan dan juga anti agama?

Perlu dipahami bahwa komunisme itu berbasiskan ajaran filsafat materialisme historis, yaitu paham kebendaan berdasarkan sejarah. Komunisme bertitik tolak dari kenyataan-kenyataan obyektif, bukan pandangan-pandangan subyektif. Oleh karenanya, di negara yang menganut komunisme, nyaris tak ada ruang gerak bagi agama.

Dalam perkembangan komunisme di kemudian hari, pemberlakuan sistem komunisme yang meniadakan kepemilikan pribadi bertentangan dengan ajaran agama yang sudah berakar kuat dalam keyakinan masyarakat yang mengakui adanya kepemilikian individu atau pribadi.

Dalam pandangan Karl Marx, keyakinan agama yang sudah menghunjam kuat dalam kesadaran masyarakat inilah yang disebut dengan “Agama itu sudah menjadi seperti candu masyarakat.”

Ajaran agama dikhawatirkan bisa mempengaruhi sistem sosial ekonomi, misalnya sistem kepemilikan dan distribusi. Pada titik inilah agama dianggap sebagai rival atau bahkan ancaman bagi komunisme.

Aspek-Aspek pertentangan antara Komunisme dan Islam

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Untuk memperjelas aspek-aspek ajaran komunisme yang bertentangan dengan ajaran Islam, berikut ini ringkasan tentang titik-titik pertentangan tersebut:

  1. Komunisme adalah falsafah yang berdasarkan materialisme historis atau paham kebendaan berdasarkan sejarah. Sedangkan Islam adalah ajaran yang menyatakan bahwa Allah Ta’ala adalah Dzat yang menjadikan dan memberi segala sesuatu yang berupa materi maupun rohani.

Allah Ta’ala berfirman,

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. [Al-Jatsiyah: 22]

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. Al-Furqan: 2

  1. Komunisme memusuhi agama dan mengingkari adanya Tuhan sedangkan ajaran Islam mengakui adanya Allah dan mengakui adanya agama-agama samawi lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? [Al-Baqarah: 28]

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? [Yunus: 99]

  1. Komunisme melenyapkan ikatan kekeluargaan dan menjadikan wanita sebagai milik bersama. Adapun Islam memelihara dan mengatur serta menganggap suci ikatan keluarga dan perkawinan serta mengharamkan perzinaan.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [An-Nisa’: 3]

  1. Komunisme pada dasarnya melenyapkan hak milik perseorangan atas alat-alat produksi dan kekayaan sedangkan Islam mengakui hak milik perorangan atas alat-alat produksi dan kekayaan asalkan diperoleh dengan cara halal. Hak milik diberi beban kewajiban serta dapat diatur dan diarahkan untuk kepentingan umum.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, [At-Taubah: 34]

  1. Komunisme memperjuangkan dan melaksanakan cita-cita dengan sistem diktator proletar sedangkan Islam menganjurkan syura antar segala golongan rakyat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. [Asy-Syura: 38][i]

Bahaya Komunisme

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Setelah jelas aspek-aspek ajaran komunis yang bertentangan dengan Islam, lantas apa sajakah bahaya dari menyebarnya paham komunisme?

Salah seorang tokoh Nasional dari ormas Islam besar di Indonesia PERSIS, yaitu KH. Muhammad Isa Anshari rahimahullah, yang saat itu menjadi fungsionaris DPP Masyumi dan aktifis Front Anti Komunis tahun 1954, merinci bahaya komunisme bagi umat Islam, antara lain sebagai berikut:

  1. Komunisme dibangun di atas filsafat hidup yang belum selesai yaitu materialisme historis yang sangat bertentangan dengan fitrah kemanusiaan dan aturan alam besar ini.
  2. Materialisme ini pada dasarnya adalah menolak adanya Tuhan, wahyu dan Nabi.
  3. Implikasi adanya penolakan Tuhan adalah komunisme menjadi anti agama.
  4. Implikasi materialisme historis adalah berlakunya hukum rimba dengan adagium “apa yang kamu rampas itulah hakmu”.
  5. Komunisme dibangun tanpa moral karena moral kesusilaan hanyalah pagar bagi kaum borjuis untuk mengekalkan kekuasaannya.
  6. Kekuasaan diktator proletariat pada dasarnya adalah pemerintah teror yang didasarkan pada kekuatan, ancaman dan ketakutan serta tegak dengan penuh kecurigaan dan kecemburuan antara kelas.
  7. Komunisme merupakan neraka dunia karena hak milik perseorangan ditiadakan dengan jalan paksa kekerasan, sehingga manusia sebagai pribadi terampas kemerdekaannya.
  8. Komunis anti terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan berpendapat.
  9. Komunisme merupakan penjelmaan agama palsu karena komunisme atau marxisme tidak terbatas pada epistemologi materialisme historis dalam persoalan kehidupan dan kemasyarakatak manusia belaka, kaidah-kaidah perekonomian dan pembagian rezeki tetapi juga berperan seperti agama baru yang memutar balikkan pandangan manusia.

Agama komunisme ini disebut sebagai agama kebencian karena hendak memutar balikkan wajah dan semangat manusia dari menuhankan Tuhan yang Ghaib kepada muhankan tuhan yang nyata (konkret) berupa alam materi.[ii]

Komunisme Ancaman Bangsa dan Agama

Setelah runtuhnya Uni Soviet, sebenarnya komunisme sebagai ideologi politik tidak lagi diperhitungkan sebagai sebuah ancaman dalam politik internasional. Apalagi secara ekonomi, sat ini bisa dikatakan hampir tidak ada negara yang secara ketat menerapkan sistem ekonomi komunis.

Yang masih bertahan adalah komunis sebagai idiologi politik. Pertanyaannya kemudian apakah komunisme sebagai sebuah idiologi politik masih merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia saat ini?

Kalau ancaman bagi agama itu jelas tidak perlu dipertanyakan lagi. Mengacu pada Buku Putih Pertahanan 2008 yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertahanan, komunisme masih dipandang sebagai ancaman berdimensi idiologi bagi Bangsa Indonesia.

Di dalam buku tersebut dinyatakan:

“Meskipun sistem politik internasional telah mengalami perubahan, terutama setelah keruntuhan Uni Soviet sehingga paham komunis semakin tidak populer lagi, bagi Indonesia yang pernah menjadi basis perjuangan kekuatan komunis, ancaman ideologi komunis masih tetap merupakan bahaya laten yang harus diperhitungkan.

Di masa lalu, Indonesia menjadi salah satu basis komunis yang beberapa kali melakukan kudeta untuk menumbangkan pemerintahan dan berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.

Walaupun ideologi komunis secara global tidak populer lagi, potensi ancaman berbasis ideologi masih tetap diperhitungkan. Bentuk-bentuk baru dari ancaman ideologi yang bersumber dari dalam maupun dari luar negeri, yakni metamorfosis dari penganut paham komunis yang telah melebur ke dalam elemen-elemen masyarakat, sewaktu-waktu dapat mengancam Indonesia.

Usaha pihak-pihak tertentu melalui penulisan buku-buku sejarah dengan tidak mencantumkan peristiwa G-30-S/PKI dengan Dewan Revolusi, atau gerakan radikalisme yang brutal dan anarkis, memberikan indikasi bahwa ancaman ideologi masih potensial.”[iii]

Meskipun sudah berlalu 13 sejak terbitnya Buku Putih Pertahanan tersebut, namun kita sendiri sekarang masih mendapati peringatan dari berbagai tokoh nasional termasuk MUI dalam hal ini, bahwa komunisme masih merupakan bahaya laten bagi negeri ini. wallahu ‘lam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

155 Materi Khutbah Jumat Terbaru

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Mewaspadai Komunisme Gaya Baru

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita sudah sering mendengar adanya istilah komunis gaya baru. Sebagian kalangan meyakini adanya komunis gaya baru tersebut karena adanya sejumlah indikasi yang mengarah kepada adanya kebangkitan komunis dengan pendekatan yang berbeda dengan di masa lalu.

Sebagian kalangan yang lain menyatakan komunis gaya baru hanyalah mitos belaka. Mereka berkeyakinan bahwa hari ini komunis sebagai sebuah idiologi sudah tidak terdengar lagi gaungnya di dunia ini.

Sedangkan untuk di Indonesia dianggap sudah tidak memungkinkan lagi bagi kaum Komunis untuk tumbuh dan berkembang, apalagi muncul sebagai sebuah kekuatan yang mengancam bangsa ini.

Memang sulit untuk memberikan sebuah kepastian akan adanya kebangkitan dari komunis di masa sekarang ini. Hanya saja, kaum Muslimin tetap perlu untuk bersikap waspada terhadap berbagai upaya yang ditengarai serupa dengan apa yang dahulu pernah dilakukan oleh gerakan komunis.

Menurut Dr. Din Syamsuddin, sebagai ideologi dan isme Komunisme acapkali mengalami metamorfosime yakni bangkit dari kubur dalam bentuknya yang baru.

Neokomunisme atau Komunisme Gaya Baru (KGB) inilah yang terakhir ini menjelma di Indonesia, menempuh cara-cara khasnya: menyelusup kedalam partai politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau menyebarkan opini yang menyesatkan.

Adalah cara khas PKI dan Kaum Komunis untuk memutarbalikkan fakta, mengadudomba sesama warga masyarakat bahkan umat beragama, mengubah konstitusi, bahkan dasar negara.” Demikian pandangan dari Dr. Din Syamsuddin

Terlepas dari benar atau tidaknya kebangkitan komunis gaya baru di negeri kita ini, namun ada satu hal yang pasti yaitu mulai tumbuh dan berkembangnya paham yang bisa mengantarkan orang untuk menjadi atheis, yaitu paham yang menyatakan semua agama itu benar adanya.

Paham yang menyatakan semua agama adalah benar merupakan salah satu paham yang disebarluaskan oleh para penyeru pluralisme agama. Dengan paham ini masing-masing agama tidak boleh boleh mengklaim dirinya paling benar karena semua agama adalah benar.

Dengan menyatakan semua agama benar, para pengusung pluralisme agama berharap tidak ada lagi agama yang mengklaim sebagai pemilik kebenaran hakiki karena pada hakikatnya agama itu merupakan hasil dari berbagai perasaan dan pengalaman kerberagamaan manusia, sehingga setiap agama yang ada di dunia ini mengandung kebenaran ilahi.

Para tokoh agama di Indonesia ternyata menolak keras paham ini. Bukan hanya tokoh Islam, namun Juga tokoh Kristen, Hindu dan Budha. Para agamawan tersebut menganggap paham ini sebenarnya merupakan agama baru yang ingin menyatukan seluruh agama.

Dengan demikian paham pluralisme agama sangat berpolemik dan menimbulkan masalah dalam agama-agama. meski tujuannya terlihat baik, ternyata paham ini sangat problematik. Gerakan penolakan terhadap pluralisme agama dari kalangan agamawan menunjukkan bahwa paham ini bermasalah, mengandung polemik dan sangat problematik jika diterapkan dalam agama-agama yang ada.

Setiap agama melihat pluralisme hanyalah kedok untuk mengikis keyakinan para pemeluk agama yang pada akhirnya memunculkan orang-orang atheis. Lama – kelamaan, pemeluk masing-masing agama akan bersikap skeptis terhadap agamanya.[iv]

155 Kumpulan Khutbah Jumat Singkat

Doa Penutup

Demikian khutbah Jumat tentang komunisme yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat menambah wawasan kita semua. Marilah kita akhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

  عِبَادَ اللهِ

((إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ


[i] Lihat: Politik Islam Anti Komunis, Samsuri, Safirin Insania Press, Yogyakarta, 2004, hal. 26

[ii] Ibid, hal. 29-30, secara ringkas.

[iii] http://politik.lipi.go.id/in/kolom/keamanan/916-kiri-sebagai-ancaman.html

[iv] Problem pluralisme agama, Harda Armayanto, UNIDA, Gontor, Ponorogo.

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
– Kumpulan Khutbah Jumat PDF
Khutbah Tentang Kemerdekaan
Khutbah Jumat Nabi adalah Pejuang Kemerdekaan

Print Friendly, PDF & Email