Khutbah Jumat Tentang Akhlak Karimah & Keutamaannya Dalam Islam

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Mukaddimah Pembukaan Khutbah Jumat

Perhatian Islam Terhadap Akhlak

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hampir setiap orang muslim pernah mendengar hadits yang mulia ini,

إنما بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صالِحَ الأخلاقِ

“Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” [Hadits riwayat Al-Bukhari (273) dan Ahmad (8939)]. yang lebih terkenal memang dalam riwayat lain yang redaksinya,

إنما بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مكارمَ الأخلاقِ

tapi kandungan maknanya sama. Hadits ini menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian yang sangat besar dalam persoalan akhlak hingga salah satu misi utama diutusnya Rasulullah ﷺ selain untuk mendakwahkan tauhid adalah menyempurnakan akhlak umat manusia.

Sebenarnya dalam diri manusia sudah dikenal adanya sifat-sifat, perilaku dan sikap yang baik dan mulia sebelum datangnya Islam. Dalam konteks Bangsa Arab sebagai obyek dakwah pertama, di kalangan mereka sudah dikenal berbagai akhlak mulia sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Rasulullah ﷺ datang untuk lebih menyempurnakan yang sudah baik menjadi semakin baik dan yang kurang ditambah agar menjadi baik. Akhlak yang buruk semakin dipersempit agar tidak menjadi akhlak umum yang menyebar di lingkungan masyarakat.

Secara umum ada beberapa sebab mengapa Islam begitu besar perhatiannya terhadap persoalan Akhlak. Di antaranya adalah sebagai berikut:[i]

  1. Mewujudkan ketentraman dan ketenangan bagi individu.
  2. Memelihara jamaah (komunitas) dan kohesi dalam jamaah, dan tahap berikutnya adalah masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. Hal itu bisa dilakukan melalui penyebarluasan wawasan tentang akhlak dan perilaku mulia di masyarakat.
  3. Akhlak merupakan sarana yang agung dalam dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini bisa kita saksikan sendiri di negeri kita bahwa Islam tersebar melalui dakwah para pedagang dan ulama yang berakhlak mulia.

Di negeri-negeri Barat demikian pula. Akhlak Islami memiliki daya tarik yang sangat kuat yang membuat sebagian orang Barat itu tertarik untuk mempelajari Islam lebih dalam dan akhirnya sebagiannya masuk ke dalam Islam.

  1. Untuk membangun individu dan bangsa-bangsa dengan pembangunan yang benar di atas pondasi yang kokoh berupa iman dan akhlak yang baik.

Kedudukan Akhlak Dalam Islam

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Akhlak memiliki kedudukan yang tinggi dan agung dalam Islam. Hal ini bisa dilihat dari banyak aspek. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan risalah Islam untuk meluruskan akhlak dan menyebarluaskannya serta bekerja untuk memperbaiki akhlak yang telah dirusak oleh kejahiliyahan.

Hal ini sebagaimana hadits yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ diutus itu untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini berarti akhlak yang baik itu merupakan pilar Islam yang besar yang agama Islam ini tidak akan bisa tegak tanpa akhlak mulia tersebut.

  1. Pengertian al-Birru (kebajikan) adalah akhlak yang baik.

Ini menunjukkan bahwa akhlak yang baik itu mencakup segala jenis kebaikan dan sifat kebajikan.

Hal ini sebagaimana dalam hadist An-Nawwas bin Sam’an al-Anshari, dia berkata,”Aku bertanya keapda Rasulullah ﷺ tentang al-birru (kebajikan ) dan dosa. maka Rasulullah ﷺ menjawab,

البِرُّ حُسْن الخُلُق، والإثم ما حاك في صدرك، وكَرهتَ أن يطَّلِع عليه الناس

“Al-Birru adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang menancap di dalam dadamu dan kamu tidak suka orang mengetahuinya.” [Hadits riwayat Muslim (4633)]

  1. Akhlak yang baik adalah yang paling memberatkan mizan (timbangan) kebaikan dan amal shaleh pada hari kiamat.

Dalam sebuah hadist dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ يُوْضَعُ فِيْ اْلمِيْزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ اْلخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ اْلخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ

“Tidak ada sesuatu yang diletakkan di timbangan yang lebih berat dari akhlak yang baik. Sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang (rajin) puasa dan shalat (sunnah).” [Hadits riwayat Abu Daud (4166), At-Tirmidzi (1925) dan berkata hasan shahih.]

  1. Orang-orang beriman itu berbeda-beda tingkatan imannya namun orang mukmin yang paling utama imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

Hal ini sebagaimana dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,

أَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya.” [Hadits riwayat Ahmad (7095) dan At-Tirmidzi (1082) dan dia berkata,”Hasan Shahih.” Al-Albani menshahihkannya di Shahih Al-Jami’ (1232)]

  1. Orang yang paling dekat majlisnya dengan rasulullah ﷺ pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.

Ini sebagaimana dalam hadits dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,”Maukah kalian aku beritahu siapa di antara kalian yang paling aku cintai dan paling dekat majlisnya denganku pada hari kiamat?

Orang-orang pada diam. Lalu Nabi ﷺ mengulanginya dua atau tiga kali. Lantas orang-orang menjawab,”Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” [Hadits riwayat Ahmad (6447) dan sanadnya shahih]

  1. Allah Ta’ala memuji Rasul-Nya ﷺ dengan akhlak mulia.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sungguh engkau berada di atas akhlak yang agung.” [Al-Qalam: 4]

Pujian Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya ini merupakan sesuatu yang agung yang menunjukkan agungnya kedudukan akhlak dalam Islam.

  1. Banyak sekali ayat dan hadits yang membahas tema akhlak baik

Ayat dan hadits tersebut memuji akhlak mulia dan pelakunya serta memerintahakan untuk berakhlak dengan akhlak yang baik, maupun mencela akhlak buruk dan para pelakunya serta melarang dari akhlak tercela tersebut. Hal ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Akhlak dalam Islam.[ii]

Urgensi Akhlak Karimah

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Akhlak selain memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, ia juga merupakan persoalan yang urgen bagi individu Muslim maupun masyarakat Muslim secara keseluruhan. Urgensi dari akhlak mulia ini bisa dilihat dari poin-poin berikut:

  1. Akhlak mulia adalah pelaksanaan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Banyak ayat yang memerintahkan untuk berkahlak dengan akhlak mulia. di antaranya adalah:

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ

Sesungguhnya Allah Menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia Melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. [An-Nahl: 90]

Kemudian, firman Allah Ta’ala,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. [Al-A’raf: 199]

Demikian pula banyak ayat yang melarang dari akhlak tercela, di antaranya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. [Al-Hujurat: 11-12]

  1. Akhlak mulia adalah salah satu pilar kepribadian seorang Muslim.

Manusia itu terdiri dari jasad dan ruh, lahir dan batin. Akhlak Islami merupakan perwujudan manusia yang bersifat batin yang tempatnya di hati. Gambaran batin ini merupakan pilar kepribadian seorang insan muslim.

Manusia tidak dinilai dari tingginya dan kehormatannya, warna kulit dan keindahan fisiknya, miskin atau kayanya namun dinilai dari akhlaknya dan amalnya yang menunjukkan akhlaknya ini.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami Jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. [Al-Hujurat: 13]

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ، وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian akan tetapi Allahmelihat ke hati kalian dan amal kalian. [Hadits riwayat Muslim (2564)]

  1. Ada keterkaitan yang sangat kuat antara akhlak dan agama Islam secara akidah dan Syariah.

Akhlak sangat kuat hubungannya dengan aqidah. Oleh karenanya, ALlah Azza wa Jalla sering sekali mengaitkan antara iman dan amal shaleh yang mana akhlak mulia itu merupakan salah satu rukun amal shaleh.

Jadi akidah tanpa akhlak itu ibarat pohon tanpa naungan dan buah. Adapun hubungan antara akhlak dengan syariat adalah syariat itu ada yang berupa ibadah dan muamalat. Ibadah itu akan membuahkan akhlak yang baik, itu pasti, bila seorang muslim melakukan ibadah secara sempurna. Oleh karenanya Allah Ta’al berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

Dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. [Al-‘Ankabut: 45]

Sedangkan hubungan akhlak dengan muamalat adalah mumalat itu seluruhnya berdiri di atas akhlak yang baik baik dalam perkataan dan perbuatan seorang Muslim. Orang yang memperhatikan ajaran Islam akan melihat hal ini secara jelas dan gamblang.

  1. Akhlak sangat penting dalam dakwah kepada Allah ‘Azza wa jalla.

Kebanyakan orang yang masuk ke dalam agama Islam ini karena mereka melihat para pemeluk agama ini memiliki akhlak mulia dan para dai kepada Alah juga berakhlak mulia. Banyak bukti yang menunjukkan hal ini.

Jadi, istiqamah di atas akhlak mulia memiliki pengaruh kuat dan manfaat yang besar. Bukti terkuat adalah sejarah hidup Nabi Muhammad ﷺ . Akhlak Nabi Muhammad ﷺ merupakan hal yang paling membuat orang-orang musyrik merasa kagum sebelum kenabian, sehingga mereka mengakui beliau orang yang jujur dan amanah.[iii]

Masih ada poin yang lainnya namun beberapa poin ini cukup mewakili untuk memberikan gambaran dari urgensi akhlak dalam Islam.

Buah Akhlak Yang Baik

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Akhlak yang baik memiliki faedah dan buah yang sangat banyak. Dr. Abdussalam Hamud Ghalib merincinya hingga 16 buah faedah, yaitu:[iv]

  1. Akhlak yang baik merupakan taqarrub terbaik kepada Allah Ta’ala.
  2. Apabila seseorang itu berakhlak mulia maka dia akan dicintai oleh Allah dan manusia.
  3. Akhlak yang baik itu akan membuatnya mudah bergaul dengan orang lain dan mereka juga mudah bergaul dengannya.
  4. Tidak ada sesuatu yang paling memuliakan seseorang sebagaimana akhlak dan tidak ada yang membuat seseorang paling hina sebagaimana akhlak buruk.
  5. Akhlak yang baik adalah sebab tingginya derajat dan tekad.
  6. Akhlak yang baik merupakan sebab cinta Rasulullah ﷺ dan dekat dengannya pada hari kiamat.
  7. Akhlak yang baik merupakan tanda dari kelapangan jiwa dan kemuliaan tabiat.
  8. Akhlak yang baik akan mengubah musuh menjadi teman.
  9. Akhlak yang baik adalah sebab mendapat maaf dari Allah dan memperoleh ampunan-Nya.
  10. Allah menghapus keburukan dengan akhlak yang baik.
  11. Orang yang berkhlak mulia akan mencapai derajat orang yang rajin puasa dan shalat (sunnah).
  12. Akhlak yang baik adalah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga.
  13. Akhlak yang baik menjadikan bobot timbangan pemiliknya menjadi berat pada hari kiamat.
  14. Akhlak yang baik menjadikan pemiliknya diharamkan atas api neraka.
  15. Akhlak yang baik akan memperbaiki hubungan antara seseorang dengan yang lain.
  16. Akhlak yang baik akan memperbanyak sahabat dan menyedikitkan musuh.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Materi Khutbah Jumat Terbaru

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا.

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

Cara Membiasakan Akhlak Yang Baik

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bila demikian agung kedudukan dan keutamaan akhlak yang mulia serta begitu banyak faedahnya, lantas bagaimanakah caranya agar kita bisa memiliki akhlak mulia? Dr. Abdussalam Hamud Ghalib telah memberikan langkah-langkah praktis untuk meraih akhlak mulia.

Ada 17 langkah yang beliau tawarkan, namun tidak memungkinkan untuk dibahas seluruhnya dalam kesempatan yang singkat ini. Di antara langkah yang terpenting adalah sebagai berikut:

  1. Berakidah lurus.

Perilaku merupakan buah dari pemikiran dan akidah yang dipegang oleh seseorang. Penyimpangan perilaku merupakan buah dari cacat dalam akidah. Akidah adalah iman. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

Apabila akidah seseorang itu benar, maka akhlaknya akan ikut baik. Dengan demikian akidah yang benar akan membawa pemiliknya kepada akhlak yang baik dan mencegahnya dari akhlak yang buruk.

  1. Berdoa.

Rasulullah ﷺ membaca doa dalam iftitah shalatnya demikian:

اِهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ اْلأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إلَّا أَنْتَ

“…Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik. Tidak ada yang menunjukkan kepada akhlak yang baik kecuali Engkau dan hindarkanlah aku dari akhlak yang buruk. Tidak ada yang bisa menghindarkanku dari akhlak yang buruk kecuali Engkau.. ” [Hadits riwayat Muslim]

Rasulullah ﷺ juga biasa berdoa,

اللَّهُمَّ إنِّي أعوذُ بك مِن منكَراتِ الأخلاق والأعمالِ والأهواءِ

“Ya Allah ! sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhlak yang tercela, amal yang tercela dan nafsu yang tercela.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi]

  1. Mujahadah

Akhlak yang baik merupakan satu jenis hidayah yang bisa diraih seseorang dengan jalan mujahadah. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.” [Al-Ankabut: 69]

Mujahadah terhadap diri sendiri ini bukan sekali dua kali namun sampai mati karena mujahadah itu ibadah. Sementara Allah berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian datang kepadamu.” [Al-Hijr: 99]

  1. Muhasabah

Senantiasa mengevaluasi dirinya. Bila mendapati dirinya melakukan akhlak yang tercela agar memperbaikinya dan tidak mengulanginya.

  1. Memikirkan akibat yang baik dari akhlak yang baik.

Ini merupakan salah satu motivator terkuat bagi seseorang untuk senantiasa meningkatkan kualitas akhlaknya setelah mengetahui berbagai macam keutamaan dan buah yang agung dari berakhlak mulia.

  1. Memperhatikan akibat buruk dari akhlak yang buruk.
  2. Tidak boleh putus asa dari memperbaiki diri sendiri.
  3. Bertekad kuat.
  4. Sabar.
  5. Bersikap ‘Iffah, yaitu memeilhara diri dari perkatan dan perbuatan yang hina dan memalukan. Ini merupakan pangkal segala kebaikan dan mencegah berbagai kekejian.
  6. Berani.
  7. Bersikap proporsional dan seimbang, tidak ekstrim.
  8. Berpaling dari orang-orang yang bodoh.

Orang yang berpaling dari orang-orang yang bodoh akan terlindungi kehormatannya, tenteram jiwanya dan selamat dari mendengarkan sesuatu yang menyakitkannya.

Allah Ta’ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. [Al-A’raf: 199]

Khutbah Jumat Lengkap PDF Terbaru

Doa Penutup

Demikian tadi sedikit dari pemaparan tentang langkah-langkah atau tips untuk bisa meraih akhlak yang mulia. Semoga Allah Ta’ala mengaruniakan kepada kita semuanya rezeki kemampuan dan kemudahan untuk menapakinya.

Mari kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan segala doa.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


[i]https://mawdoo3.com/%D9%84%D9%85%D8%A7%D8%B0%D8%A7_%D8%A7%D9%87%D8%AA%D9%85_%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B3%D9%84%D8%A7%D9%85_%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%84%D9%82_%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%B3%D9%86_%D9%88%D8%A3%D9%83%D8%AF_%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87

[ii] https://www.alukah.net/sharia/0/70200/ – dengan penyesuaian dan ringkasan.

[iii]https://dorar.net/akhlaq/8/%D8%A3%D9%87%D9%85%D9%8A%D8%A9%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%AE%D9%84%D8%A7%D9%82

[iv] https://www.alukah.net/sharia/0/59096/

Baca Juga Tentang Khutbah Jum’at:
Judul Khutbah Jum’at Terbaru
Khutbah Jum’at Hidup Bertetangga
Khutbah Jum’at Hidup Bermasyarakat

Print Friendly, PDF & Email