Pengertian Dosa Jariyah dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pengertian Dosa Jariyah dan Contohnya – Kita sering mendengar adanya amal jariyah atau amal yang pahalanya terus mengalir bagi pelakunya meskipun dirinya sudah meninggal dunia. Ternyata ada juga yang namanya dosa jariyah, yaitu dosa yang terus mengalir ke catatan amal buruk pelakunya meskipun dia sudah meninggal dunia.

Tulisan berikut ini akan mengupas tentang pengertian dosa jariyah, dalil-dalil yang melandasinya, cara menghentikannya dan contoh-contohnya.

Dosa Jariyah Adalah

Yang dimaksud dengan dosa jariyah adalah dosa-dosa yang ditulis pada catatan amal buruk pelakunya padahal dia sudah berada di dalam kuburnya. Dosa-dosa tersebut ditulis terus menerus tanpa henti selamanya.

Pelaku dosa tersebut sudah meninggal dan terputus dari dunia ini namun tetap saja ditulis dan didaftar atas nama dirinya setiap hari. Dosa-dosa tersebut menjadi berlipat ganda seiring dengan perjalanan waktu. Padahal dia berada di kuburnya tanpa mampu untuk menghentikannya.[i]

Dalil Tentang Dosa Jariyah

Hadits Tentang Dosa Jariyah, Dalil Dosa Jariyah, ayat dosa jariyah,
Dalil Al Quran dan Hadits Tentang Dosa Jariyah

Dalil-dalil tentang adanya dosa jariyah terdapat dalam Al Quran dan Sunnah. Rinciannya sebagai berikut:

Ayat Al-Quran tentang dosa jariyah

Di dalam Al Quran ada beberapa ayat yang menjadi dalil adanya dosa jariyah. Berikut selengkapnya:

  1. Dosa Jariyah dalam Surat An-Nahl: 25

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

  1. Dosa Jariyah dalam Surat Al-Ankabut: 13

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

  1. Dosa Jariyah dalam Surat An-Nur: 19

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

Hadits tentang dosa jariyah

  1. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَن دَعا إلى هُدًى، كانَ له مِنَ الأجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَن تَبِعَهُ، لا يَنْقُصُ ذلكَ مِن أُجُورِهِمْ شيئًا، ومَن دَعا إلى ضَلالَةٍ، كانَ عليه مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثامِ مَن تَبِعَهُ، لا يَنْقُصُ ذلكَ مِن آثامِهِمْ شيئًا.

Rasulullah ﷺ bersabda,”Siapa saja yang menyeru kepada petunjuk, dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya. Hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Dan siapa saja yang menyeru kepada kesesatan, baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya. Hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.

[Hadits riwayat Muslim di dalam Shahih Muslim no. 2674]

  1. Hadits Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu

Rasulullah ﷺ bersabda,

وَمَن سَنَّ في الإسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كانَ عليه وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَن عَمِلَ بهَا مِن بَعْدِهِ، مِن غيرِ أَنْ يَنْقُصَ مِن أَوْزَارِهِمْ شيءٌ

”Dan siapa saja yang mengenalkan satu kebiasaan yang buruk , maka dia mendapatkan dosa keburukan tersebut dan dosa orang-orang yang melakukan kebiasaan buruk tersebut setelah dirinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.”

[Hadits riwayat Muslim di dalam Shahih Muslim no. 1017]

Akibat Dosa Jariyah

Penyebab Dosa Jariyah, akibat Dosa Yang Mengalir Walaupun Sudah Meninggal, Hukum Dosa Jariyah,
Akibat Dosa Jariyah Dalam Islam

Akibat dari dosa jariyah adalah orang yang melakukan dosa jariyah akan menanggung dosanya sendiri dan dosa orang-orang yang mengikuti dirinya dalam perbuatan dosa tersebut.

Dengan kata lain, dia mendapat tambahan dosa dari setiap orang yang melakukan dosa jariyah yang dia lakukan. Makanya, dosa jariyah itu sangatlah besar. Tak pernah terbayangkan dalam benak pelaku dosa itu sendiri.

Dia pasti akan sangat kaget melihat tumpuka dosanya begitu banyak tanpa dia merasa telah melakukannya sebanyak itu.

Cara Bertaubat dari Dosa Jariyah

Cara Menghilangkan Dosa Jariyah, Bagaimana Cara Menghapus Dosa Jariyah, Cara Memutus Dosa Jariyah, Cara Menghentikan Dosa Jariyah,
Cara Bertaubat dan memutus berhenti Dari Dosa Jariyah

Bertaubat dari dosa jariyah sebagaimana bertaubat dari dosa-dosa yang lain, yaitu bertaubat dengan taubat nasuha. Taubat yang tulus, jujur dan sungguh-sungguh.

Agar taubat seorang hamba diterima oleh Allah Ta’ala maka harus memenuhi syarat-syarat taubat sebagaimana yang telah diterangkan oleh para ulama. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan, syarat-syarat taubat adalah sebagai berikut:

  1. Menyesali apa yang telah berlalu. Dia merasa sedih dan menyesal atas kemaksiatan yang dia lakukan di masa lalu.
  2. Berhenti dari kemaksiatan tersebut dan meninggalkannya karena takut kepada Allah dan demi mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  3. Bertekad bulat dan jujur untuk tidak kembali melakukan kemaksiatan tersebut.[ii]

Cara Menghilangkan Dosa Jariyah

Lantas bagaimana cara menghilangkan atau menghentikan dosa jariyah?

Lembaga fatwa Markaz Al-Fatwa Qatar di bawah pengawasan Syaikh Dr. Abdullah Faqih Asy-Syinqity pernah ditanya seseorang yang dulu di masa remaja pernah menyebarkan link film porno di sebuah grup, lantas dia sadar bahaya dosa jariyah setelah mendapat penjelasan para ulama.

Namun dia lupa nama grup tersebut, tempat mengirimnya dan siapa saja anggotanya. Cara agar terbebas dari dosa jariyah menurut Markaz Al-Fatwa adalah sebagai berikut:

  1. Beristighfar.
  2. Bertaubat dengan taubat nasuha.
  3. Melakukan berbagai perbuatan baik yang bisa menghapus keburukan, seperti berdakwah kepada kebaikan dan memelihara diri dari dosa (iffah), melarang dari perbuatan yang mungkar dan hina.
  4. Berupaya semaksimal kemampuan untuk menghilangkan dampak-dampak dari dosa yang telah dilakukan di masa lalu.

Bila anda sudah melakukan semua ini semaksimal kemampuan yang dimiliki, anda telah terlepas dari tanggung jawab. Allah Ta’ala tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya.[iii]

Contoh Dosa Jariyah Kehidupan Sehari-hari

Dosa Jariyah Contoh, Contoh Dosa Jariyah Adalah,
Yang Termasuk Dosa Jariyah Dalam Kehidupan Sehari Hari

Berikut ini beberapa contoh bentuk dosa jariyah:

Contoh Dosa Jariyah Dalam Keluarga

Mendidik anak berdasarkan hal-hal yang diharamkan, seperti tidak diperintahkan untuk shalat, berbohong dan mencuri, akhlak yang hina, dan membiarkan mereka dikelilingi oleh sarana-sarana modern yang melalaikan siang dan malam. Anak semacam ini akan mewarisi dari orang tuanya sifat-sifat buruk seperti ini.[iv]

Contoh Dosa Jariyah Wanita

Dosa Jariyah Wanita, Hadits Dosa Jariyah Perempuan, Contoh Dosa Jariyah Wanita,
Contoh Dosa Jariyah Wanita perempuan

Di antara dosa jariyah wanita yang sangat mudah kita temukan adalah para wanita yang memulai sebuah kebiasaan buruk yang belum pernah dilakukan sebelumnya di suatu lingkungan. Setelah itu kebiasaan tersebut menjadi trend atau kecenderungan umum masyarakat.

  1. Menghidupkan Trend Memakai Celana Pendek

Misalnya, pada tahun 80-90 an secara umum di Indonesia tidak ada perempuan yang berani memakai celana pendek di tempat-tempat umum. Kemudian ada seorang model yang berani tampil meggunakan celana pendek di tempat umum, di jalanan, di mal-mal dan seterusnya.

Setelah itu kemudian marak para perempuan menggunakan model celana pendek yang laki-laki pun merasa risih untuk memakainya. Perempuan semacam ini akan menanggung dosa semua wanita yang mengikuti jejaknya selain dosanya sendiri.

  1. Menciptakan Trend Mencukur Alis

Mencukur alis merupakan salah satu perbuatan yang dilarang dalam Islam. Orang yang pertama kali mencukur alis, kemudian menjadikannya sebagai tren di daerah / masyarakat tersebut, dapat menjadikan hal tersebut sebagai dosa jariyah.

Contoh Dosa jariyah Laki-Laki

Dosa Jariyah Seorang Laki Laki, Cara Menghapus Dosa Jariyah,
Contoh Dosa Jariyah Laki-Laki

Dosa jariyah laki-laki adalah membuat tradisi baru, menghidupkan trend yang menyelisihi ajaran Islam, kemudian banyak yang mengikutinya. Maka, perbuatan seperti itu akan menjadi dosa jariyah baginya. Berikut beberapa contohnya:

  1. Kasus Anak Nabi Adam ‘alaihis salam

Contoh dosa jariyah laki-laki adalah seperti kasus yang dilakukan oleh anak Adam ‘alaihis salam yang membunuh saudaranya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ

Dari Abdullah (bin Mas’ud) radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tidak satu pun jiwa yang terbunuh secara zhalim melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pertumpahan darah itu karena dialah orang pertama yang mencontohkan pembunuhan.”

  1. Mencukur Mohawk dan Qaza

Mencukur Qaza’ di dalam Islam adalah perbuatan yang terlarang. Qaza’ adalah mencukur sebagian rambut kepala (atau sampai habis) dan sebagian membiarkan rambut lainnya masih.

Hal ini pernah terjadi seperti ketika trend model rambut mohawk yang kemudian diikuti oleh banyak laki-laki kaum muslimin.

  1. Mengajari orang lain minum-minuman keras

Mengajari orang lain mengenal atau memiliki kebiasaan minum-minuman keras dapat menjadi dosa jariyah bagi pelakunya bila tidak bertaubat. Selama orang yang diajari masih melakukan minum-minuman keras, maka yang mengajari akan mendapatkan dosanya.

Sebab, minum-minuman keras merupakan hal yang melanggar syariat Islam.

Contoh Dosa Jariyah Selfie

Apakah Selfie Dosa Jariyah,
Contoh Dosa Jariyah Selfie

Hari ini foto selfie menjadi bagian dari gaya hidup hampir setiap orang. Yang menjadi masalah bukan selfienya. Namun apa yang dia foto.

Bila seseorang selfie tanpa ada sesuatu yang melanggar syar’i di dalamnya maka itu tidak masalah, bagi yang meyakini pendapat ulama yang menyatakan foto diri bukan perkara yang diharamkan syariat.

Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang melakukan selfie dalam bentuk kemaksiatan, kemudian apa yang dia lakukan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Menjadi insipirator bagi orang lain untuk melakukan maksiat inilah yang berbahaya.

Saat itulah dia akan menanggung dosanya sekaligus dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa para pelaku setelahnya sedikit pun.

  1. Selfie Mempertontonkan Aurat

Contoh selfie yang terlarang adalah seorang wanita yang sudah baligh memfoto dirinya sendiri dalam keadaan mempertontonkan auratnya secara vulgar dengan gaya yang unik dan memang sengaja tujuannya untuk memamerkan kecantikan dirinya. Lalu diupload di medsos.

  1. Selfie Perbuatan Terlarang Dalam Islam

Contoh yang lain adalah selfie perbuatan terlarang dalam Islam, kemudian orang lain ikut terinspirasi dan mengikutinya. wal’iyadzu billah.

Dosa Jariyah di Media Sosial

Dosa Jariyah Di Media Sosial, Dosa Jariyah Tiktok, Dosa Jariyah Di Sosmed,
Contoh Dosa Jariyah di Media Sosial

Media sosial merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan maupun keburukan. Tergantung kepada orang yang menggunakannya.

Bagi sebagian orang yang tidak memahami syariat atau tahu syariat tapi lebih dikuasai hawa nafsunya, medsos justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang melanggar syariat.

Yang berbahaya adalah bila seseorang memanfaatkan medsos untuk menyebarkan berbagai pemikiran atau gambar atau audio atau video yang menyimpang dari syariat islam dan menimbulkan kerusakan pemikiran atau akhlak banyak orang.

Hal ini akan menjadi dosa jariyah bagi yang menyebarkan hal-hal tersebut. Semakin banyak orang yang terpengaruh dengan keburukan yang dia sebarkan, semakin banyak dosa yang dia tanggung.

Semakin lama keburukan itu diikuti oleh orang lain, semakin berlipat dosanya. Contohnya:

  1. Orang berbagi info website pronografi,
  2. Berbagi cara melakukan bypass website pornografi yang diblokir oleh pemerintah,
  3. Menyebarkan video-video yang kontennya merusak akhlak generasi muda,
  4. Menyebarkan pemikiran yang menyimpang dari akidah yang benar
  5. Menyebarkan pemikiran yang merusak nilai-nilai akhlak yang mulia.
  6. Seseorang bisa menghasung banyak orang untuk menentang salah satu ajaran Islam melalui medsos,
  7. Menginspirasi banyak orang untuk membully orang yang berbuat kebajikan yang dia tidak sukai, seperti yang dialami para santri yang menutup telinganya saat sedang antri vaksinasi Covid 19 karena tidak ingin mendengar suara musik yang di lokasi vaksinasi. Semua itu ada hisabnya di akhirat nanti.

Dosa Jariyah Berita Hoax

Dosa Jariyah Wanita Adalah, Dosa Jariyah Hoax,
Contoh Dosa Jariyah Berita Hoax

Hoax di masa awal Islam dikenal dengan istilah haditsul ifki atau berita bohong. Dosanya sangat besar sebagaimana firman Allah Ta’ala saat menerangkan sucinya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari tuduhan telah melakukan zina dengan seorang sahabat.

Hoax ini disebarkan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik madinah saat itu. Lalu menyebar dari mulut ke mulut di masyarakat Madinah hingga mengguncang rumah tangga Rasulullah ﷺ

Benar-benar keji hoax tersebut. Tidak mengherankan bila Allah Ta’ala memberikan ancaman yang sangat berat kepada para penyebarnya.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

”Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu.

Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” [An-Nuur: 11]

Untuk itulah kita sebagai seorang Muslim harus sangat teliti terhadap setiap kabar buruk tentang orang muslim lainnya yang menyebar baik di dunia maya atau dunia nyata atau berita apa saja yang tidak jelas sumbernya.

Sikap awal haruslah menjaga lisan agar tidak ikut menjadi penyebar berita yang belum jelas asal-usulnya dan belum pasti kebenarannya walaupun datang dari orang yang dekat dengan kita. Bila memang bisa dilakukan penelusuran maka dilakukan semampunya kalau memang ada kepentingan untuk itu.

Tanya jawab Seputar Dosa Jariyah:

Berikut ini pembahasan beberapa persoalan yang sering ditanyakan terkait masalah dosa jariyah.

Apakah foto mengumbar aurat dosa jariyah?

Foto yang mengumbar aurat bila disimpan untuk dirinya sendiri dan tidak disebar luaskan tidak termasuk dosa jariyah.

Menjadi dosa jariyah saat secara sengaja memang disebarluaskan untuk memamerkan kecantikan dirinya dan menginspirasi banyak perempuan lain untuk melakukan hal yang sama sehingga menjadi sumber petaka bagi banyak lelaki.

Semakin banyak orang yang meniru gayanya dalam mengumbar aurat, semakin banyak pula dosa yang harus dia pikul. Semua itu tanpa mengurangi dosa para pelaku maksiat tersebut sama sekali. wallahu a’lam.

Apakah dosa jariyah bisa diampuni?

Apakah Ghibah Dosa Jariyah, Dosa Yang Mengalir,
Apakah Dosa Jariyah Bisa Diampuni

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni semua dosa selama pelaku dosa tersebut bertaubat dengan taubat nasuha sebelum nyawanya sampai ditenggorokan. Artinya belum sampai sakaratul maut.

Bahkan dosa kemusyrikan sekalipun yang merupakan dosa terbesar di sisi Allah ta’ala aka diampuni bila bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [An-Nisa’: 48]

Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda

قَالَ اللَّهُ يَا ابۡنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوۡتَنِي وَرَجَوۡتَنِي غَفَرۡتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابۡنَ آدَمَ لَوۡ بَلَغَتۡ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسۡتَغۡفَرۡتَنِى غَفَرۡتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِي يَا ابۡنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوۡ أَتَيۡتَنِى بِقُرَابِ الۡأَرۡضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشۡرِكُ بِي شَيۡئًا لَأَتَيۡتُكَ بِقُرَابِـهَا مَغۡفِرَةً .

Allah berfirman, “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon kepada-Ku dan mengharap pada-Ku, maka Aku ampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku tentu akan Aku ampuni, dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”

[Hadits riwayat At-Tirmidzi No. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Dalam hadits dari Abdullah bin Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقۡبَلُ تَوۡبَةَ الۡعَبۡدِ مَالَمۡ يُغَرۡغِرۡ .

”Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya (ruhnya) belum sampai tenggorokan.” [Hadits riwayat Ahmad dan At-Tirmidzi dan dia berkata,”Hadits ini hasan]

Apakah ghibah dosa jariyah?

Kami tidak mengetahui jawabannya secara pasti. Sejauh yang kami telusuri, belum kami dapatkan ulama yang menyatakan bahwa ghibah termasuk dosa yang akan mengalir terus menerus kepada pelakunya meskipun dirinya sudah meninggal dunia. Wallahu a’lam.

Demikian pembahasan singkat tentang dosa jariyah. Semoga bermanfat. Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka dari Allah semata karena rahmat dan fadhilah-Nya. Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan mengampuni segala kesalahan kami dan kaum Muslimin.


[i] https://www.alukah.net/sharia/0/138212/

[ii]https://binbaz.org.sa/fatwas/29201/%D8%B4%D8%B1%D9%88%D8%B7%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%88%D8%A8%D8%A9%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%B5%D9%88%D8%AD

[iii]https://www.islamweb.net/ar/fatwa/248197/%D8%B3%D8%A8%D9%8A%D9%84%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%AE%D9%84%D8%B5%D9%85%D9%86%D8%A2%D8%AB%D8%A7%D9%85%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%8A%D8%A6%D8%A7%D8%AA%D8%A7%D9%84%D8%AC%D8%A7%D8%B1%D9%8A%D8%A9

[iv] https://www.alukah.net/sharia/0/138212/

Tulisan Dosa Jariyah ini pertama kali diunggah pada 19 September 2021

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Comment