Pidato Bahasa Arab Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

Pidato Bahasa Arab Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

Pidato singkat bahasa arab tentang berbakti kepada orang tua / birrul walidain disertai arti dan harokat lengkap dengan judul ‘Wujubu Birril Walidain / Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua’

Tema tentang berbakti kepada orang tua merupakan tema yang paling banyak menjadi bahan pidato. Berikut pidato selengkapnya tentang kewajiban berbakti kepada orang tua dalam Islam.

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

وُجُوْبُ بِرِّ اْلوَالِدَيْنِ

Muqoddimah Pidato

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Adapun sesudah itu:

Lainnya: Mukadimah Bahasa Arab Beserta Artinya

Isi Pidato

أَيُّهَا الإِخْوَةُ الكِرَامُ: لِنَتَدَبَّرْ قَوْلَ اللهِ تعالى: ﴿وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا﴾

فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ: مِمَّا يَجِبُ عَلَى الْوَلَدِ تُجَاهَ وَالِدَيْهِ، أَنْ يُخَاطِبَهُمَا بِالْقَوْلِ اللَّيِّنِ، وَالْكَلَامِ اللَّطِيفِ، وَلَا يَرْفَعَ صَوْتَهُ عَلَيْهِمَا، وَلَا يُخَاطِبَهُمَا بِالْعِبَارَاتِ الْحَادَّةِ، وَالْكَلِمَاتِ النَّابِيَةِ، وَالْغِلْظَةِ وَالشِّدَّةِ، فَهَذَا مُحَرَّمٌ شَرْعًا، وَهُوَ مِنَ الْعُقُوقِ

يَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَعْلَمَ أَنَّ الْوَالِدَيْنِ هُمَا مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَى الْوَلَدِ بَعْدَ سَيِّدِنَا رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ يَجِدُ في نَفْسِهِ ازْدِرَاءً وَاحْتِقَارًا لِوَالِدَيْهِ، أَو عَدَمَ عِنَايَةٍ بِأَمْرِهِمَا وَشَأْنِهِمَا، أَو نَقْصًا في احْتِرَامِهِمَا، أَو عَدَمَ نَصِيحَةٍ لَهُمَا، أَو بِرٍّ بِهِمَا، فَهُوَ مُبْتَلًى بِمَرَضٍ عُضَالٍ في التَّعَامُلِ مَعَ الْوَالِدَيْنِ

وَهَذَا الْمَرَضُ هُوَ الَّذِي يُسَمَّى بِالْعُقُوقِ، وَصَاحِبُهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ ابْتِدَاءً، أَو لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَبَدًا لَا قَدَّرَ اللهُ تَعَالَى إِنِ اسْتَحَلَّ عُقُوقَهُمَا، لِأَنَّهُ سَيَمُوْتُ لَا قَدَّرَ اللهُ تَعَالَى عَلَى سُوءِ الْخَاتِمَةِ، وَذَلِكَ لِقَوْلِ سَيِّدِنَا رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌّ» رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا

Wahai -saudara-saudara yang mulia!

Marilah kita merenungi firman Allah Ta’ala:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [Al-Isra’: 23-24]

Saudara-saudara yang mulia!

Di antara kewajiban seorang anak kepada orang tuanya adalah berbicara kepadanya dengan perkataan yang santun, kalimat yang lembut, tidak meninggikan suaranya kepada mereka berdua dan tidak berbicara kepada mereka dengan ungkapan-ungkapan yang tajam, kata-kata yang tidak pantas, kasar dan keras. Ini diharamkan secara syar’i. Ini termasuk kedurhakaan kepada orang tua.

Kita harus tahu bahwa orang tua adalah salah satu orang yang paling aman atas anak-anaknya setelah Sayyiduna Rasulullah ﷺ. Bila seseorang mendapati pada dirinya ada sikap merendahkan dan meremehkan kedua orang tuanya atau tidak memperhatikan urusan dan keadaan mereka berdua atau kurang menghormati keduanya atau tidak memberikan nasehat kepada keduanya atau tidak berbakti kepada keduanya maka dia menderita penyakit kronis dalam bergaul dengan kedua orang tuanya.

Penyakit ini disebut dengan kedurhakaan. Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya tidak akan masuk surga secara langsung atau tidak akan masuk surga selamanya bila dia menyatakan halalnya durhaka kepada kedua orang tua. Semoga Allah Ta’ala tidak mentakdirkannya.

Karena kalau demikian dia akan meninggal dalam keadaan suul khatimah. Semoga Allah Ta’ala tidak menakdirkannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ ,”Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tua.” Imam Ahmad meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.

Penutup Pidato

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ

تَأَمَّلُوا هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ الْكَرِيمَتَيْنِ اللَّتَيْنِ يُبَيِّنُ لَنَا فِيهِمَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ كَيْفَ نَتَعَامَلُ مَعَ أَقْرَبِ النَّاسِ لَنَا، مَنْ كَانَ سَبَبًا في وُجُودِنَا في هَذِهِ الدَّارِ بَعْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

أَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ لَا يَحْرِمَنَا الْأَدَبَ مَعَهُمَا أَحْيَاءً وَمَيْتِينَ. آمين

Saudara-saudara yang mulia!

Perhatikanlah kedua ayat mulia ini yang di dalamnya Allah Azza wa Jalla menjelaskan kepada kita bagaimana bergaul dengan orang yang paling dekat dengan diri kita yang telah menjadi sebab keberadaan kita di dunia ini setelah Allah Azza wa Jalla.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala agar Allah tidak menghalangi kita dari beradab terhadap kedua orang tua saat masih hidup maupun setelah mereka meninggal. Amin.[i]

Pidato Bahasa Arab Tentang Berbakti Kepada Orang Tua ini ditulis oleh Tim PabrikJamMasjid.com Produsen Jam Digital Masjid. Kami memproduksi aneka Jam Waktu Sholat Elektronik untuk masjid dan mushola, institusi pemerintah, pabrik, sekolah, rumah sakit, klinik, Lembaga Pendidikan dan lainnya.


[i]https://www.naasan.net/index.php?page=YXJ0aWNsZQ==&op=ZGlzcGxheV9hcnRpY2xlX2RldGFpbHNfdQ==&article_id=MjgzNw==&lan=YXI= dengan diringkas.

keyword: teks naskah kultum ceramah pidato khitobah muhadhoroh bahasa arab tentang berbakti kepada orang tua birrul walidain

Leave a Comment