Pidato Bahasa Arab Tentang Pentingnya Waktu dan Artinya

Pidato Bahasa Arab Tentang Pentingnya Waktu dan Artinya

Teks pidato bahasa arab beserta artinya tentang pentingnya waktu disertai artinya dan harokat lengkap dengan judul Qimatul Waqti waz Zaman fi hayatil muslim / Nilai Waktu dalam Kehidupan Seorang Muslim.

Tema Pidato bahasa arab tentang pentingnya waktu ini membahas bagaimana menghargai waktu dan disiplin memanfaatkan waktu bagi setiap muslim. Berikut pidato tentang waktu selengkapnya.

Nilai Waktu dalam Kehidupan Seorang Muslim

قِيْمَةُ الْوَقْتِ وَالزَّمَنِ فِي حَيَاةِ الْمُسْلِمِ

Pembukaan Pidato

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Isi Pidato

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ: الزَّمَنُ وَالْوَقْتُ مِنْ أَثْمَنِ الأَشْيَاءِ الَّتِيْ لا يَسْتَطِيْعُ الْإِنْسَانُ شِرَائهَا، فَهُوَ يَمُرُ بِسُرْعَةٍ، وَلَا يُمْكِن أنْ يَعُوْد الزَّمَنُ إِلَى الْوَرَاءِ؛ فإن لِلْوَقْتِ في الْإِسْلَامِ ؛وَخَاصَةً عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ قِيمَةً عَظِيمَةً، فَهُوَ رَأْسُ الْمَالِ، مَا ذَهَبَ مِنْهُ لَا يَعُودُ، وَمَنْ فَرَّطَ فِي وَقْتِهِ وَعُمُرِهِ فَقَدْ فَرَّطَ فِي خَيْرٍ كَبِيرٍ؛

لِأَنَّ مِنَ النَّاسِ مَنْ يُضَيِّعُ عُمُرَهُ وَوَقْتَه، وَلا يُحْسِنُ اسْتِثْمَارَهُ بِمَا يَنْفَعُهُ؛ بَلْ رُبَّمَا قَضَاهُ فِيمَا يَضُرُّهُ فِي مَجَالِسِ الْغَفْلَةِ وَاللَّهْوِ وَالْغِيبَةِ وَالنَّمِيمَةِ، وَقَدْ اهْتَمَّ الْإِسْلَامُ بِالْوَقْتِ، وَبَيَّنَ أَهَمِّيَّتَهُ، قَالَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم – كَمَا فِي الصَّحِيحِ: «نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ؛ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»، فَالْخَاسِرُ وَقْتَهُ مَغْبُونٌ كَالَّذِي يَبِيعُ سِلْعَتَهُ بِأَقَلَّ مِمَّا تَسْتَحِقُّ، أَوْ يَشْتَرِيهَا بِأَكْثَرَ مِمَّا تَسْتَحِقُّ.

وَلَيْسَ يَتَحَسَّرُ أَهْلُ الْجَنَّةِ عَلَى شَيْءٍ إِلَّا عَلَى سَاعَةٍ مَرَّتْ بِهِمْ لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ -عَزَّ وَجَلَّ- فِيهَا، وَمِنْ أَوَّلِ مَا يُسْألُ عَنْهُ الْعبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْوَقْتُ: «لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ»، رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ فِي سُنَنِهِ

وَلَقَدْ فَرَّطَ الْكَثِيرُ مِنَ النَّاسِ فِي أَوْقَاتِهِمْ؛ بَعْضُهُمْ بِسَبَبِ عَدَمِ إِدْرَاكِهِ لِقِيمَةِ الْوَقْتِ، وَبَعْضُهُمْ بِسَبَبِ التَّكَاسُلِ وَالتَّسْوِيفِ؛ وَهُمَا سِلَاحَانِ قَاتِلَانِ لِأَوْقَاتِ النّاسِ، وَبَعْضُهُمْ بِسَبَبِ الصُّحْبَةِ السَّيِّئَةِ؛ فَالرَّفْقَةُ السَّيِّئَةُ تَعْمَلُ عَلَى قَتْلِ دِينِ وَأَخْلَاقِ وَأوْقَاتِ أَصْحَابِهِمْ

Saudara-saudara yang mulia!

Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang tidak bisa dibeli oleh manusia. Waktu berjalan dengan cepat dan tidak mungkin untuk berbalik ke belakang. Dalam Islam, terutama bagi para ahli ilmu, waktu memiliki nilai yang sangat besar. Ia merupakan modal utama.

Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Siapa saja yang membuang-buang waktunya dan umurnya maka dia benar-benar telah membuang – buang kebaikan yang besar.

Karena ada sebagian orang yang menyia-nyiakan umurnya dan waktunya dan tidak memanfaatkannya dengan sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. Bahkan, bisa jadi dia habiskan dalam hal-hal yang membahayakan dirinya, di tempat-tempat kelalaian, permainan, ghibah dan namimah.

Islam sangat memperhatikan masalah waktu dan menjelaskan pentingnya waktu. Dalam sebuah hadits shahih Nabi ﷺ bersabda,”Dua nikmat yang kebanyakan manusia terpedaya di dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Orang yang rugi itu waktunya terpedaya sebagaimana dia menjual dagangannya dengan harga yang lebih rendah dari semestinya atau membeli dagangan dengan harga yang lebih tinggi dari yang semestinya.

Para penghuni surga tidak pernah merasa menyesal kecuali terhadap waktu mereka yang berlalu sementara mereka tidak berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla di saat tersebut. Di antara perkara pertama yang ditanyakan pada hari kiamat adalah masalah waktu.

”Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya dalam hal apa ia habiskan, tentang ilmunya dalam hal apa ia amalkan, tentang hartanya darimana dia dapatkan dan dia pergunakan untuk apa serta tentang badannya dalam hal apa ia pergunakan?” [Hadits riwayat At-Tirmidzi dalam sunannya].

Banyak orang yang membuang-buang waktunya. Sebagian karena tidak mengetahui nilai waktu. Sebagian lainnya karena malas dan suka menunda-nunda. Dua perkara ini merupakan senjata mematikan bagi waktu manusia. Sebagian lainnya disebabkan oleh pergaulan yang buruk. Teman yang buruk bisa menjadi pembunuh agama dan akhlak serta waktu para sahabatnya.[i]

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i]https://www.alukah.net/sharia/0/147290/%D9%82%D9%8A%D9%85%D8%A9%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%82%D8%AA-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%85%D9%86-%D9%81%D9%8A-%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85/

Leave a Comment