Pidato Bahasa Arab Tentang Urgensi Ilmu Agama dan Artinya

Pidato Bahasa Arab Tentang Urgensi Ilmu Agama

Pidato bahasa Arab tentang urgensi Ilmu dalam Islam singkat disertai arti dan harokat lengkap dengan judul ‘Urgensi Ilmu Agama Kunci Sukses Dunia & Akhirat’

Tema pidato tentang urgensi ilmu ini menjelaskan tentang urgensi menuntut ilmu dan ilmu agama sebagai kunci sukses dunia dan akhirat. Berikut pidato tentang urgensi ilmu selengkapnya.

Urgensi Ilmu Agama

أَهَمِّيَةُ عِلْمِ الدِّيْنِ

Muqoddimah Pidato

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِيْنَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah. Kepada-Nya kami memohon pertolongan atas semua perkara dunia dan agama. Semoga shalawat dan salam atas Rasul paling mulia, keluarganya, dan semua sahabatnya.

Isi Pidato

إِنَّ لِلْعِلْمِ مَنْزِلَةً رَفِيْعَةً إِخْوَةَ الْإِيْمَانِ. قالَ عَليْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ : مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]

أَخْبَرَناَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ عَلاَمَةَ فَلاَحِ الْمَرْءِ وَإِرَادَةِ اللهِ الخَيْرَ لِعَبْدِهِ أَنْ يُفَقِّهَهُ فِي الدِّيْنِ

فَهِمَ هَذا عُلَماءُ الأُمَّةِ فَشَمَّرُوا وطَلَبُوا العِلْمَ حَتّى بَلَغُوا ما بَلَغُوا ولِذَلِكَ قَالَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِنَّ الاِشْتِغَالَ بِطَلَبِ العِلْمِ أَفْضَلُ ما تُنْفَقُ فِيهِ نَفائِسُ الأَوْقَاتِ اهـ

وذَلِكَ لِأَنَّ في طَلَبِ العِلْمِ حِفْظُ النَّفْسِ وحِفْظُ الغَيْرِ. الْاِشْتِغالُ بِطَلَبِ العِلْمِ إِخْوَةَ الإِيْمَانِ أَفْضَلُ مِنْ نَوَافِلِ العِبَادَاتِ البَدَنِيَّةِ لِأَنَّ نَفْعَ العِلْمِ يَعُمُّ صَاحِبَهُ وَالنَّاسَ وَأَمَّا النَّوَافِلُ البَدَنِيَّةُ فَمَقْصُوْرَةٌ عَلَى صَاحِبِهَا

 وَلِأَنَّ الْعِلْمَ مُصَحِّحٌ لِغَيْرِهِ مِنَ الْعِبَادَاتِ فَهِيَ تَفْتَقِرُ إِلَيْهِ وتَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ ولا يَتَوَقَّفُ العِلْمُ عَلَيْهَا فَإِنَّ العَابِدَ الجَاهِلَ قَدْ يَقُومُ بِعِبَادَةٍ فَاسِدَةٍ تَكُوْنُ وَبَالاً عَلَيْهِ

وَلِأَنَّ العِلْمَ يَبْقَى أَثَرُهُ بَعْدَ مَوْتِ صَاحِبِه، ولِأَنَّ فِي بَقَاءِ العِلْمِ إِحْيَاءً لِلشَّرِيْعَةِ وَحِفْظًا لِمَعَالِمِ الْمِلَّةِ

إِخْوَةَ الْإِيْمَانِ، عِلْمُ الدِّينِ حَيَاةُ الْإِسْلاَمِ لِذَلِكَ أَمَرَ اللهُ رَسُوْلَهُ بِطَلَبِ الاِزْدِيَادِ مِنَ العِلْمِ ولَمْ يَأْمُرْ نَبِيَّهُ في القُرْءَانِ بِطَلَبِ الاِزْدِيَادِ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ مِنَ العِلْمِ فَقالَ عَزَّ مِنْ قائِلٍ ﴿وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (طه: 114 )﴾

فَٱقْتَدُوا بِنَبِيِّكُمْ صَلّى اللهُ علَيْهِ وسَلَّمَ وٱطْلُبُوا عِلْمَ الدِّينِ وشُدُّوا الْهِمَّةَ لِتَحْصِيْلِهِ والتَّقَوِّي فِيْهِ فَفِي ذَلِكَ الفَضْلُ وَالدَّرَجَةُ الرَّفِيعَةُ في الآخِرَةِ وحِفْظُ أَنْفُسِكُمْ وأَهْلِيكُمْ وبِلاَدِكُمْ وإِسْلاَمِكُمْ، وَفَّقَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ لِمَا يُحِبُّ وَيَرْضَى

Sesungguhnya ilmu memiliki kedudukan yang tinggi, wahai saudara-saudara seiman! Rasulullah ﷺ bersabda,”Siapa saja yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya Allah akan pahamkan dia dalam agama.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]

Rasulullah ﷺ memberitahu kita bahwa tanda keberuntungan seseorang dan Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba  adalah Allah memahamkan dia dalam agama.

Para ulama umat memahami hal ini. Maka mereka bangkit dan mencari ilmu hingga mencapai apa yang berhasil mereka raih. Oleh karena itu, Imam Asy-Syafi’i radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Sesungguhnya sibuk mencari ilmu itu adalah sesuatu yang paling utama dalam menghabiskan waktu yang berharga.”

Hal itu karena mencari ilmu itu akan menjaga diri sendiri dan orang lain. Sibuk mencari ilmu wahai saudara-saudara seiman, adalah lebih utama daripada ibadah badaniyah nawafil karena manfaat ilmu meliputi pemilik ilmu dan orang lain, sedangkan ibadah badaniyah nawafil terbatas pada pelaku ibadah saja.

Juga karena ilmu itu megoreksi berbagai ibadah. Jadi ibadah itu butuh ilmu dan tergantung kepada ilmu sedangkan ilmu tidak tergantung kepada ibadah. Seorang ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu  terkadang melakukan ibadah yang rusak sehingga menjadi petaka bagi dirinya.

Selain itu, ilmu pengaruhnya tetap ada setelah kematian pemiliknya, karena dengan tetap kekalnya ilmu, akan menghidupkan  syariat dan menjaga rambu-rambu agama ini.

Saudara-saudara seiman!

Ilmu agama itu kehidupan Islam. Oleh karenanya, Allah memerintahkan rasul-Nya untuk meminta tambahan ilmu dan tidak memerintahkan nabi-Nya  di dalam Al-Quran untuk meminta tambahan dengan sesuatu kecuali ilmu. Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Dan katakanlah,” Ta Tuhanku! Tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [Thaha: 114]

Maka, teladanilah Nabi kalian ﷺ. Carilah imu agama dan kuatkanlah tekad untuk meraihnya. Dan kokohkanlah ilmu. Dalam mencari ilmu itu terdapat derajat yang tinggi di akhirat, memelihara diri anda sendiri, keluarga anda, negeri anda dan Islam Anda. Semoga Allah memberi taufik kepada saya dan anda semua kepada apa yang Allah cintai dan ridhai.

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.[i]


[i] https://www.islam.ms/ar/%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9-%D8%AC%D9%85%D8%B9%D8%A9-%D8%A3%D9%87%D9%85%D9%8A%D8%A9-%D8%B9%D9%84%D9%85-%D8%AF%D9%8A%D9%86 dengan diringkas.

Leave a Comment