Pidato Bahasa Arab Tentang Ghibah dan Artinya Serta Harokat

Pidato Bahasa Arab Tentang Ghibah dan Artinya

Contoh pidato dalam bahasa arab tentang ghibah disertai artinya dan harokat lengkap dengan judul Al Ghibah / Ghibah.

Tema Pidato bahasa arab tentang ghibah ini membahas tentang apa yang dimaksud ghibah serta bahayanya bagi setiap muslim serta perlunya untuk menghindari perbuatan ghibah. Berikut pidato tentang ghibah selengkapnya:

Ghibah

الْغِيْبَةُ

Pembukaan Pidato

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Isi Pidato

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ: اعْـلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْعَمَ عَلَى الْإِنْسَانِ بِنِعْمَةٍ عُظْمَى لِأَجْـلِ حَمْدِهِ تَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ وَتَقْدِيْسِهِ وَتَعْظِيْمِهِ، أَلاَ وَهِيَ نِعْمَةُ اللِّسَانِ، يُعَبِّرُ بِهَا عَنْ رَغَائِبِهِ وَحَاجَاتِهِ، وَيُعْرِبُ بِهَا عَمَّا يَجُولُ فِي خَاطِرِهِ،

 وَلَكِنْ هَذَا العُضْوُ الصَّغِيرُ جِرْمُهُ، العَظِيمُ خَطَرُهُ وَأَثَرُهُ، لَهُ وَجْهَانِ: وَجْهٌ لِلْخَيْرِ وَوَجْهٌ لِلشَّرِّ، فَإِنْ أَرَدْتَّ بِهِ وَجْهَ الْخَيْرِ اسْـتَعْمَلْتَهُ فِيمَا يُرْضِي اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ سَدِيْدِ الْقَوْلِ وَجَمِيْلِ الْأَحَادِيْثِ. فَزِمَامُهُ بِيَدِكَ وَمِفْتَاحُهُ بِقَلْبِكَ.

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ :إِنَّ مِنْ آفَاتِ اللِّسَانِ الْخَطِرَةِ، وَالَّتِي غَدَتْ فَاكِهَةَ كَثِيرٍ مِنَ الْمَجَالِسِ، أَنْ يَذْكُرَ الْوَاحِدُ أَخَاهُ الَّذِي غَابَ عَنْهُ بِالْمَكْرُوهِ مِنَ الْقَوْلِ، وَهِيَ الْغِيبَةُ الَّتِي حَرَّمَهَا اللهُ تَعَالَى بِقَوْلِهِ:(وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّـهَ إِنَّ اللَّـهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ) (الحجرات ـ 12)،

فَالْغِيبَةُ فِي حَقِيقَتِهَا كَلِمَةٌ سَلْبِيَّةٌ، مُثَبِّطَةٌ لِلْعَزَائِمِ، هَادِمَةٌ لِلْهِمَمِ، مُزَعْزِعَةٌ لِلثِّقَةِ، تَزْرَعُ الْحِقْدَ وَالضَّغِينَةَ، وَتُشْعِلُ بَيْنَ النَّاسِ الْفِتْنَةَ، وَالْفِتْنَةُ نَائِمَةٌ لَعَنَ اللهُ مَنْ أَيْقَظَهَا،

 سَأَلَ النَّبِيُّ (صلى الله عليه وسلم) أَصْحَابَهُ يَوْمًا:(أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ؟ فَقَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، فَقَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُوْلُ؟ فَقَالَ: إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ)

فَلَا تَجْعَلْ، يَا أَخِي، نُطْقَكَ مَعْصِيَةً، إِذْ مَعْصِيَةُ الْكَلِمَةِ قَدْ تَكُوْنُ أَشَدَّ أَثَرًا وَخَطَرًا مِنْ مَعْصِيَةِ الْعَمَلِ. وَفِي الْكِتَابِ الْعَزِيزِ:(مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ) (ق ـ 18)

Saudara-saudara yang mulia!

Ketahuilah bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah memberi anugerah kepada manusia dengan nikmat agung untuk memuji Allah Ta’ala, menyanjung-Nya, mensucikan-Nya dan mengagungkan-Nya. Nikmat tersebut adalah lisan. Dengan lisan manusia mengungkapkan keinginan dan kebutuhannya serta menyatakan apa yang terlintas dalam pikirannya.

Namun anggota badan yang kecil ukurannya, besar bahaya dan pengaruhnya ini memiliki dua sisi: sisi kebaikan dan sisi keburukan. Jika anda menginginkan kebaikan pada lisan maka pakailah dalam hal-hal yang diridhai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, seperti berkata benar dan ucapan yang baik. Jadi kendali lisan itu ada di tangan anda dan kuncinya ada di hati anda.

Saudara-saudara yang mulia.

Di antara bencana lisan yang berbahaya yang menjadi buah santapan kebanyakan majlis adalah seseorang menyebutkan keburukan orang yang tidak ada dalam majlis tersebut. Inilah ghibah yang diharamkan oleh Allah Ta’ala dengan firman-Nya:

وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. [Al-Hujurat: 12]

Ghibah itu pada hakikatnya ucapan negatif yang mengendorkan tekad, meruntuhkan kemauan, mengguncang kepercayaan dan menanamkan kedengkian dan permusuhan serta menyalakan fitnah di antara manusia. Fitnah itu berkembang. Allah melaknat orang yang menyalakan fitnah.

Nabi ﷺ suatu hari bertanya kepada para sahabatnya, ”Apakah kalian tahu apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab,”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah ﷺ bersabda, ”Kamu menyebutkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibenci oleh saudaramu.” Lalu salah seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat anda bila apa yang saya sebutkan itu memang ada pada saudara saya?”

Rasulullah ﷺ menjawab, ”Jika apa yang kamu sebutkan itu benar ada pada saudaramu maka kamu telah mengghibahnya. Dan bila tidak ada pada saudaramu maka kamu telah berdusta tentang dirinya.” [Hadits riwayat Muslim no. 2589 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Oleh karena itu wahai saudaraku, janganlah bermaksiat dalam ucapan anda karena maksiat kata itu terkadang jauh lebih besar pengaruh dan bahayanya daripada maksiat perbuatan. Di dalam al-Quran disebutkan,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ – ١٨

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). [Qaf: 18][i]

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i] https://alwatan.com/details/256308

2 thoughts on “Pidato Bahasa Arab Tentang Ghibah dan Artinya”

Leave a Comment