Pidato Bahasa Arab Tentang Amar Makruf Nahi Munkar & Artinya

Pidato Bahasa Arab Tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Teks pidato arab singkat tentang amar ma’ruf nahi munkar disertai arti dan harokat lengkap dengan judul Al Amru bil Ma’ruf wa Nahyu ‘anil munkar / Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Tema Pidato bahasa arab tentang Amar Makruf Nahi Munkar ini membahas tentang keutamaan amar ma’ruf nahi munkar dan bahaya meninggalkannya. Berikut pidato tentang Amar Makruf Nahi Munkar selengkapnya:

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

الْأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

Pembukaan Pidato

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Isi Pidato

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ.. إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَضَّلَ هَذِهِ الْأُمَّةَ عَلَى سَائِرِ الْأُمَمِ، وَجَعَلَهَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ، وَجَعَلَ الْخَيْرَ بَاقياً فِيهَا إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ، وَهِي أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ فِي أَوَّلِهَا وآخِرِهَا

وَإِنَّ أَهَمَّ أَسْبَابِ خَيْرِيَّتِهَا وَقُوَّتِهَا -كَمَا تَعْلَمُونَ- هُوَ أَمْرُهَا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُهَا عَنِ الْمُنْكَرِ؛ إِذْ هُوَ الْحِصْنُ الْحَصِينُ الَّذِي يَضْمَنُ أَنَّ الْأُمَّةَ سَتَأْخُذُ عَلَى يَدِ سُفَهَائِهَا وَمُفْسِدِيهَا؛ قَالَ رَبُّكُم جَلَّ وعَلا: ﴿ كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ﴾ [آل عمران: 110]

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ.. إِنَّهُ لَيسَ هُناكَ أُمَّةٌ مِنَ الأُممِ إلاَّ وتَجِدُ فيهَا بَعضَ العُصَاةِ والمذنِبِينَ، الَّذِينَ يَحْفُرُونَ في قَعْرِ سَفينَةِ النَّجاةِ، وهؤلاءِ لابُدَّ مِنَ الأَخذِ علَى أَيدِيهِمْ؛ فإنَّهُم إنْ تُرِكُوا ومَا أَرَادُوا هَلَكُوا وأَهْلَكُوا

وهَذَا أَمرُ اللهِ ورَسُولِه صلى الله عليه وسلم لنَا، قالَ رَبُّنَا جَلَّ وعَلا ﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾ [آل عمران: 104

ولَقَد أَنكَرَ اللهُ سُبحانَهُ على أَهْلِ العِلمِ والفَضلِ عَدَمِ إِنكَارِهِمْ علَى أَهلِ المنكَرِ فقَالَ: ﴿لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ ﴾ [المائدة: 63] قالَ القُرطُبِيُّ رحمهُ اللهُ: “وَدَلَّتِ الْآيَةُ عَلَى أَنَّ تَارِكَ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ كَمُرْتَكِبِ الْمُنْكَرِ، فَالْآيَةُ تَوْبِيخٌ لِلْعُلَمَاءِ فِي تَرْكِ الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ”.. ولاَ حَولَ ولاَ قُوةَ إلاَّ باللهِ

Saudara-saudara yang mulia!

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah memberikan kelebihan kepada umat ini di atas seluruh umat yang lain. Allah menjadikan umat ini sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia. Allah menjadikan kebaikan senantiasa ada di dalam umat ini hingga kiamat tiba. Umat Islam adalah umat yang dirahmati, baik generasi pertamanya maupun generasi akhirnya.

Sesungguhnya sebab terpenting dari kebaikan umat ini dan kekuatannya – sebagaimana telah anda ketahui – adalah umat ini melakukan amar makruf dan nahyi munkar. Amar makruf nahyi munkar merupakan benteng yang sangat kokoh, yang menjamin bahwa umat ini akan menahan tangan orang-orang bodoh dan para perusak dari umat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. [Ali Imran: 110]

Saudara-saudara yang mulia!

Tidak ada satu umat pun kecuali di dalamnya ada orang-orang yang suka melakukan kemaksiatan dan dosa, orang-orang yang melubangi lantai dasar dari kapal keselamatan.

Orang-orang semacam itu tangannya harus ditahan. Bila mereka dibiarkan melakukan apa yang mereka inginkan, mereka akan binasa dan akan membinasakan yang lain.

Ini merupakan perintah Allah dan rasul-Nya ﷺ kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,”

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ – ١٠٤

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Ali Imran: 104]

Allah benar-benar telah mengingkari para ulama dan orang-orang yang memiliki keutamaan karena mereka tidak mengingkari para pelaku kemungkaran. Allah Ta’ala berfirman,

لَوْلَا يَنْهٰىهُمُ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ – ٦٣

Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat. [Al-Maidah: 63]

Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata,”Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan nahyi munkar itu sebagaimana orang yang melakukan kemungkaran itu sendiri. Jadi ayat ini merupakan celaan kepada para ulama karena meninggalkan amar makruf dan nahyi munkar.”

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i] https://www.alukah.net/sharia/0/131862/%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%87%D9%8A-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%86%D9%83%D8%B1/

Leave a Comment