Karangan Bahasa Arab Tentang Nikmat Allah Dan Artinya

Karangan Bahasa Arab Tentang Nikmat Allah Dan Artinya

Karangan bahasa Arab tentang Nikmat Allah singkat disertai arti dan harokat lengkap dengan judul ‘Nikmat Allah Tak Terhitung Jumlahnya’

Tema tentang nikmat Allah merupakan tema yang paling banyak menjadi bahan karangan. Semoga karangan singkat ini dapat menginspirasi.

Nikmat Allah Tak Terhitung Jumlahnya

نِعْمَةُ اللهِ لَا تُحْصَى

قَالَ اللهُ تَعَالَى : (وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا) [النحل:18] ، فَقَدْ أَنْعَمَ اللهُ تَعَالَى عَلَى الْإِنْسَانِ بِالْكَثِيْرِ مِنَ النِّعَمِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ وَالَّتِي لاَ يُمْكِنُ احْصَائُهَا

حَيْثُ أَنْعَمَ اللهُ عَلَى الْإِنْسَانِ بِخَلْقِهِ فِي أَحْسَنِ صُوْرَةٍ ، وَمَنَحَهُ الصِّحَّةَ الَّتِي لاَ يُمْكِنُ أَنَ يُقَدِّرَهَا بِثَمَنٍ،

كَمَا أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْنَا أَيْضًا بِالْعَقْلِ الَّذِي يُمَيِّزُ الْإِنْسَانَ عَنْ سَائِرِ الْخَلْقِ ، وَهَدَاهُ لِلْإِسْلاَمِ وَ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ وَيَرْضَاهُ ، وَعِنْدَ مَا يَرْضَى اللهُ عَلَيْنَا يَمْنَحُنَا التَّوْفِيْقَ فِي الدُّنْيَا وَجَنَّةَ الْآخِرَةِ

وَلَكِنْ يَجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَكُوْنَ عِبَادًا صَالِحِيْنَ وَنَتَّقِي اللهَ تَعَالَى فِي النِّعَمِ الَّتِي مَنَحَنَا اِيَّاهَا ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى هَذِهِ النِّعَمِ حَتَّى يَزِيْدَنَا مِنْ فَضْلِهِ وَيُبَارِكَ لَنَا فِي هَذِهِ النِّعَمِ فَقَدْ

قَالَ تَعَالَى: (وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ) [إبراهيم:7]

وَيَجِبُ عَلَى الْإِنْسَانِ الْمُؤْمِنِ أَنْ يَعْتَرِفَ بِنِعَمِ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ وَأَنْ يُقَدِّرَهَا وَلاَ يَتَجَاهَلُ هَذِهِ النِّعَمَ أَوْ يَعْصِي اللهَ تَعَالَى

فَالنِّعَمُ تَزِيْدُ بِشُكْرِ اللهِ وَتَزُوْلُ بِالكُفْرِ وَالنُّكْرَانِ ، كَمَا أَنَّ اللهَ تَعَالَى غَنِىٌّ عَنْ جَمِيْعِ الْعِبَادِ ، وَ الْإِنْسَانُ يَحْتَاجُ إِلَى التَّقَرُّبِ مِنَ اللهِ تَعَالَى بِصُورَةٍ دَائِمَةٍ حَتَّى يَنَالَ السَّعَادَةَ مِنَ الله تَعَالَى فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

وَيَجِبُ التَّأْكِيْدُ أَنَّ كُلَّ مَا يُحِيْطُ بِالْإِنْسَانِ فِي حَيَاتِهِ هُوَ نِعْمَةٌ فَالزَّوْجُ الصَّالِحُ نِعْمَةٌ وَالزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ نِعْمَةٌ وَالْأَهْلُ نِعْمَةٌ وَ الْأَصْدِقَاءُ الطَّيِّبُوْنَ الَّذِيْنَ يَحْرِصُوْنَ عَلَى طَاعَةِ اللهِ تَعَالَى نِعْمَةٌ

وَلِذَلِكَ يَجِبُ عَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَكُوْنَ دَائِمُ الشُّكْرِ وَالْحَمْدُ ِللهِ تَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ وَأَنْ يَسْتَخْدِمَهَا فِيْمَا يُرَضِيْهِ

Terjemahan Karangan Tentang Nikmat

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” [An-Nahl: 18]

Allah Ta’ala telah menganugerahkan berbagai nikmat yang banyak kepada manusia baik yang nampak maupun tidak nampak yang tidak mungkin untuk menghitungnya.

Hal ini karena Allah telah menganugerahkan kepada manusia dengan penciptaan dalam bentuk yang paling baik dan memberinya kesehatan yang tidak mungkin untuk dinilai harganya.

Juga karena Allah Ta’ala menganugerahkan akal kepada kita yang membedakan manusia dari seluruh makhluk. Allah memberi hidayah manusia kepada Islam dan kepada apa saja yang Allah ridhai. Bila Allah ridha kepada kita maka Dia akan memberi taufik kepada kita di dunia dan surga di akhirat.

Namun, kita harus menjadi hamba yang shaleh dan bertakwa kepada Allah Ta’ala dalam semua nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Kita bersyukur atas segala nikmat tersebut sehingga Allah menambahkan untuk kita dari karunia-Nya dan memberkahi semua nikmat tersebut.

Allah Ta’ala telah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan,”Susungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka seungguhnya azab-Ku sangat pedih. [Ibrahim: 7]

Wajib atas orang beriman untuk mengakui nikmat-nikmat Allah Ta’ala kepada dirinya, menghargainya dan tidak mengabaikannya atau bermaksiat kepada Allah Ta’ala.

Nikmat itu akan bertambah dengan bersyukur kepada Allah dan akan sirna dengan kekafiran dan pengingkaran. Demikian juga, Allah Ta’ala itu Maha Kaya, tidak membutuhkan seluruh hamba sedangkan manusia butuh untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala secara terus menerus, sampai dia meraih kebahagiaan dari Allah Ta’ala di dunia dan akhirat.

Harus ditekankan bahwa semua yang meliputi manusia dalam kehidupannya adalah nikmat. Suami shaleh adalah nikmat. Istri shalehah adalah nikmat. Keluarga adalah nikmat. Teman-teman yang baik yang bersemangat dalam mentaati Allah Ta’ala adalah nikmat.

Oleh karenanya, manusia harus terus menerus bersyukur dan memuji Allah Ta’ala atas segala nikmat-Nya dan menggunakannya dalam hal-hal yang Allah ridhai.[i]


[i] https://www.almrsal.com/post/716076

Leave a Comment