Pidato Singkat Bahasa Arab Tentang Anak Shaleh dan Artinya

Pidato Bahasa Arab Tentang Anak Shaleh dan Artinya

Pidato bahasa Arab singkat tentang Anak Sholeh singkat disertai arti dan harokat lengkap dengan judul ‘Nikmat Anak Sholeh’

Tema pidato anak sholeh merupakan salah satu tema yang banyak menjadi bahan pidato. Berikut pidato Nikmat Anak Sholeh selengkapnya.

Nikmat Anak Sholeh

نِعْمَةُ الْوَلَدِ الصَّالِحِ

Muqoddimah Pidato

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

أَيُّهَا الْأَحْبَابَ الْكِرَامَ

Isi Pidato

لَقَدْ تَفَضَّلَ اللهُ عَلَى عِبَادِهِ بِنِعَمٍ لاَ تُحْصَى . فَكُلُّ نِعْمَةٍ يَرَاهَا الْعَبْدُ عَلَى نَفْسِهِ هِبَةٌ مِنَ اللهِ ، قَالَ تَعَالَى : ” وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ “

فَمِنْ أَعْظَمِ النِّعَمِ عَلَى الْإِنْسَانِ بَعْدَ نِعْمَةِ الْإِسْلاَمِ ، نِعْمَةُ الْوَلَدِ ، وَلاَ سِيَمَا الْوَلَدُ الصَّالِحُ وَالْمُرَادُ هُنَا الْوَلَدُ الصَّالِحُ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى، الَّذِي يَمْنَحُ لِوَالِدَيْهِ عُمُرًا آخَرٌ بَعْدَ وَفَاتِهِمَا. رَوَى مُسْلِمٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا مَاتَ الإنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

وَالاِسْتِعْدَادُ لِلْوَلَدِ الصَّالِحِ يَبْدَأُ مِنِ اخْتِيَارِ الزَّوْجَيْنِ؛ فَمِنْ أَجْلِهِ حَثَّ النَّبِيُّﷺ عَلَى حُسْنِ الاِخْتِيَارِ فَقَالَ فِي الزَّوْجَةِ: «… فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ»، كَمَا قَالَ فِي الزَّوْجِ: «إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَأَمَانَتَهُ فَزَوِّجُوْهُ… »

وَمِنْ أَجْلِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ عَلَّمَنَا الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ كَيْفَ نَدْعُو وَنَطْلُبُ مِنَ اللهِ تَعَالَى لَيْسَ مُجَرَّدُ الذُّرِّيَةِ وَالْأَوْلاَدِ فَحَسْبُ؛ بَلِ الذُّرِّيَّةُ الصَّالِحَةُ الطَّيِّبَةُ، فَقَالَ سُبْحَانَهُ عَلَى لِسَانِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ}، وَقَالَ عَلَى لِسَانِ سَيِّدِنَا زَكَرِيَّا عَلَيْهِ السَّلاَمُ: {رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ}.

 مِنْ أَجْلِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ قَالَ النَّبِيُّﷺ: «كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ»؛ فَالْوَلَدُ إِنَّمَا يُوْلَدُ عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلاَمِ، قَابِلاً بِهَا مُتَفَاعِلاً مَعَهَا، فَإِذَا صَلُحَ الْوَالِدَانِ بَقِيَتْ هَذِهِ الْفِطْرَةُ تَنْمُو وَتَزْكُو تَحْتَ إِشْرَافِهِمَا، وَإِذَا فَسَدَ الْوَالِدَانِ تَغَيَّرَتْ فِطْرَةُ الْمَوْلُوْدِ مِنَ الْإِسْلاَمِ إِلَى الْأَدْيَانِ الْمُنْحَرِفَةِ وَالعَادَاتِ الْمُنْحَرِفَةِ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Saudara-saudara tercinta yang mulia!

Allah telah menganugerahkan kepada para hamba-Nya nikmat yang tidak bisa dihitung. Setiap nikmat yang dilihat oleh seorang hamba pada dirinya adalah pemberian dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)… [An-Nahl:53]

Setelah nikmat Islam, nikmat yang terbesar adalah nikmat anak, terutama anak shaleh. Yang dimaksud dengan anak shaleh adalah anak shaleh laki-laki maupun perempuan yang memberikan kepada kedua orang tuanya umur lain setelah kematian mereka.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا مَاتَ الإنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

”Bila manusia meninggal, maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga perkara: dari sedekah jariah, atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak shaleh yang mendoakannya.” [Hadits riwayat Muslim no. 1631 dari Abu Hurairah]

Persiapan untuk anak shaleh dimulai dari pemilihan suami istri. untuk itu, Nabi ﷺ mendorong untuk memilih dengan baik tentang istri, dengan sabdanya,”… pilihlah yang memiliki agama. Kamu akan beruntung…”. Kemudian mengenai suami beliau bersabda,”Bila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhai agamanya dan amanahnya (karena hendak melamar) maka nikahkanlah dia (dengan putrimu)...”

Dalam rangka anak yang shaleh, Al-Quran Al-Karim mengajarkan kepada kita cara kita berdoa dan memohon kepada Allah Ta’ala bukan hanya keturunan dan anak semata, namun keturunan yang shaleh dan baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman melalui lisan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

”Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” [asf- Shaffaat: 100]

kemudian Allah berfirman melalui lisan Nabi Zakaria ‘alaihis salam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” [Ali Imran: 38]

Dalam rangka anak shaleh, Nabi ﷺ bersabda,”Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”

Jadi setiap anak itu terlahir di atas fithrah Islam, menerima fihrah tersebut dan terpengaruh dengannya. Bila kedua orang tua itu shaleh, fithrah ini tetap terpelihara, berkembang dan bersih di bawah bimbingan kedua orang tuanya. Dan bila kedua orang tuanya rusak, maka fithrah anak tersebut berubah dari Islam kepada berbagai agama yang menyimpang dan kebiasaan yang menyimpang.[i]

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i] Lihat: http://www.saaid.net/Doat/yahia/29.htm dan https://ar-ar.facebook.com/Kamelelmesri/posts/420059075055172/

Leave a Comment