Teks Ceramah Pidato Bahasa Arab Tentang Kematian dan Artinya

Pidato Bahasa Arab Tentang Kematian dan Artinya

Teks pidato bahasa arab singkat tentang kematian disertai arti dan harokat lengkap dengan judul ‘Al Maut (Kematian)’

Tema pidato tentang kematian merupakan salah satu tema yang banyak menjadi bahan pidato. Berikut pidato tentang kematian selengkapnya.

Kematian

المَوْتُ

Muqoddimah Pidato

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Lainnya: Teks Mukadimah Pidato

Isi Pidato

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ! حَدِيثُنَا الْيَوْمَ عَنْ سَاعَةٍ وَلَحْظَةٍ حَاسِمَةٍ لَا تَتَكَرَّرُ، سَيَمُرُّ بِهَا كُلٌّ مِنَّا، شَاءَ أَمْ أَبَى! إِنَّهَا سَاعَةُ الْـمَوْتِ! وَالِانْتِقَالُ مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا إِلَى الْآخِرَةِ

قَالَ اللهُ – جَلَّ فِي عُلَاهُ -: ﴿ كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ﴾ [آل عمران: 185]

فَسَاعَةُ الْمَوْتِ، سَاعَةٌ لَا يَسْتَطِيعُ أَحَدٌ – كَائِنًا مَنْ كَانَ – أَنْ يُؤَخِّرَهَا عَنْ نَفْسِهِ، أَوْ غَيْرِهِ، وَلَوْ لِسَاعَةٍ، حَتَّى يَتَدَارَكَ مَا فَاتَهُ، وَيُصَحِّحَ مِنْ أَوْضَاعِهِ، قَالَ اللهُ: ﴿ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ ﴾ [يس: 50]؛

فَهِيَ تَأْخُذُهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ فِي جِدَالِـهِمْ وَخِصَامِهِمْ فِي مُعْتَرَكِ الْحَيَاةِ، لَا يَتَوَقَّعُونَهَا، وَلَا يَحْسِبُونَ لَهَا حِسَابًا، فَإِذَا هُمْ مُنْتَهُونَ، كُلٌّ عَلَى حَالِهِ الَّتِي هُوَ عَلَيْهَا، لَا يَمْلِكُ أَنْ يُوصِيَ لِـمَنْ بَعْدَهُ، وَلَا أَنْ يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ، فَيُوصِيهِمْ بِمَا فِيهِ مَصَالِـحِهِ وَإِنْقَاذِ نَفْسِهِ

وَهَذَا إِنْذَارٌ لِأَهْلِ الْغَفْلَةِ الَّذِينَ غَفَلُوا عَنِ الْمَوْتِ، وَشَغَلَتْهُمُ الدُّنْيَا عَنْ تَذَكُّرِهِ، فَفَاجَأَهُمُ الْمَوْتُ؛ فَلَا يُسْعِفُهُمُ الْوَقْتُ لِيُصْلِحَ مَا يُمْكِنُ إِصْلَاحُهُ؛ فَالْمَوْتُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يَسْتَبْطِئَهُ مِنَّا أَحَدٌ؛ فَلَا أَحَدَ يَعْلَمُ مَوْعِدَ رَحِيلِهِ مِنَ الدُّنْيَا، وَلَيْسَ لَهُ بَعْدَ الْمَوْتِ مِنْ عَمَلٍ وَلَا تَوْبَةٍ وَلَا اسْتِدْرَاكِ شَيْءٍ وَلَا تَصْحِيحِ وَضْعٍ.

وَقَالَ – تَعَالَى -: ﴿ حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴾ [المؤمنون: 99، 100]

Saudara-saudara yang mulia!

Pembicaraan kita hari ini adalah mengenai saat menentukan yang tidak akan pernah berulang yang akan dialami oleh masing-masing dari kita, baik dia menginginkannya atau tidak! Yaitu saat kematian. Perpindahan dari kehidupan dunia menuju akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” [Ali Imran: 185]

Saat kematian adalah saat yang tidak seorang manusia pun -siapa pun dia- sanggup untuk menundanya dari dari dirinya atau dari orang lain, meskipun hanya sesaat, agar dia bisa mendapatkan apa yang terlewat, dan memperbaiki keadaannya.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

‘Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya.’ [Yasin: 50]

Momen kematian itu menjemput mereka secara mendadak ketika mereka tengah berada dalam perdebatan dan pertikaian mereka di medan kehidupan. Mereka tidak pernah memperkirakannya sama sekali, tidak pernah memperhitungkannya sama sekali, lalu tiba-tiba mereka terhenti.

Semua berada pada kondisinya saat itu tanpa mampu untuk memberi wasiat kepada orang sepeninggalnya dan tidak pula mampu untuk kembali kepada keluarganya untuk memberi wasiat kepada mereka terkait kemaslahatannya dan keselamatan dirinya.

Ini merupakan peringatan kepada orang-orang yang lalai terhadap kematian. Orang-orang yang disibukkan oleh dunia sehingga tidak mengingatnya lalu datanglah kematian kepada mereka secara mendadak.

Tidak ada waktu untuk memperbaiki apa yang mungkin untuk diperbaiki. Maka tidak seyogyanya masing-masing dari kita meminta agar kematian datang terlambat kepada kita. Tidak seorang pun mengetahui waktu perpisahannya dengan dunia. Dan setelah kematian dia tidak bisa beramal atau bertaubat atau memperbaiki sesuatu atau meluruskan keadaan.

Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

”(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata,”Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia).

.

Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” [Al-Mukminun: 99-100] [i]

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i] https://www.alukah.net/sharia/0/130547/%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9-%D9%82%D8%B5%D9%8A%D8%B1%D8%A9-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%88%D8%AA/

keyword: teks naskah kultum ceramah pidato khitobah muhadhoroh bahasa arab tentang kematian

Leave a Comment