Ceramah Pidato Bahasa Arab Tentang Ikhlas Beserta Artinya

Pidato Bahasa Arab Singkat Tentang Ikhlas Beserta Artinya

Pidato bahasa arab singkat beserta artinya tentang Ikhlas disertai harokat lengkap dengan judul ‘Al Ikhlasu / Ikhlas’

Khitobah Ceramah tentang ikhlas merupakan salah satu tema yang banyak menjadi bahan pidato di berbagai tempat. Berikut pidato tentang Ikhlas selengkapnya.

Ikhlas

الْإِخْلَاصُ

Muqoddimah Pidato

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Contoh Lainnya: Pembukaan Pidato Dalam Bahasa Arab

Isi Pidato

فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَةَ الكِرَامَ، قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: ﴿ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾ [الذاريات: [56 نَعَمْ خَلَقَهُمْ لِلْعِبَادَةِ وَدَعَاهُمْ إِلَى الطَّاعَةِ، وَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ رُسُلَهُ مُعَلِّمِيْنَ وَمُؤَدِّبِيْنَ وَمُبَشِّرِيْنَ ومُنْذِرِيْنَ، يُبَشِّرُوْنَ الطَائِعِيْنَ بِجَنَّاتٍ عَالِيَةٍ، وَيُنْذِرُوْنَ العُصَاةَ وَالمُذْنِبِيْنَ نَارًا حَامِيَةً

غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَفُوْتُكُمْ أَنَّ نَعِيْمَ اللهِ لَا يَحْظَى بِهِ إِلَّا الْمُخْلِصُوْنَ، وَهُمُ الّذِيْنَ أَرَادُوْا بِطَاعَتِهِمْ التَّقَرُبُ إِلَى اللهِ تَعَالَى، فَهُمْ لَا يَطْلُبُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ النَّاسِ جَزَاءً، وَلَا يَنْتَظِرُوْنَ مِنْهُمْ مَدْحًا وَثَنَاءً

وَلَا شَكَّ أَنَّ الْإِخْلَاصَ أَمْرٌ قَلْبِيٌّ، يَخْفَى عَلَيْنَا، وَلَكِنْ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّطِيْفِ الْخَبِيْرِ الَّذِي يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ، وَلِذَلِكَ رَدَّتْ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ فِي الْعَقِيْدَةِ صَلَاتُهُمْ وَصِيَامُهُمْ، وَلَعَنَهُمُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَأَذَّلَّهُمْ، وَأَعَدَّ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابًا أَلِيْمًا: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا [النساء: 145]

أَمَّا مَنْ نَافَقُوْا فِي الْعَمَلِ، فَتَظَاهَرُوا بِالْإِخْلَاصِ قَاصِدِيْنَ مَدْحَ المَادِحِيْنَ، أَوِ الاِنْدِمَاجَ فِي الوُجَهَاءِ الْمَعْدُوْدِيْنَ، أَوِ الظَّفَرِ بِكَثْرَةِ التَّابِعِيْنَ، كُلُّ أُوْلَئِكَ لَا تُقِيْمُ الشَّرِيْعَةُ لِأَعْمَالِهِمْ وَزْنًا، فَقَدْ أَحْبَطَ الرِّيَاءُ ثَوَابَ أَعْمَالِهِمْ، بَلْ وَسَيُحَاسَبُوْنَ عَلَي رِيَائِهِمْ، ويَكِلُهُمُ اللهُ إِلَى مَنْ كَانُوْا يُرَاؤُوْنَ ,فَيَقُوْلُ: اِذَهَبُوا إِلَى مَنْ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ، فَخُذُوا مِنْهُمْ جَزَاءَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

أَيُّهَا الْإِخْوَةُ الكِرَامُ : اهْتَمُّوْا لِلْقَبُوْلِ فَإِنّمَا يُثِيْبُ بِاعْتِبَارِ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ مِنَ الْإِخْلَاصِ لِلدَّيَّانِ، وَالنّيَّةِ الصَّالِحَةِ

Saudara-saudara yang mulia!

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat: 56]

Ya. Allah menciptakan mereka untuk ibadah dan menyeru mereka kepada kepada ketaatan, mengutus kepada mereka para rasul-Nya sebagai para guru, pendidik, pemberi kabar gembira dan peringatan. Memberi kabar gembira kepada orang-orang yang taat dengan surga yang tinggi dan memperingatkan para pendurhaka dengan neraka yang sangat panas.

Namun demikian, anda jangan lupa bahwa nikmat Allah itu hanya didapat oleh orang-orang yang ikhlas saja. Orang-orang yang menginginkan taqarrub kepada Allah Ta’ala melalui ketaatan mereka. Orang-orang yang tidak meminta balasan kepada manusia atas ketaatan yang mereka lakukan dan tidak pula mengharapkan pujian dan sanjungan dari manusia.

Tidak ada keraguan bahwa ikhlas itu urusan hati, tersembunyi dari kita. Namun ia tidak tersembunyi dari Allah Yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui, yang mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.

Oleh karena itu, orang-orang yang munafik dalam akidah, shalat dan puasanya tertolak. Allah melaknat mereka dan menghinakan mereka di dunia dan akhirat. Allah telah menyiapkan untuk mereka adzab yang pedih di akhirat.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”[An-Nisa’: 145]

Sedangkan orang yang munafik dari segi amal, yang menampakkan keikhlasan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian orang atau agar digolongkan ke dalam kelompok orang-orang terkemuka, atau mendapatkan banyak pengikut, orang-orang semacam ini amalnya tidak akan dipertimbangkan oleh syariat sama sekali.

Riya’ telah menghapus pahala amal mereka. Bahkan mereka akan dihisab karena riya’nya tersebut. Allah memasrahkan mereka kepada orang yang menjadi tujuan riya’ mereka dengan mengatakan, ”Datanglah kepada orang-orang yang menjadi tujuan riya’mu dan ambillah balasan dari mereka apa yang kamu telah kerjakan!”

Saudara-saudara yang mulia!

Perhatikanlah persoalan diterimanya amal. Sesungguhnya pahala itu didasarkan kepada keikhlasan dan niat baik yang terukir di dalam hati untuk Ad-Dayyan, yaitu Allah Ta’ala. [i]

Penutup Pidato

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Saya memohon ampun kepada Allah Ta’ala yang Maha Agung untuk diri saya dan anda sekalian dan seluruh kaum Muslimin. Mohonlah ampunan kepada-Nya sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


[i] https://www.alukah.net/sharia/0/133393/%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9-%D9%82%D8%B5%D9%8A%D8%B1%D8%A9-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%AE%D9%84%D8%A7%D8%B5/

keyword: kultum ceramah pidato khitobah muhadhoroh bahasa arab tentang ikhlas / keikhlasan

Leave a Comment