{"id":7,"count":2,"description":"Ada sebuah pertanyaan menarik perbedaan hadits shaih dan mutawatir dan persamaannya. Apakah setiap hadits mutawatir itu shahih? Apakah hadits shahih harus mutawatir? Berikut penjelasannya:\r\n<h2>Perbedaan Hadits Mutawatir dan Hadits Shahih<\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_558\" align=\"alignnone\" width=\"1200\"]<img class=\"size-full wp-image-558\" src=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Perbedaan-Hadits-Mutawatir-dan-Hadits-Shahih.jpg\" alt=\"Perbedaan Hadits Mutawatir dan Hadits Shahih\" width=\"1200\" height=\"675\" \/> Perbedaan Hadits Mutawatir dan Hadits Shahih[\/caption]\r\n\r\nBerikut perbedaan hadits mutawatir dan hadits shahih:\r\n<h3>1. Jumlah Periwayatnya<\/h3>\r\nHadits Mutawatir diriwayatkan oleh rawi banyak dalam setiap tingkatnya yang mustahil untuk bersepakat dusta atasnya.\r\n\r\nHadits shahih tidak harus memenuhi syarat mutawatir. Asalkan memenuhi syarat hadits shahih, maka dihukumi shahih, meski yang meriwayatkan tidak sampai derajat mutawatir.\r\n\r\nKarenanya, ada hadits ahad yang shahih. Sebagaimana pengertian hadits ahad yakni hadits yang diriwayatkan oleh\r\n<h3>2. Tinjauan Kuantitas dan Kualitas<\/h3>\r\nHadits mutawatir merupakan pembagian hadits yang dilihat dari sisi kuantitas. Dari sisi kuantitas, hadits terbagi menjadi hadits mutawatir dan hadits Ahad.\r\n\r\nSedangkan hadits shahih merupakan pembagian hadits dari sisi kualitas. Dari sisi kualitas, hadits terbagi menjadi hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dhaif.\r\n<h3>3. Syarat Hadits Mutawatir dan Hadits Shahih<\/h3>\r\n<h4>Syarat hadits mutawatir:<\/h4>\r\n<ol>\r\n \t<li>Diriwayatkan oleh banyak rawi.<\/li>\r\n \t<li>Jumlah bilangan rawi tersebut terdapat pada seluruh tingkatan (thabaqat) sanad.<\/li>\r\n \t<li>Menurut kebiasaan, mustahil mereka bersepakat untuk berdusta.<\/li>\r\n \t<li>Khabar mereka disandarkan kepada panca indera.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<blockquote>Baca: <a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-mutawatir-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan Syarat Hadits Mutawatir<\/a><\/blockquote>\r\n<h4>Syarat hadits Shahih:<\/h4>\r\n<ol>\r\n \t<li>Sanad hadits harus bersambung.<\/li>\r\n \t<li>Perawinya adil<\/li>\r\n \t<li>Perawinya dhabith<\/li>\r\n \t<li>Hadits tersebut tidak syadz<\/li>\r\n \t<li>Hadits tersebut tidak memiliki \u2018illah (cacat)<\/li>\r\n<\/ol>\r\n<blockquote>Baca: <a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-shahih-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan Syarat Hadits Shahih<\/a><\/blockquote>\r\n<h2>Persamaan Hadits Mutawatir dan Hadits Shahih<\/h2>\r\n[caption id=\"attachment_559\" align=\"alignnone\" width=\"1200\"]<img class=\"size-full wp-image-559\" src=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Pengertian-hadits-shahih-dan-mutawatir.jpg\" alt=\"Pengertian hadits shahih dan mutawatir\" width=\"1200\" height=\"675\" \/> Pengertian hadits shahih dan mutawatir[\/caption]\r\n\r\nSedangkan persamaan hadits mutawatir dan hadits shahih sebagai berikut:\r\n<h3><strong>1. Hukum Maqbul<\/strong><\/h3>\r\nHadits shahih dan hadits mutawatir sama-sama diterima (maqbul).\r\n<h3><strong>2. Menjadi Landasan Amal<\/strong><\/h3>\r\nHadits shahih dan mutawatir sama-sama dapat menjadi landasan beramal.\r\n<h2>Contoh Hadits Shahih Mutawatir<\/h2>\r\nContoh ini kami ambilkan dari contoh hadits mutawatir. Sebab, setiap hadits mutawatir hukumnya shahih.\r\n\r\nRasulullah \ufdfa bersabda,\r\n<blockquote>\r\n<p class=\"has-text-align-right\" style=\"text-align: center\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0630\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u064e\u0651 \u0645\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0651\u062f\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u0648\u064e\u0651\u0623\u0652 \u0645\u064e\u0642\u0652\u0639\u064e\u062f\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/p>\r\n<\/blockquote>\r\n<em>\u201cSiapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja maka hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat duduknya di neraka.<\/em>\u201d [Hadits riwayat Al-Bukhari di dalam shahih Al-Bukhari no. 1291 dari Al-Mughirah bin Syu\u2019bah]\r\n\r\nHadits ini diriwayatkan oleh lebih dari 70 orang sahabat.\r\n\r\nHadits ini merupakan hadits shahih yang mencapai derajat mutawatir.\r\n<blockquote>Silahkan baca juga: <a href=\"https:\/\/bit.ly\/contoh-hadits-mutawatir\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Hadits Mutawatir<\/a><\/blockquote>\r\n<h2>Apakah Hadits Mutawatir Hukumnya Shahih?<\/h2>\r\nApabila dapat dipastikan bahwa itu merupakan hadits mutawatir, maka hukumnya adalah shahih. Karenanya, wajib untuk memastikan syarat hadits mutawatir terpenuhi.\r\n\r\nPenjelasan lengkapnya terkait hadits mutawatir dan hadits shahih dapat merujuk ke artikel berikut:\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-mutawatir-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Hadits Mutawatir<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-7V\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Hadits Shahih<\/a><\/li>\r\n<\/ul>","link":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/tag\/perbedaan-hadits-shahih-dan-mutawatir\/","name":"Perbedaan Hadits Shahih dan Mutawatir","slug":"perbedaan-hadits-shahih-dan-mutawatir","taxonomy":"post_tag","meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/tags\/7","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/tags"}],"about":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/taxonomies\/post_tag"}],"wp:post_type":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts?tags=7"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}