{"id":717,"date":"2026-04-16T01:10:11","date_gmt":"2026-04-15T18:10:11","guid":{"rendered":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/?p=717"},"modified":"2026-04-16T01:10:11","modified_gmt":"2026-04-15T18:10:11","slug":"pengertian-sanad-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/pengertian-sanad-adalah\/","title":{"rendered":"Pengertian Sanad Adalah, Contoh, dan Pembagian Macamnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Sanad atau rangkaian perawi dalam sebuah hadits merupakan salah satu ciri khas umat Islam. Sanad ini memiliki peran besar dalam memelihara kemurnian salah satu sumber ajaran Islam yaitu Hadits Nabi \ufdfa .<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada umat di luar umat Islam yang memiliki kepedulian begitu luar biasa terhadap perawi hadits dan kabar berita nabi-nabi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui sanad, kejahatan orang yang hendak memanipulasi hadits atau menciptakan hadits palsu atas nama Nabi \ufdfa dengan mudah bisa disingkap oleh para ulama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, terdapat jaminan bahwa hadits-hadits dari Nabi \ufdfa yang sampai kepada umat Islam hari ini sampai menjelang hari kiamat adalah hadits yang shahih, yang bisa dijadikan rujukan dan pegangan dalam hukum, akidah, ibadah, akhlak dan mumalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini terlihat betapa besar kontribusi para ahli hadits dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Tulisan ini membahas secara singkat tentang sanad hadits, macam-macamnya dan contoh-contohnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini upaya sederhana untuk mengenalkan sanad hadits kepada kaum Muslimin yang mungkin belum tahu tentang sanad dan urgensinya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"pengertian-sanad-adalah\">Pengertian Sanad Adalah<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pengertian-Sanad-secara-bahasa-dan-istilah-etimologi-terminologi.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"pengertian sanad menurut para ahli, pengertian sanad dan contohnya, pengertian sanad isnad, sanad brainly, arti sanad adalah, pengertian sanad hadits adalah\" class=\"wp-image-724\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pengertian-Sanad-secara-bahasa-dan-istilah-etimologi-terminologi.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pengertian-Sanad-secara-bahasa-dan-istilah-etimologi-terminologi.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pengertian-Sanad-secara-bahasa-dan-istilah-etimologi-terminologi.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pengertian-Sanad-secara-bahasa-dan-istilah-etimologi-terminologi.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pengertian sanad secara bahasa dan istilah adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"arti-sanad-secara-bahasa\">Arti Sanad Secara Bahasa<\/h3>\n\n\n\n<p>Sanad secara bahasa berarti al-Mu&#8217;tamad \u0627\u0644\u0645\u0639\u062a\u0645\u062f yaitu &#8220;yang bisa dijadikan pegangan.&#8221; Atau dapat juga diartikan :\u0645\u0627 \u0627\u0631\u062a\u0641\u0639 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0627\u0631\u0636 yaitu &#8220;sesuatu yang terangkat (tinggi) dari tanah.&#8221;<a href=\"#_edn1\" id=\"_ednref1\">[i]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"definisi-sanad-secara-istilah\">Definisi Sanad Secara Istilah<\/h3>\n\n\n\n<p>Secara istilah para ahli hadits, menurut Syaikh Manna&#8217; Al-Qathan, sanad adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0637\u0631\u064a\u0642 \u0627\u0644\u0645\u0648\u0635\u0644 \u0627\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0645\u062a\u0646<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dJalan yang menyampaikan kepada matan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yaitu rangkaian rijal (perawi) yang menyampaikan kepada matan. Dinamakan dengan sanad karena para Hafizh (ahli hadits) bersandar kepadanya dalam menentukan shahih dan dha&#8217;if-nya suatu hadits.<a href=\"#_edn2\" id=\"_ednref2\">[ii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"pentingnya-sanad-dalam-islam\">Pentingnya Sanad Dalam Islam<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Urgensi-Sanad-Dalam-Islam-menurut-Ulama-Ahli-Hadits.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Urgensi Sanad Dalam Islam menurut Ulama Ahli Hadits, pengertian sanad menurut bahasa dan istilah, pengertian sanad dalam bahasa arab, pengertian sanad dari segi bahasa,\" class=\"wp-image-726\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Urgensi-Sanad-Dalam-Islam-menurut-Ulama-Ahli-Hadits.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Urgensi-Sanad-Dalam-Islam-menurut-Ulama-Ahli-Hadits.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Urgensi-Sanad-Dalam-Islam-menurut-Ulama-Ahli-Hadits.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Urgensi-Sanad-Dalam-Islam-menurut-Ulama-Ahli-Hadits.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah wafatnya Rasulullah \ufdfa , para sahabat radhiyallahu &#8216;anhum saling meriwayatkan satu sama lain hadits yang mereka dengar dari Rasulullah \ufdfa . Demikian pula dengan para tabi&#8217;in yang datang sesudah para sahabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka meriwayatkan dari para sahabat. Mereka tidak berhenti dari menerima hadits apa pun yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi \ufdfa .<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi semacam itu terus bertahan hingga terjadilah kondisi kacau balau (fitnah) yang menyebabkan terbunuhnya Khalifah yang lurus, Utsman bin &#8216;Affan radhiyallahu &#8216;anhu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian tersebut diikuti berbagai perpecahan dan perselisihan, muncul berbagai kelompok dan aliran bid&#8217;ah. Upaya untuk melakukan rekayasa terhadap sunnah meningkat sedikit demi sedikit. Setiap golongan mulai mencari alasan pembenaran bid&#8217;ahnya dari nash-nash yang disandarkan kepada Nabi \ufdfa .<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika itulah para ulama dari kalangan sahabat dan tabi&#8217;in berhati-hati dalam menukil hadits. Mereka tidak mau menerima hadits kecuali hadits-hadits yang mereka ketahui jalurnya dan mereka merasa tenang kepada ke-<em>tsiqah<\/em>-an para perawinya dan sifat adilnya (\u2018<em>adalah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>(Adil \/ \u2018<em>adalah<\/em> disini berarti orang yang tidak tenggelam dalam dosa besar dan hal-hal yang merusak muruah atau martabat, bukan sebagaimana yang dikenal dalam bahasa Indonesia).<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu melalui jalan <em>isnad<\/em>-nya (catatan: para muhaddits \/ahli hadits menggunakan istilah isnad dan sanad dalam satu makna, menurut Badrudin Ibnul Jama\u2019ah<a id=\"_ednref3\" href=\"#_edn3\">[iii]<\/a>). <\/p>\n\n\n\n<p>Imam Muslim telah meriwayatkan dalam Muqadimah kitab Shahih-nya dari Ibnu Sirin rahimahullah, perkataannya,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0644\u0645 \u064a\u0643\u0648\u0646\u0648\u0627 \u064a\u0633\u0623\u0644\u0648\u0646 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0646\u0627\u062f \u0641\u0644\u0645\u0627 \u0648\u0642\u0639\u062a \u0627\u0644\u0641\u062a\u0646\u0629 \u0642\u0627\u0644\u0648\u0627 : \u0633\u0645\u0648\u0627 \u0644\u0646\u0627 \u0631\u062c\u0627\u0644\u0643\u0645 \u060c \u0641\u064a\u064f\u0646\u0652\u0638\u064e\u0631\u064f \u0625\u0644\u0649 \u0623\u0647\u0644 \u0627\u0644\u0633\u0646\u0629 \u0641\u064a\u064f\u0624\u0652\u062e\u0630 \u062d\u062f\u064a\u062b\u064f\u0647\u0645 \u060c \u0648\u064a\u064f\u0646\u0652\u0638\u064e\u0631 \u0625\u0644\u0649 \u0623\u0647\u0644 \u0627\u0644\u0628\u062f\u0639\u0629 \u0641\u0644\u0627 \u064a\u0624\u062e\u0630 \u062d\u062f\u064a\u062b\u0647\u0645<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dDulu mereka tidak bertanya tentang isnad. Setelah terjadi kekacauan besar (fitnah), mereka berkata, \u2019Beritahukanlah kepada kami nama-nama perawi kalian.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Ditelitilah yang dari kalangan ahlus sunnah dan hadits mereka diambil. Dan diteliti pula yang dari ahli bid&#8217;ah kemudian hadits mereka tidak diambil.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Upaya untuk melakukan konfirmasi dan penelitian ini sejak masa <em>shighar shahabat<\/em> (sahabat yunior) yang menemui masa fitnah tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam Muqadimah Imam Muslim dari Mujahid, ia berkata, \u201dBasyir Al-&#8216;Adawi menemui Ibnu &#8216;Abbas. Lalu dia berbicara dengan mengatakan, \u201dRasulullah \ufdfa bersabda, Rasulullah \ufdfa bersabda.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu &#8216;Abbas tidak mau mendengarkan haditsnya dan tidak pula mau melihatnya. Maka Basyir berkata, \u201dWahai Ibnu &#8216;Abbas, ada apa dengan diriku? Aku melihatmu tidak mendengarkan haditsku? Aku menyampaikan hadits Rasulullah \ufdfa kepadamu, namun kamu tidak mau mendengar.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu &#8216;Abbas berkata, \u201dKami dahulu bila begitu mendengar ada seseorang berkata, \u201dRasulullah \ufdfa bersabda..\u201d maka pandangan kami langsung tertuju kepadanya dan kami berkonsentrasi untuk mendengarkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika orang-orang mulai mengambil segala jalan, kami tidak mengambil dari orang-orang kecuali apa yang kami ketahui.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian para tabi&#8217;in mulai menuntut adanya isnad saat dusta atas nama Rasulullah \ufdfa menyebar luas. Abul &#8216;Aliyah berkata,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0643\u0646\u0627 \u0646\u0633\u0645\u0639 \u0627\u0644\u0631\u0648\u0627\u064a\u0629 \u0628\u0627\u0644\u0628\u0635\u0631\u0629 \u0639\u0646 \u0623\u0635\u062d\u0627\u0628 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 &#8211; \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 &#8211; \u0641\u0644\u0627 \u0646\u0631\u0636\u0649 \u062d\u062a\u0649 \u0646\u0631\u0643\u0628 \u0625\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0645\u062f\u064a\u0646\u0629 \u0641\u0646\u0633\u0645\u0639\u0647\u0627 \u0645\u0646 \u0623\u0641\u0648\u0627\u0647\u0647\u0645<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dDahulu saat kami mendengar suatu riwayat di Bashrah (Irak) dari para sahabat Rasulullah \ufdfa , kami tidak merasa puas, sampai kami pergi ke Madinah sehingga langsung mendengar dari lisan mereka sendiri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatian yang sedemikian besar terhadap isnad ini menunjukkan kepada kita betapa penting isnad itu dan pengaruhnya dalam ilmu hadits. Urgensi ini terlihat dari beberapa sisi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Isnad merupakan salah satu ciri khas umat Islam yang membedakannya dari umat non Muslim. Tidak ada satu umat non Muslim pun di muka bumi yang memiliki ciri ini sama sekali.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Tidak didapatkan cerita dari umat lain adanya perhatian terhadap para perawi berita-berita dan hadits-hadit nabi mereka, sebagaimana yang dikenal di kalangan umat Islam.<\/p>\n\n\n\n<p>Abu Hatim Ar-Razi berkata,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0644\u0645 \u064a\u0643\u0646 \u0641\u064a \u0623\u0645\u0629 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0623\u0645\u0645 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0622\u062f\u0645 \u060c \u0623\u0645\u0646\u0627\u0621 \u064a\u062d\u0641\u0638\u0648\u0646 \u0622\u062b\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0631\u0633\u0644 \u0625\u0644\u0627 \u0641\u064a \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0644\u0623\u0645\u0629<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dTidak terdapat di dalam umat &#8211; umat semenjak Allah menciptakan Adam, orang-orang terpercaya yang memelihara peninggalan para rasul, kecuali di kalangan umat Islam ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li>Melalui isnad, dimungkinkan untuk melakukan tahqiq (penelitian untuk memastikan kebenaran) hadits dan berita, serta mengenali para perawi, sehingga orang yang mencari hadits bisa menentukan derajat hadits, shahih dan dha&#8217;ifnya.<\/li><li>Melalui isnad, sunnah terpelihara dan terlindungi dari rekayasa, pengubahan, pemalsuan, penambahan dan pengurangan.<\/li><li>Melalui isnad, umat Islam mengetahui status dan kedudukan sunnah serta perhatian dan pemeliharaan yang diberikan kepadanya, karena sunnah itu dibuktikan kebenarannya melalui metode kritik dan penelitian yang paling ketat yang belum pernah dikenal umat manusia sepanjang sejarahnya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Melalui hal itu, klaim orang-orang yang menghilangkan sunnah dan membuat keraguan tentang sunnah, bisa dibantah, dan syubhat-syubhat yang mereka sebar luaskan tentang keshahihan hadits, bisa disangkal.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena pertimbangan ini dan yang lainnya, banyak sekali khabar dari para imam mengenai urgensi isnad dan hasungan terhadap isnad. Sampai-sampai mereka menjadikan isnad itu sebagai bentuk taqarrub dan agama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"perkataan-ulama-tentang-sanad\">Perkataan Ulama Tentang Sanad<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Perkataan-Ulama-tentang-sanad-menurut-ilmu-hadits.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Perkataan Ulama tentang sanad menurut ilmu hadits, pengertian sanad menurut ahli hadits adalah, pengertian sanad beserta contohnya, pengertian sanad dari segi bahasa, brainly pengertian sanad\" class=\"wp-image-725\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Perkataan-Ulama-tentang-sanad-menurut-ilmu-hadits.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Perkataan-Ulama-tentang-sanad-menurut-ilmu-hadits.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Perkataan-Ulama-tentang-sanad-menurut-ilmu-hadits.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Perkataan-Ulama-tentang-sanad-menurut-ilmu-hadits.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berikut perkataan ulama tentang urgensi sanad:<\/p>\n\n\n\n<p>Abdullah bin Mubarak berkata,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0625\u0633\u0646\u0627\u062f \u0639\u0646\u062f\u064a \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0648\u0644\u0648\u0644\u0627 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0646\u0627\u062f \u0644\u0642\u0627\u0644 \u0645\u0646 \u0634\u0627\u0621 \u0645\u0627 \u0634\u0627\u0621<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIsnad menurutku bagian dari agama ini. Kalau bukan karena isnad, benar-benar siapa saja bisa mengatakan apa saja yang dia mau katakan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ats-Tsauri berkata,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0625\u0633\u0646\u0627\u062f \u0633\u0644\u0627\u062d \u0627\u0644\u0645\u0624\u0645\u0646 \u060c \u0625\u0630\u0627 \u0644\u0645 \u064a\u0643\u0646 \u0645\u0639\u0647 \u0633\u0644\u0627\u062d \u0641\u0628\u0623\u064a \u0634\u064a\u0621 \u064a\u0642\u0627\u062a\u0644<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dIsnad itu senjata orang beriman. Bila dia tidak memiliki senjata, maka dengan apa dia akan berperang?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Syu&#8217;bah berkata,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0643\u0644 \u062d\u062f\u064a\u062b \u0644\u064a\u0633 \u0641\u064a\u0647 ( \u062d\u062f\u062b\u0646\u0627 \u060c \u0648\u0623\u062e\u0628\u0631\u0646\u0627 ) \u0641\u0647\u0648 \u0645\u062b\u0644 \u0627\u0644\u0631\u062c\u0644 \u0628\u0627\u0644\u0641\u0644\u0627\u0629 \u0645\u0639\u0647 \u0627\u0644\u0628\u0639\u064a\u0631 \u0644\u064a\u0633 \u0644\u0647 \u062e\u0637\u0627\u0645<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Setiap hadits yang di dalamnya tidak ada kalimat <em>haddatsana<\/em> &#8220;telah bercerita kepada kami..&#8221; dan <em>akhbarona<\/em> &#8220;telah memberitakan kepada kami&#8230;&#8221; itu seumpama seorang pria yang berada di belantara padang pasir dengan unta, namun dia tidak memiliki tali kekang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat sebuah riwayat dari Ibnu Sirin yang mengatakan,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0625\u0646 \u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0639\u0644\u0645 \u062f\u064a\u0646 \u0641\u0627\u0646\u0638\u0631\u0648\u0627 \u0639\u0645\u0646 \u062a\u0623\u062e\u0630\u0648\u0646 \u062f\u064a\u0646\u0643\u0645<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dSesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.\u201d<a href=\"#_edn4\" id=\"_ednref4\">[iv]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"macam-macam-sanad-dan-pengertiannya\">Macam-Macam Sanad dan Pengertiannya<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pembagian-Macam-Maksud-sanad-ali-dan-nazil.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Pembagian Macam Maksud sanad ali dan nazil, pengertian sanad dalam ilmu hadits, pengertian sanad dalam ilmu hadits adalah, pengertian sanad dan isnad, pengertian sanad secara etimologi adalah\" class=\"wp-image-723\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pembagian-Macam-Maksud-sanad-ali-dan-nazil.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pembagian-Macam-Maksud-sanad-ali-dan-nazil.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pembagian-Macam-Maksud-sanad-ali-dan-nazil.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Pembagian-Macam-Maksud-sanad-ali-dan-nazil.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam literatur ilmu hadits dikenal istilah sanad &#8216;aliy dan sanad nazil. Masing &#8211; masing ada pengertiannya secara bahasa dan secara istilah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"sanad-aliy\">Sanad \u2018Aliy<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Secara bahasa kata \u0627\u0644\u0639\u0627\u0644\u064a al-&#8216;Aliy berarti:<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0634\u064a\u0621 \u0627\u0644\u0645\u0631\u062a\u0641\u0639 \u0639\u0644\u0649 \u063a\u064a\u0631\u0647<\/p>\n\n\n\n<p>\u2018sesuatu yang tinggi di atas yang lainnya.\u2019<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Secara istilah, sanad &#8216;aliy adalah:<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0647\u0648 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b \u0627\u0644\u0630\u064a \u0642\u0644\u064e\u0651 \u0639\u062f\u062f\u064f \u0631\u0648\u0627\u062a\u0647\u060c \u0645\u0639 \u0633\u0644\u0627\u0645\u062a\u0647 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0636\u0639\u0641\u060c \u0641\u064a\u0642\u0631\u0628 \u0631\u062c\u0627\u0644 \u0633\u0646\u062f\u0647 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u0633\u0648\u0644\u060c \u0623\u0648 \u0645\u0646 \u0625\u0645\u0627\u0645 \u0645\u0646 \u0623\u0626\u0645\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dHadits yang jumlah perawinya sedikit dan bebas dari kedha&#8217;ifan. Rijal sanadnya (perawi) dekat dengan Rasulullah \ufdfa atau dekat dengan salah satu imam hadits.\u201d<a href=\"#_edn5\" id=\"_ednref5\">[v]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga yang memberikan tambahan kriteria untuk sanad \u2018aliy selain kedekatan jarak dengan nabi \ufdfa atau para imam hadits yaitu kualitas sifat rawinya. Sehingga definisi sanad \u2018aly adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0646\u064e\u062f \u0627\u0644\u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a: \u0627\u0644\u0625\u0633\u0646\u0627\u062f \u0627\u0644\u0630\u064a \u0642\u064e\u0644\u064e\u0651 \u0641\u064a\u0647 \u0639\u062f\u062f \u0627\u0644\u0631\u0648\u0627\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062d\u062f\u0650\u0651\u062b\u060c \u0648\u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e\u060c \u0623\u0648 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062d\u062f\u0650\u0651\u062b\u060c \u0648\u0628\u064a\u0646 \u0625\u0645\u0627\u0645 \u0645\u0646 \u0623\u0626\u0645\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b (\u0639\u064f\u0644\u064f\u0648\u0651 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0641\u064e\u0629 )\u060c \u0623\u0648 \u0627\u062a\u0635\u0641 \u0631\u0627\u0648\u064a\u0647 \u0628\u0635\u0641\u0629 \u062a\u064f\u0631\u062c\u0650\u0651\u062d \u0631\u0648\u0627\u064a\u062a\u0647 \u0639\u0644\u0649 \u0631\u0648\u0627\u064a\u0629 \u063a\u064a\u0631\u0647 \u0645\u0646 \u0623\u0642\u0631\u0627\u0646\u0647 (\u0639\u064f\u0644\u064f\u0648 \u0627\u0644\u0635\u0650\u0651\u0641\u064e\u0629 ) \u0627\u0646\u0638\u0631 : \u0646\u0632\u0647\u0629 \u0627\u0644\u0646\u0638\u0631 \u0644\u0627\u0628\u0646 \u062d\u062c\u0631\u060c \u0635 115-116\u060c \u0641\u062a\u062d \u0627\u0644\u0645\u063a\u064a\u062b \u0644\u0644\u0633\u062e\u0627\u0648\u064a\u060c 3\/352\u060c \u062a\u062f\u0631\u064a\u0628 \u0627\u0644\u0631\u0627\u0648\u064a \u0644\u0644\u0633\u064a\u0648\u0637\u064a\u060c 2\/604-<\/p>\n\n\n\n<p>\u2018Isnad yang perawi antara ahli hadits (muhaddits) dan Nabi \ufdfa atau perawi antara ahli hadits dan salah satu imam hadits, berjumlah sedikit (tinggi dilihat dari sisi jarak), atau isnad yang perawinya memiliki sifat yang menjadikan riwayatnya mengungguli para perawi lainnya (tinggi dari sisi sifat).\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>[Lihat Nuzhatun Nazhr, Ibnu Hajar, hal. 115-116; Fathul Mughits, As-Sakhawi 3\/352; Tadribur Rawi, As-Suyuthi, 2\/ 604-615]<a href=\"#_edn6\" id=\"_ednref6\">[vi]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"sanad-nazil\">Sanad Nazil<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Secara bahasa kata \u0627\u0644\u0646\u0627\u0632\u0644 An-Nazil berarti:<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0634\u064a\u0621 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0627\u0641\u0644 \u0627\u0644\u0630\u064a \u062a\u062d\u062a \u063a\u064a\u0631\u0647<\/p>\n\n\n\n<p>\u2018sesuatu yang rendah di bawah yang lain.\u2019<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Secara istilah sanad nazil adalah: <\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0647\u0648 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b \u0627\u0644\u0630\u064a \u0643\u062b\u064f\u0631 \u0631\u062c\u0627\u0644 \u0625\u0633\u0646\u0627\u062f\u0647 \u0628\u0627\u0644\u0646\u0633\u0628\u0629 \u0625\u0644\u0649 \u063a\u064a\u0631\u0647<\/p>\n\n\n\n<p>\u2018Hadits yang jumlah rijal sanadnya banyak jika dibandingkan dengan yang lainnya.\u2019<a href=\"#_edn7\" id=\"_ednref7\">[vii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>atau bisa pula demikian definisinya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0646\u062f \u0627\u0644\u0630\u064a \u0643\u064e\u062b\u064f\u0631 \u0641\u064a\u0647 \u0639\u062f\u062f \u0627\u0644\u0631\u0648\u0627\u0629 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062d\u062f\u0650\u0651\u062b\u060c \u0648\u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e\u060c \u0623\u0648 \u0628\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062d\u062f\u0650\u0651\u062b\u060c \u0648\u0628\u064a\u0646 \u0625\u0645\u0627\u0645 \u0645\u0646 \u0623\u0626\u0645\u0629 \u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b . \u0648\u064a\u064f\u0633\u0645\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0646\u064e\u062f \u0627\u0644\u0633\u064e\u0651\u0627\u0641\u0650\u0644<\/p>\n\n\n\n<p>\u2018Sanad dengan sejumlah besar perawi antara muhaddits (ahli hadits) dan Nabi \ufdfa , atau antara seorang muhaddits dan salah satu Imam hadits. Sanad semacam ini dikenal juga dengan sebutan sanad safil.\u2019<a href=\"#_edn8\" id=\"_ednref8\">[viii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"contoh-sanad-dalam-hadits\">Contoh Sanad Dalam Hadits<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Contoh-sanad-aliy-dan-nazil-menurut-para-ahli-hadits.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Contoh sanad aliy dan nazil menurut para ahli hadits, pengertian sanad secara etimologi dan terminologi, pengertian sanad menurut etimologi, pengertian sanad secara etimologi, contoh sanad aliy dan nazil, maksud sanad aliy dan nazil\" class=\"wp-image-721\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Contoh-sanad-aliy-dan-nazil-menurut-para-ahli-hadits.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Contoh-sanad-aliy-dan-nazil-menurut-para-ahli-hadits.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Contoh-sanad-aliy-dan-nazil-menurut-para-ahli-hadits.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Contoh-sanad-aliy-dan-nazil-menurut-para-ahli-hadits.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berikut contoh sanad hadits untuk memberikan gambaran yang lebih kongkrit:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"contoh-sanad-dalam-hadits-1\">Contoh Sanad Dalam Hadits<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u064a\u0631\u0648\u064a \u0627\u0644\u0625\u0645\u0627\u0645\u064f \u0645\u062d\u0645\u064e\u0651\u062f\u064f \u0628\u0646\u064f \u0625\u0633\u0645\u0627\u0639\u064a\u0644\u064e \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a\u064f\u0651 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0635\u0651\u062d\u064a\u062d\u0650 :\u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062b\u064e\u0646\u064e\u0651\u0649 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u064e\u0651\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u062b\u064e\u0651\u0642\u064e\u0641\u0650\u064a\u064f\u0651 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u064f\u0651\u0648\u0628\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0642\u0650\u0644\u064e\u0627\u0628\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064e\u0627\u0644\u0650\u0643\u064d \u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0628\u0650\u064a\u0650\u0651 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064c \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u062d\u064e\u0644\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u0628\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0645\u064e\u0651\u0627 \u0633\u0650\u0648\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0631\u0652\u0621\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u064f\u0651\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u0644\u0650\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064e \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0639\u064f\u0648\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0643\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0642\u0652\u0630\u064e\u0641\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari meriwayatkan di dalam Ash-Shahih, \u201d Muhammad bin Al Mutsanna telah bercerita kepada kami, (ia berkata),\u2019 Abdul Wahhab Ats Tsaqafi telah bercerita kepada kami, (ia berkata),\u2019 Ayyub telah bercerita kepada kami dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik radhiyallahu \u2018anhu dari Nabi \ufdfa, beliau bersabda,<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dTiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia telah mendapatkan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya. Jika Ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka.\u201d <\/em>[Hadits riwayat Al-Bukhari no. 16]<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hadits ini terlihat adanya rangkaian para perawi yang membawa kita sampai kepada matan hadits yaitu: Al-Bukhari, Muhammad bin Al-Mutsanna, Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi, Ayyub, Abu Qilabah dan Anas radhiyallahu &#8216;anhu.<\/p>\n\n\n\n<p>Rangkaian nama-nama perawi itulah yang disebut dengan sanad dari hadits tersebut, karena merekalah yang menjadi jalan bagi kita untuk sampai ke matan hadits dari sumbernya yang pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing orang yang menyampaikan hadits tersebut, secara sendirian, disebut dengan <em>rawi<\/em> (perawi\/periwayat), yaitu orang yang menyampaikan atau menuliskan dalam suatu kitab, apa yang pernah didengar atau diterimanya dari seseorang (gurunya).<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila kita melihat dari segi sanad, yaitu jalan yang menyampaikan kita kepada matan hadits, maka urut-urutan sanad hadits di atas adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Muhammad bin Al-Mutsanna sebagai sanad pertama atau awal sanad.<\/li><li>Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi sebagai sanad kedua.<\/li><li>Ayyub sebagai sanad ketiga.<\/li><li>Abu Qilabah sebagai sanad keempat.<\/li><li>Anas radhiyallahu &#8216;anhu sebagai sanad terakhir atau akhir sanad.<a href=\"#_edn9\" id=\"_ednref9\">[ix]<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"contoh-sanad-ali-dalam-hadits\">Contoh Sanad Ali Dalam Hadits<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Contoh sanad &#8216;aliy dari segi sedikitnya jumlah perawi atau pendeknya mata rantai sanad dengan perawi yang shahih:<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u062d\u0645\u062f \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0639\u0650\u064a\u0644\u064f \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0632\u0650\u064a\u0632\u0650 \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0633\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0639\u0652\u0632\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u064f\u0651\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0634\u0650\u0626\u0652\u062a\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u0650\u0646\u0650\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0639\u064e\u0632\u064e\u0651 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0644\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650\u0647\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0644\u0647<\/p>\n\n\n\n<p>Imam Ahmad berkata, \u201dIsmail telah menceritakan kepada kami, (ia berkata),&#8217;Abdul Azis telah menceritakan kepada kami dari Anas, ia berkata, \u201cRasulullah \ufdfa bersabda,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201d<em>Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah benar-benar yakin dengan pengabulan dalam berdoa. Jangan pernah berkata, \u201dYa Allah! Jika Engkau berkehendak, berilah aku.\u201d Sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa Allah &#8216;Azza wa Jalla.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>[Hadits riwayat Ahmad no. 11542 ]<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hadits ini, antara Imam Ahmad dengan Nabi \ufdfa hanya terdapat tiga perawi saja, yaitu Ismail, Abdul Azis dan Anas bin Malik radhiyallahu &#8216;anhu.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Contoh sanad &#8216;aliy dari segi kedekatan dengan salah seorang imam hadits yang memiliki sifat yang tinggi seperti \u0627\u0644\u062d\u0641\u0638 \u0648\u0627\u0644\u0636\u0628\u0637 <em>hifzh<\/em> (hafal) dan <em>dhabth<\/em> (teliti dan menguasai)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0642\u0627\u0644 \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a\u064f\u0651: \u062b\u0646\u0627 \u0625\u0633\u0645\u0627\u0639\u064a\u0644\u060c \u0642\u0627\u0644: \u062d\u062f\u062b\u0646\u064a \u0645\u0627\u0644\u0643 \u0639\u0646 \u0627\u0628\u0646 \u0634\u0647\u0627\u0628 \u0639\u0646 \u062d\u0645\u064a\u062f \u0628\u0646 \u0639\u0628\u062f\u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 \u0645\u0631\u0641\u0648\u0639\u064b\u0627: \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0645\u064e \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0625\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u062a\u0650\u0633\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627\u060c \u063a\u064f\u0641\u0650\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e\u0651\u0645\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0646\u0652\u0628\u0650\u0647\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Bukhari berkata, \u201dIsmail telah bercerita kepadaku, ia berkata, \u201dMalik telah bercerita kepadaku dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu secara marfu&#8217;, \u201d<em>Siapa saja yang menunaikan qiyamul lail pada bulan Ramadhan, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.<\/em>\u201d <a href=\"#_edn10\" id=\"_ednref10\">[x]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"contoh-sanad-nazil\">Contoh Sanad Nazil<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh sanad nazil adalah hadits dari Imam al-Bukhari berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">&nbsp;\u062d\u062f\u062b\u0646\u0627 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0628\u0646 \u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645\u060c \u062d\u062f\u062b\u0646\u0627 \u062f\u0627\u0648\u062f \u0628\u0646 \u0631\u0634\u064a\u062f\u060c \u062d\u062f\u062b\u0646\u0627 \u0627\u0644\u0648\u0644\u064a\u062f \u0628\u0646 \u0645\u0633\u0644\u0645\u060c \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u063a\u0633\u064e\u0651\u0627\u0646 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0628\u0646 \u0645\u0637\u0631\u0641\u060c \u0639\u0646 \u0632\u064a\u062f \u0628\u0646 \u0623\u0633\u0644\u0645\u060c \u0639\u0646 \u0639\u0644\u064a \u0628\u0646 \u062d\u0633\u064a\u0646\u060c \u0639\u0646 \u0633\u0639\u064a\u062f \u0628\u0646 \u0645\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0627\u0646\u0629\u060c \u0639\u0646 \u0623\u0628\u064a \u0647\u0631\u064a\u0631\u0629 -\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f &#8211; \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a -\u0635\u064e\u0644\u064e\u0651\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u064e\u0651\u0645\u064e &#8211; \u0642\u0627\u0644 : &#8220;\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e \u0631\u064e\u0642\u064e\u0628\u064e\u0629\u064b \u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b\u060c \u0623\u064e\u0639\u0652\u062a\u064e\u0642\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0650\u0651 \u0639\u064f\u0636\u0652\u0648\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0639\u064f\u0636\u0652\u0648\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0631\u0650\u060c \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u0641\u064e\u0631\u0652\u062c\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0641\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0647\u0650 &#8221; \u0627\u0644\u0628\u062e\u0627\u0631\u064a \/6715<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMuhammad bin Ibrahim telah bercerita kepada kami, (ia berkata), \u201dDawud bin Rusyaid telah bercerita kepada kami, (ia berkata), \u201dAl-Walid bin Muslim telah bercerita kepada kami dari Abu Ghassan Muhammad Mutharrif dari Zaid bin Aslam dari Ali bin Husain dari Sa\u2019id bin Marjanah dari Abu Hurairah radhiyallahu \u2018anhu dari Nabi \ufdfa , beliau bersabda,<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dSiapa saja yang memerdekakan budak muslim, Allah membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka dengan setiap anggota tubuh dari budak tersebut, hingga kemaluannya dengan kemaluan budak tersebut.\u201d<\/em> [Hadits riwayat Al-Bukhari no. 6715]<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah sanad nazil karena antara Imam Al-Bukhari dan Nabi \ufdfa terdapat delapan perawi. Ini merupakan hadits paling rendah sanadnya dalam Shahih Al-Bukhari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan yang paling tinggi sanadnya dalam Shahih Al-Bukhari adalah antara Imam Al- Bukhari dan Nabi \ufdfa hanya terdapat tiga perawi saja.<a href=\"#_edn11\" id=\"_ednref11\">[xi]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah pembahasan singkat tentang <a href=\"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-bz\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengertian sanad, macam dan contohnya<\/a>. Semoga bermanfaat. Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka dari Allah Ta&#8217;ala karena rahmat dan karunia-Nya semata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan. Semoga Allah memaafkan semua kesalahan kami dan kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref1\" id=\"_edn1\">[i]<\/a> Ulumul hadits, Dr. Nawir Yuslem, hal. 148.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref2\" id=\"_edn2\">[ii]<\/a> Mabahits fi Ulumil Hadits, Syaikh Manna&#8217; Al-Qathan, hal. 57.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref3\" id=\"_edn3\">[iii]<\/a> Lihat: https:\/\/www.islamweb.net\/ar\/fatwa\/364075\/%D9%85%D8%B9%D9%86%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%86%D8%AF-%D9%81%D9%8A-%D8%B9%D9%84%D9%85-%D9%85%D8%B5%D8%B7%D9%84%D8%AD-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref4\" id=\"_edn4\">[iv]<\/a> https:\/\/www.islamweb.net\/ar\/article\/35717\/%D8%A3%D9%87%D9%85%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B3%D9%86%D8%A7%D8%AF-%D9%88%D8%B9%D9%86%D8%A7%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%85%D8%A9-%D8%A8%D9%87<\/p>\n\n\n\n<p><a id=\"_edn5\" href=\"#_ednref5\">[v]<\/a> <a href=\"https:\/\/www.alukah.net\/sharia\/0\/107458\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.alukah.net\/sharia\/0\/107458\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref6\" id=\"_edn6\">[vi]<\/a> https:\/\/islamic-content.com\/dictionary\/word\/5767<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref7\" id=\"_edn7\">[vii]<\/a> https:\/\/www.alukah.net\/sharia\/0\/107458\/<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref8\" id=\"_edn8\">[viii]<\/a> https:\/\/islamic-content.com\/dictionary\/word\/5770<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref9\" id=\"_edn9\">[ix]<\/a> Ulumul Hadits, Dr. Nawir Yuslem, M.A., hal. 149-152.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref10\" id=\"_edn10\">[x]<\/a> https:\/\/www.alukah.net\/sharia\/0\/107458\/<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref11\" id=\"_edn11\">[xi]<\/a> https:\/\/islamic-content.com\/dictionary\/word\/5770<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanad atau rangkaian perawi dalam sebuah hadits merupakan salah satu ciri khas umat Islam. Sanad ini memiliki peran besar dalam memelihara kemurnian salah satu sumber ajaran Islam yaitu Hadits Nabi \ufdfa . Tidak ada umat di luar umat Islam yang memiliki kepedulian begitu luar biasa terhadap perawi hadits dan kabar berita nabi-nabi mereka. Melalui sanad, &#8230; <a title=\"Pengertian Sanad Adalah, Contoh, dan Pembagian Macamnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/pengertian-sanad-adalah\/\" aria-label=\"More on Pengertian Sanad Adalah, Contoh, dan Pembagian Macamnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":722,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-hadits"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Makalah-sanad-Hadits-adalah-Brainly-pdf.jpg?fit=1200%2C675&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-bz","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=717"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":728,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717\/revisions\/728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}