{"id":418,"date":"2024-07-11T07:48:17","date_gmt":"2024-07-11T00:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/?p=418"},"modified":"2024-07-11T07:49:01","modified_gmt":"2024-07-11T00:49:01","slug":"hadits-palsu-tentang-terong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-palsu-tentang-terong\/","title":{"rendered":"Hadits Palsu Tentang Terong dan Penjelasannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Tulisan singkat berikut ini membahas tentang <a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-maudhu-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"248\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh hadits maudhu&#8217;<\/a> atau hadits palsu tentang terong yang menyebar di masyarakat. Sebagian masyarakat tidak mengetahui status hadits tersebut sehingga meyakininya.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel tentang hadits palsu tentang terong dan keutamaannya. Banyak hadits yang menjelaskan terong memiliki banyak keutamaan semua palsu. Untuk itulah tulisan ini dibuat dalam rangka memberikan informasi yang benar tentang status hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan terong.<\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan ini hanya menukil penjelasan dari satu kitab yang berjudul Kasyful Khafa&#8217; wa Muzilu Al-Ilbas &#8216;Ammasytahara minal Ahadits &#8216;ala Alsinatinnas. Kitab ini ditulis oleh Al-Mufassir Al-Muhaddits Syaikh Ismail bin Muhammad Al-&#8216;Ajluni, yang wafat tahun 1162 H, sekitar 281 tahun lalu.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hadits Palsu Tentang Terong dan Artinya<\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak hadits palsu tentang terong yang menyebar. Berikut beberapa hadits palsu seputar terong:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Terong berkhasiat sesuai niat orang yang memakannya<\/li><li>Terong Adalah Obat Dan Tidak Ada Penyakit Di Dalamnya <\/li><li>Terong Bersaksi Akan Kebenaran Allah, Kenabian Muhammad \ufdfa Dan Hak Ali Atas Kepemimpinan <\/li><li>Terong Adalah Pohon Yang Pertama Kali Beriman Kepada Allah Azza Wa Jalla<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Berikut penjelasan lebih rinci tentang penjelasan hadits palsu tentang terong tersebut<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hadits Terong Berkhasiat Sesuai Niat Orang Yang Memakannya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0628\u0627\u0630\u0646\u062c\u0627\u0646 \u0644\u0645\u0627 \u0623\u064f\u0643\u0644 \u0644\u0647<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dTerong itu berkhasiat sesuai dengan niat orang yang memakannya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis kitab Al-Laali&#8217; berkata,\u201dIni hadits batil, tidak ada asalnya. Orang &#8211; orang awam telah mengucapakan hal ini sampai-sampai aku mendengar seseorang berkata,&#8217;Hadits ini lebih shahih dari hadits:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0645\u0627\u0621 \u0632\u0645\u0632\u0645 \u0644\u0645\u0627 \u0634\u0631\u0628 \u0644\u0647<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dAir zam-zam itu khasiatnya sesuai dengan niat orang yang meminumnya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ini jelas kesalahan yang sangat buruk.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis Al-Maqashid mengatakan,\u201dHadits batil, tidak ada asalnya, meskipun yang menyandarkannya adalah penulis Tarikh Balkh.&#8221; [lihat: kitab Kasyfu al-Khafa\u2019 wa Muzilu al-Ilbas, Imam Ismail bin Muhammad al-\u2018Ajluni, 1\/318]<a href=\"#_edn1\">[i]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hadits Terong Adalah Obat Dan Tidak Ada Penyakit Di Dalamnya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u0628\u0627\u0630\u0646\u062c\u0627\u0646 \u0634\u0641\u0627\u0621 \u0648\u0644\u0627 \u062f\u0627\u0621 \u0641\u064a\u0647<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dTerong adalah obat dan tidak ada penyakit di dalamnya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis Al-Maqashid mengatakan,\u201dSyaikh kami berkata,&#8217;Hadits ini dari riwayat Abu Ali bin Zairik. Hadits ini tidak benar. Dan aku mendengar sebagian Hufadz (pakar hadits) mengatakan,\u201dIni merupakan hadits buatan orang-orang zindiq.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>An-Naji telah berbicara panjang lebar tentang masalah ini di dalam kitabnya: <em>Qolaidul Marjan Fil Warid kidzban fil Badzinjan<\/em>. An-Naji mengatakan,\u201dHadits ini batil, maudhu&#8217; (palsu) dan kedustaan.\u201d [lihat: kitab Kasyfu al-Khafa\u2019 wa Muzilu al-Ilbas, Imam Ismail bin Muhammad al-\u2018Ajluni, 1\/318]<a href=\"#_edn2\">[ii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hadits Terong Bersaksi Akan Kebenaran Allah, Kenabian Muhammad \ufdfa Dan Hak Ali Atas Kepemimpinan<\/h3>\n\n\n\n<p>Diriwayatkan oleh Ad-Dailami di dalam Al-Firdaus dari Abu Hurairah secara marfu&#8217;:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0643\u0644\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0628\u0627\u0630\u0646\u062c\u0627\u0646\u061b \u0641\u0625\u0646\u0647\u0627 \u0634\u062c\u0631\u0629 \u0631\u0623\u064a\u062a\u0647\u0627 \u0641\u064a \u062c\u0646\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0623\u0648\u0649\u060c \u0634\u0647\u062f\u062a \u0644\u0644\u0647 \u0628\u0627\u0644\u062d\u0642\u060c \u0648\u0644\u064a \u0628\u0627\u0644\u0646\u0628\u0648\u0629\u060c \u0648\u0644\u0639\u0644\u064a\u064d\u0651 \u0628\u0627\u0644\u0648\u0644\u0627\u064a\u0629\u060c \u0641\u0645\u0646 \u0623\u0643\u0644\u0647\u0627 \u0639\u0644\u0649 \u0623\u0646\u0647\u0627 \u062f\u0627\u0621 \u0643\u0627\u0646\u062a \u062f\u0627\u0621\u064b\u060c \u0648\u0645\u0646 \u0623\u0643\u0644\u0647\u0627 \u0639\u0644\u0649 \u0623\u0646\u0647\u0627 \u062f\u0648\u0627\u0621 \u0643\u0627\u0646\u062a \u062f\u0648\u0627\u0621\u064b<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201dMakanlah terong. Sesungguhnya terong itu pohon yang kulihat di surga &#8216;Adn. Pohon terong itu telah bersaksi akan kebenaran Allah, kenabianku dan kepemimpinan Ali.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Siapa saja yang memakannya dengan keyakinan bahwa ia merupakan penyakit maka ia menjadi penyakit. Dan siapa saja yang memakannya dengan keyakinan bahwa terong itu merupakan obat maka ia menjadi obat.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hadits Terong Adalah Pohon Yang Pertama Kali Beriman Kepada Allah Azza Wa Jalla.<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari Anas secara marfu&#8217;:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0643\u0644\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0628\u0627\u0630\u0646\u062c\u0627\u0646 \u0648\u0623\u0643\u062b\u0631\u0648\u0627 \u0645\u0646\u0647\u061b \u0641\u0625\u0646\u0647\u0627 \u0623\u0648\u0644 \u0634\u062c\u0631\u0629 \u0622\u0645\u0646\u062a \u0628\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0632 \u0648\u062c\u0644<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cMakanlah terong dan perbanyaklah makan terong karena terong itu pohon pertama yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>An-Naji menukil kedua hadits terakhir di atas di dalam kitabnya <em>Qolaidul Marjan Fil Warid Kidzban fil Badzinjan<\/em>, kemudian memberikan komentar,\u201dSejumlah pendusta telah menciptakan kedua hadits tersebut dan mengklaim bahwa Nabi \ufdfa dahulu makan terong dan bersabda &#8211; dan betapa jauhnya Nabi \ufdfa dari hal ini \u2013<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cSiapa yang makan terong dengan keyakinan bahwa ia adalah penyakit maka ia menjadi penyakit dan siapa yang memakannya dengan keyakinan bahwa ia merupakan obat maka ia menjadi obat.<\/em>\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dan bersabda juga,\u201d<em>Terong adalah sebaik-baik sayuran, karena susunya dan minyaknya dan perbanyaklah (makan terong) karena terong adalah pohon pertama yang beriman kepada Allah. Terong itu membuahkan hikmah, melembabkan otak, menguatkan kandung kemih dan meningkatkan Jimak ( hubungan seksual).\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Syaikh kami mengatakan,\u201dSebagaimana anda lihat, ini merupakan kebohongan yang diada-adakan. Tidak halal untuk menyebutnya sebagai hadits marfu&#8217; kecuali dalam rangka untuk menyingkap selubungnya dan mengkategorikannya sebagai hadits maudhu&#8217; (palsu).\u201d [Lihat: kitab Kasyfu al-Khafa\u2019 wa Muzilu al-Ilbas, Imam Ismail bin Muhammad al-&#8216;Ajluni, 1\/318]<a href=\"#_edn3\">[iii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Imam As-Suyuthi rahimahullah mengatakan,\u201dSesungguhnya hadits terong adalah kedustaan, batil dan maudhu&#8217; berdasarkan ijma&#8217; para imam hadits sebagaimana Ibnul Jauzi telah memperingatkan tentang hal itu, demikian juga dengan adz-Dzahabi dan yang lainnya.\u201d [Kasyful Khafa&#8217;, Imam Ismail bin Muhammad Al &#8216;Ajluni, 1\/319]<a href=\"#_edn4\">[iv]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah penjelasan singkat tentang <a href=\"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-6K\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hadits palsu tentang terong<\/a> yang ternyata merupakan hadits maudhu&#8217; atau palsu, perkataan yang dibuat seseorang lalu diatasnamakan Nabi \ufdfa . Wal &#8216;iyadzu billah. Ini merupakan kejahatan besar dalam Islam.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila terdapat kebenaran dalam tulisan ini maka itu dari Allah Ta\u2019ala semata karena rahmat dan karunia-Nya. Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan. Semoga Allah Ta\u2019ala mengampuni semua kesalahan kami dan kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref1\">[i]<\/a> https:\/\/al-maktaba.org\/book\/9576\/346<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref2\">[ii]<\/a> Ibid.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref3\">[iii]<\/a> Ibid.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref4\">[iv]<\/a> https:\/\/al-maktaba.org\/book\/9576\/347#p1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulisan singkat berikut ini membahas tentang contoh hadits maudhu&#8217; atau hadits palsu tentang terong yang menyebar di masyarakat. Sebagian masyarakat tidak mengetahui status hadits tersebut sehingga meyakininya. Artikel tentang hadits palsu tentang terong dan keutamaannya. Banyak hadits yang menjelaskan terong memiliki banyak keutamaan semua palsu. Untuk itulah tulisan ini dibuat dalam rangka memberikan informasi yang &#8230; <a title=\"Hadits Palsu Tentang Terong dan Penjelasannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-palsu-tentang-terong\/\" aria-label=\"More on Hadits Palsu Tentang Terong dan Penjelasannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":434,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-index-hadits"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Hadits-Palsu-Tentang-Terong-Keutamaan-Pohon-terong.jpg?fit=1200%2C675&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-6K","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=418"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":435,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/418\/revisions\/435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media\/434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}