{"id":248,"date":"2024-09-09T04:31:30","date_gmt":"2024-09-08T21:31:30","guid":{"rendered":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/?p=248"},"modified":"2024-09-09T04:35:54","modified_gmt":"2024-09-08T21:35:54","slug":"hadits-maudhu-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-maudhu-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Pengertian Hadits Maudhu (Palsu) dan Contohnya: Sejarah, Sebab, Hukumnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Hadits Maudhu&#8217; atau hadits palsu menurut sebagian ulama merupakan salah satu jenis dari sekian jenis hadits dha&#8217;if. Jenis hadits sangatlah banyak. <\/p>\n\n\n\n<p>Kajian Pengertian Hadits Maudhu \/ hadits palsu, kedudukannya, hukum meriwayatkan, hukum mengamalkan hadits maudhu, sejarah hadits maudhu, faktor pendorong munculnya hadits maudhu, cara mengetahui hadits maudhu, dan contoh hadits maudhu.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Imam Ibnu Hibban ada 49 jenis. Sebagian ulama tidak mengkategorikan hadits maudhu\u2019 sebagai bagian dari hadits dha&#8217;if. Ulama yang masih mengkategorikan hadits maudhu&#8217; sebagai hadits dha&#8217;if menyebutnya sebagai hadits dha&#8217;if yang paling buruk. <\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan berikut ini akan mengulas secara singkat tentang pengertian hadits maudhu&#8217;, sejarah kemunculannya, sebab yang mendorong kemunculannya, hukum meriwayatkan dan mengamalkannya serta contoh-contohnya yang populer di negeri kita.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Hadits Maudhu&#8217; Adalah<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"576\" width=\"1024\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Pengertian-Hadits-Maudhu-atau-Hadits-Palsu-1024x576.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Pengertian Hadits Maudhu atau Hadits Palsu\" class=\"wp-image-4941\"\/><figcaption>Pengertian Hadits Maudhu atau Hadits Palsu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pengertian hadits maudhu&#8217; di tinjau dari segi bahasa dan istilah adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arti Maudhu&#8217; secara Bahasa<\/h3>\n\n\n\n<p>\u0627\u0644\u0645\u0648\u0636\u0648\u0639 &#8211; al-maudhu&#8217; &#8211; Secara bahasa adalah isim maf&#8217;ul dari \u0648\u064e\u0636\u064e\u0640\u0639\u064e \u064a\u064e\u0636\u064e\u0640\u0639 yang memiliki beberapa arti, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>\u0627\u0644\u0625\u0633\u0642\u0627\u0637 &#8211; Menggugurkan atau membatalkan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>misalnya: \u0648\u0636\u0639 \u0627\u0644\u062c\u0646\u0627\u064a\u0629 \u0639\u0646\u0647 \u2018Menggugurkan tindak kejahatan dari dirinya.\u2019<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li>\u0627\u0644\u0627\u062e\u062a\u0644\u0627\u0642 \u0648\u0627\u0644\u0627\u0641\u062a\u0631\u0627\u0621 &#8211; mengada-ada atau merekayasa dan memalsukan, membuat-buat, mereka-reka<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Misalnya, \u0648\u0636\u0639 \u0641\u0644\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0642\u0635\u0629 \u2018Si Fulan telah membuat cerita palsu atau mereka-reka cerita.\u2019<a href=\"#_edn1\">[i]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Hadits Maudhu Secara Istilah<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam tinjauan istilah ilmu hadits yang dimaksud dengan hadits maudhu&#8217; adalah suatu kedustaan dan kepalsuan yang disandarkan kepada Rasulullah \ufdfa yang tidak pernah dikatakan atau ditetapkan oleh Rasulullah \ufdfa.<a href=\"#_edn2\">[ii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kedudukan Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<p>Hadits maudhu&#8217; merupakan hadits dha&#8217;if yang paling rendah dan paling buruk. Sebagian ulama malah mengangapnya terpisah, bukan bagian dari jenis-jenis hadits dha&#8217;if.<a href=\"#_edn3\">[iii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"576\" width=\"1024\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Hukum-Meriwayatkan-dan-Mengamalkan-Hadits-Maudhu-Hadits-Palsu-1024x576.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Hukum Meriwayatkan dan Mengamalkan Hadits Maudhu Hadits Palsu\" class=\"wp-image-4939\"\/><figcaption>Hukum Meriwayatkan dan Mengamalkan Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hukum Meriwayatkan Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<p>Para ulama sepakat bahwa hadits maudhu&#8217; tidak boleh diriwayatkan bagi orang yang sudah mengetahui keadaannya atau statusnya kecuali jika disertai penjelasan mengenai statusnya sebagai hadits maudhu&#8217;. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim Rasulullah \ufdfa bersabda,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062d\u064e\u062f\u064e\u0651\u062b\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650\u0651\u064a \u0628\u0650\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064d \u064a\u064f\u0631\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0651\u0647\u064f \u0643\u064e\u0630\u0650\u0628\u064c \u0641\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0643\u064e\u0627\u0630\u0650\u0628\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<em>Siapa yang menyampaikan suatu hadits dari padahal telah diketahui hadits itu dusta maka dia termasuk salah seorang pendusta<\/em>.&#8221; [Hadits riwayat Muslim di dalam Mukadimah kitab Shahihnya]<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hukum Mengamalkan Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<p>Syaikh Khalid &#8216;Abdul Mun&#8217;im ar-Rifa&#8217;i mengatakan, &#8220;Tidak boleh beramal dengan hadits maudhu&#8217; secara mutlak. Demikian pula dengan menceritakan hadits maudhu&#8217;. Kecuali dalam rangka untuk memperingatkan dari kepalsuan hadits tersebut dan menjelaskan keadaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini berbeda dengan hadits dha\u2019if yang tidak sampai ke tingkat maudhu&#8217;. Menurut sebagian dari ahli ilmu tetap diperbolehkan beramal dengan hadits dha\u2019if dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh para ulama.<a href=\"#_edn4\">[iv]<\/a><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Baca juga: <em><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-matruk-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"56\" rel=\"noreferrer noopener\">Hadits Matruk dan Contohnya<\/a><\/em><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"576\" width=\"1024\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Sejarah-Faktor-Munculnya-Hadits-Maudhu-Hadits-Palsu-1024x576.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Sejarah Faktor Munculnya Hadits Maudhu Hadits Palsu\" class=\"wp-image-4942\"\/><figcaption>Sejarah Faktor Munculnya Hadits Maudhu Hadits Palsu<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pada abad kedua Hijriah, perkembangan ilmu pengetahuan Islam pesat sekali dan telah melahirkan para imam mujtahid di berbagai bidang. Di antaranya di bidang fikih dan ilmu kalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya para imam mujtahid tersebut meskipun dalam beberapa hal mereka berbeda pendapat, mereka saling menghormati dan menghargai pendapat masing-masing. Akan tetapi, para pengikut masing-masing imam terutama setelah memasuki abad ke-3 hijriah berkeyakinan bahwa pendapat imamnyalah yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan hal tersebut sampai menimbulkan bentrokan pendapat yang semakin meruncing. Di antara pengikut madzhab yang sangat fanatik akhirnya menciptakan hadits-hadts palsu dalam rangka mendukung madzhabnya dan menjatuhkan madzhab lawannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di antara madzhab ilmu kalam, khususnya mu&#8217;tazilah, sangat memusuhi ulama hadits sehingga terdorong untuk menciptakan hadit-hadits palsu dalam rangka memaksakan pendapat mereka. Hal ini terutama setelah Khalifah Al-Makmun berkuasa dan mendukung golongan Mu\u2019tazilah.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan pendapat mengenai kemakhlukan al-Quran menyebabkan Imam Ahmad bin Hanbal seorang tokoh ulama hadits, terpaksa dipenjarakan dan disiksa.<\/p>\n\n\n\n<p>Penciptaan hadits-hadits palsu tidak hanya dilakukan oleh mereka yang fanatik madzhab, tetapi momentum pertentangan madzhab tersebut juga dimanfaatkan oleh kaum zindik yang sangat memusuhi Islam, untuk merusak ajaran Islam dan menyesatkan kaum Msulimin.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pemalsuan hadits ini semakin disemarakkan oleh para pembuat kisah yang dalam rangka menarik para pendengarnya juga melakukan pemalsuan hadits.<a href=\"#_edn5\">[v]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-base-3-color has-text-color has-background has-medium-font-size\" style=\"background-color:#0001a3\">Baca juga: <em><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-mutawatir-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" rel=\"noreferrer noopener\">Hadits Mutawatir dan Contohnya<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Pendorong Munculnya Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak faktor yang memotivasi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk membuat hadits palsu. Di antara faktor-faktor pendorong tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Pertikaian politik.<\/li><li>Perselisihan antar madzhab.<\/li><li>Kezindiqan dan serangan terhadap agama Islam.<\/li><li>Untuk bercerita dan memberikan nasehat.<\/li><li>Memberi nasehat dan Mengingatkan manusia (memberikan tadzkirah)<\/li><li>Sebagai mata pencaharian dan mencari uang.<\/li><li>Fanatisme terhadap ras, kabilah, bahasa dan tanah air.<\/li><li>Mendekatkan diri kepada para penguasa dan pemimpin.<\/li><li>Kepentingan pribadi atau bertujuan untuk melakukan pembalasan terhadap seseorang atau kelompok tertentu.<\/li><li>Mencari popularitas dan berbeda dari yang lain.<a href=\"#_edn6\">[vi]<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengetahui Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"576\" width=\"1024\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Mengetahui-Hadits-Maudhu-Hadits-Palsu-1024x576.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Mengetahui Hadits Maudhu Hadits Palsu.jpg\" class=\"wp-image-4937\"\/><figcaption>Cara Mengetahui Hadits Maudhu Hadits Palsu.jpg<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hadits maudhu&#8217; atau hadits palsu dapat diketahui melalui sejumlah cara berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pengakuan si pembuat hadits maudhu&#8217; \/ hadits palsu.<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Seperti pengakuan Abu \u2018Ishmah bi Abi Maryam bahwa dia telah membuat hadits-hadits maudhu\u2019 \/ hadits palsu mengenai keutamaan surat-surat al-Quran dari Ibnu \u2018Abbas.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Diperoleh dari runutan pengakuannya.<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika ia menceritakan suatu hadits dari syaikhnya. Setelah ditanya kelahirannya, ternyata diketahui bahwa syaikhnya itu meninggal sebelum sang rawi lahir. Ditambah lagi bahwa hadits tersebut tidak dikenal kecuali melalui dirinya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Melalui indikasi sang perawi.<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika sang perawi adalah seorang Syiah rafidhah, sementara haditsnya berkaitan dengan keutamaan ahlul bait.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li><strong>Melalui indikasi pada haditsnya.<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Misalnya, matan haditsnya memiliki lafazh-lafazh yang janggal atau bertentangan dengan panca indera atau bertentangan dengan nash-nash yang sharih (terang) dalam al-Quran.<a href=\"#_edn7\">[vii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-base-3-color has-text-color has-background has-medium-font-size\" style=\"background-color:#07a300\">Baca juga: <em><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-masyhur-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Hadits Masyhur<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Hadits Maudhu&#8217; dan Artinya<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" height=\"576\" width=\"1024\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Contoh-Hadits-Maudhu-Hadits-Palsu-1024x576.jpg?resize=1024%2C576&#038;ssl=1\" alt=\"Contoh Hadits Maudhu Hadits Palsu\" class=\"wp-image-4938\"\/><figcaption>Contoh Hadits Maudhu Hadits Palsu<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa contoh dari hadits maudhu&#8217; yang sering kita dapati di negeri kita. Kami mengambil contoh-contoh ini sebagian besar dari Buku Silsilah Hadits Dh&#8217;aif dan Maudhu&#8217; Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, salah seorang ahli hadits terkemuka abad 20 dan dari beberapa sumber lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Jihad<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0631\u062c\u0639\u0646\u0627 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062c\u0647\u0627\u062f \u0627\u0644\u0623\u0635\u063a\u0631\u060c \u0625\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062c\u0647\u0627\u062f \u0627\u0644\u0623\u0643\u0628\u0631<\/p>\n\n\n\n<p>Roja\u2019na min jihadil ashghor ila jihadil akbar<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Kita telah pulang dari jihad ashghor (yang paling kecil) menuju kepada jihad akbar (yang paling besar).&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, &#8220;ini adalah ucapan Ibrahim bin &#8216;Ablah (seorang Tabi&#8217;in) dan bukan hadits.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam Al-Fatawa juz 11 halaman 197 mengatakan, &#8220;Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian dari mereka bahwa Nabi \ufdfa bersabda dalam peran Tabuk:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0631\u062c\u0639\u0646\u0627 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u062c\u0647\u0627\u062f \u0627\u0644\u0623\u0635\u063a\u0631\u060c \u0625\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062c\u0647\u0627\u062f \u0627\u0644\u0623\u0643\u0628\u0631<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Kita telah pulang dari jihad ashghor (yang paling kecil) menuju kepada jihad akbar (yang paling besar).&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>ini tidak ada sumbernya. Tidak seorang pun yang memiliki pengetahuan (ma&#8217;rifah) memandangnya sebagai sabda Nabi \ufdfa&nbsp; dan perbuatannya.&#8221;<a href=\"#_edn8\">[viii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Mencari Rezeki<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0625\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u064a\u062d\u0628\u064f\u0651 \u0623\u0646 \u064a\u0631\u0649 \u0639\u0628\u062f\u064e\u0647 \u062a\u0639\u0628\u064b\u0627 \u0641\u064a \u0637\u0644\u0628\u0650 \u0627\u0644\u062d\u0644\u0627\u0644\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>Inalloha yuhibbu an yaro \u2018abdahu ta\u2019iban fi tholabil halal<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya yang lelah dalam mencari rezeki yang halal.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Riwayat hadits tersebut maudhu&#8217;. Al-Hafizh al-Iraqi mengatakan bahwa dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Sahl Al-Aththar. Ad-Daruquthni menyatakan bahwa al-Aththar adalah pemalsu hadits. [Silsilah Hadits Dha&#8217;if Jilid 1, Muhammad Nashirudin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta, 1995, hadits no 10. hal 41]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Cinta Tanah Air<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u062d\u0628 \u0627\u0644\u0648\u0637\u0646 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0625\u064a\u0645\u0627\u0646<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hubbul-wathon-minal-iman-artinya\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"269\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Hubbul wathon minal iman<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Mencintai tanah air sebagian dari iman.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dinyatakan oleh Ash-Shaghani bahwa hadits ini maudhu&#8217;. Disamping itu maknanya tidak benar. Sebab mencintai tanah air sama dengan mencintai jiwa raga dan harta benda. Itu adalah hal yang naluriah bagi setiap insan dan tidak perlu diagung-agungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi dikatakan termasuk sebagian dari iman. Kita dapat melihat bahwa rasa cinta tanah air ini tidak ada bedanya antara orang mukmin dengan orang kafir.<\/p>\n\n\n\n<p>[Silsilah Hadits Dha&#8217;if Jilid 1, Muhammad Nashirudin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta, 1995, hadits no 36. hal 56]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Ikhtilaf Ummat<\/h3>\n\n\n\n<p>Hadits ikhtilaf ummat merupakan salah satu hadits palsu yang sangat populer. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u062e\u062a\u0644\u0627\u0641 \u0623\u0645\u062a\u064a \u0631\u062d\u0645\u0629<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-ikhtilafu-ummati-rahmatun\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Ikhtilafu ummati rahmah.<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Perselisihan (ikhtilaf) di antara umatku adalah rahmat.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hadits ini tidak ada sumbernya. Imam As-Subki mengatakan, &#8220;Hadits tersebut tidak dikenal di kalangan para pakar hadits dan saya pun tidak menjumpai sanadnya yang shahih, dha&#8217;if ataupun maudhu&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu Hazm dalam kitab Al-Ahkam fi Ushulil Ahkam V\/64 menyatakan, &#8220;Ini bukan hadits.&#8221; [Silsilah Hadits Dha&#8217;if Jilid 1, Muhammad Nashirudin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta, 1995, hadits no. 57. hal 68-69]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Mengenal Diri Sendiri<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u0631\u064e\u0628\u064e\u0651\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/man-arafa-nafsahu-faqad-arafa-rabbahu\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"253\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Man \u2018arofa nafsahu faqod \u2018arofa robbahu<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Barang siapa mengenal dirinya, berarti ia telah mengenal Tuhannya.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hadits ini tidak ada sumbernya menurut Imam Nawawi. Ibnu Taimiyah menyatakan ini hadits maudhu&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>[Silsilah Hadits Dha&#8217;if Jilid 1, Muhammad Nashirudin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta, 1995, hadits no. 66, hal. 78]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Tafakkur<\/h3>\n\n\n\n<p>Hadits tentang tafakkur ini, kadang disampaikan dalam <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/khutbah-jumat\/keutamaan-tafakur\/\" data-type=\"page\" data-id=\"3591\" target=\"_blank\">khutbah tentang keutamaan tafakkur<\/a> tanpa penjelasan status haditsnya oleh para khatib. Padahal hadits tentang tafakkur ini merupakan salah satu contoh hadits maudhu atau hadits palsu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0641\u0643\u0631\u0629 \u0633\u0627\u0639\u0629 \u062e\u064a\u0631 \u0645\u0646 \u0639\u0628\u0627\u062f\u0629 \u0633\u062a\u064a\u0646 \u0633\u0646\u0629<\/p>\n\n\n\n<p>Fikroh sa\u2019ah khoirun min \u2018ibadati sittiina sanah.<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cBerfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama 60 tahun.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hadits ini maudhu&#8217;. Diriwayatkan oleh Ibnul jauzi dalam kitab al-Maudhu&#8217;at dengan sanad dari Utsman bin Abdullah al-Qurasyi dari ishaq bin Najih al-Multhi, dari atha&#8217; Al-Khurasani dari Abu Hurairah. Ibnul Jauzi berkata, &#8220;Utsman dan gurunya adalah pendusta.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>[Silsilah Hadits Dha&#8217;if Jilid 1, Muhammad Nashirudin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta, 1995, hadits no. 173, hal. 157]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Hadits Maudhu \/ Hadits Palsu Tentang Terong<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">&#8211;&nbsp;((\u0639\u0646 \u0623\u0646\u0633 \u0642\u0627\u0644: \u0642\u0627\u0644 \u0627\u0644\u0646\u0628\u064a \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0622\u0644\u0647: \u0643\u064f\u0644\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0628\u0627\u0630\u0646\u062c\u0627\u0646 \u0648\u0623\u0643\u062b\u0631\u0648\u0627 \u0645\u0646\u0647\u0627\u061b \u0641\u0625\u0646\u0647\u0627 \u0623\u0648\u0644 \u0634\u062c\u0631\u0629 \u0622\u0645\u0646\u062a\u0652 \u0628\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0632 \u0648\u062c\u0644)).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">\u0627\u0644\u062f\u0631\u062c\u0629:&nbsp;\u0645\u0648\u0636\u0648\u0639<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Anas Radhiyallahu &#8216;anhu dia berkata, Rasulullah Shallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: Makanlah terong dan perbanyaklah (memakan) darinya, sebab terong adalah pohon yang pertama kali beriman kepada Allah. Derajat hadits ini adalah hadits maudhu \/ hadits palsu. <a href=\"#_edn9\">[ix]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Masih banyak lagi hadits maudhu&#8217; tentang terong. Selengkapnya, silahkan baca <a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-palsu-tentang-terong\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"418\" rel=\"noreferrer noopener\">Hadits Palsu Tentang Terong<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanya Jawab Seputar Hadits Maudhu&#8217; \/ Hadits Palsu<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa pertanyaan seputara hadits maudhu&#8217; \/ hadits palsu yang perlu kami  jawab<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">&#8211; Apa Bahasa Arabnya Hadits Palsu<\/h3>\n\n\n\n<p>Bahasa arabnya hadits palsu adalah hadits maudhu&#8217; (\u0627\u0644\u062d\u062f\u064a\u062b \u0627\u0644\u0645\u0648\u0636\u0648\u0639). Pembahasan lengkapnya secara bahasa dan secara istilah sudah kami jelaskan diatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah pembahasan singkat tentang hadits maudhu\u2019. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang persoalan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila ada kebenaran dalam tulisan ini maka dari Allah semata karena rahmat dan fadhilah-Nya. Dan bila ada kesalahan di dalamnya maka dari kami dan setan. Semoga Allah Ta\u2019ala berkenan mengampuni semua dosa kami dan kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-white-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background\">Tulisan tentang <a href=\"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-40\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hadits maudhu&#8217;<\/a> ini pertama kali diunggah pada 1 Oktober 2021<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref1\">[i]<\/a> http:\/\/www.saaid.net\/Doat\/assuhaim\/86.htm<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref2\">[ii]<\/a> Ibid.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref3\">[iii]<\/a> Ilmu Hadits Praktis, Dr. Mahmud Thahhan, hal. 109.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref4\">[iv]<\/a>https:\/\/ar.islamway.net\/fatwa\/37199\/%D8%AD%D9%83%D9%85%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%85%D9%84%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB%D8%A7%D9%84%D8%B6%D8%B9%D9%8A%D9%81%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%88%D8%B6%D9%88%D8%B9<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref5\">[v]<\/a> Ulumul Hadis, Dr. Nawir Yuslem, hal. 134.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref6\">[vi]<\/a> http:\/\/www.saaid.net\/Doat\/assuhaim\/86.htm<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref7\">[vii]<\/a> Ilmu Hadits Praktis, Dr. Mahmud Thahhan, hal. 110.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref8\">[viii]<\/a>https:\/\/binbaz.org.sa\/fatwas\/20033\/%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB%D8%B1%D8%AC%D8%B9%D9%86%D8%A7%C2%A0%D9%85%D9%86%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%87%D8%A7%D8%AF%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B5%D8%BA%D8%B1%D8%A7%D9%84%D9%89%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%87%D8%A7%D8%AF%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%83%D8%A8%D8%B1<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref9\">[ix]<\/a> https:\/\/www.dorar.net\/fake-hadith\/295<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-base-3-color has-accent-background-color has-text-color has-background has-medium-font-size\">Baca juga: <em><a href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-tentang-kompetisi-dalam-kebaikan\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" rel=\"noreferrer noopener\">Hadits Berlomba Dalam Kebaikan<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Makalah-Hadits-Maudhu-Hadits-Palsu-Kajian-Ilmiah.jpg?w=1200&#038;ssl=1\" alt=\" apa yang dimaksud dengan hadits maudhu, pengertian hadits maudhu', kedudukan hadits maudhu dalam islam, maudhu artinya, sejarah hadits maudhu, apa yang dimaksud hadits maudhu, pertanyaan seputar hadits maudhu, hadits maudhu secara bahasa\"\/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hadits Maudhu&#8217; atau hadits palsu menurut sebagian ulama merupakan salah satu jenis dari sekian jenis hadits dha&#8217;if. Jenis hadits sangatlah banyak. Kajian Pengertian Hadits Maudhu \/ hadits palsu, kedudukannya, hukum meriwayatkan, hukum mengamalkan hadits maudhu, sejarah hadits maudhu, faktor pendorong munculnya hadits maudhu, cara mengetahui hadits maudhu, dan contoh hadits maudhu. Menurut Imam Ibnu Hibban &#8230; <a title=\"Pengertian Hadits Maudhu (Palsu) dan Contohnya: Sejarah, Sebab, Hukumnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/hadits-maudhu-dan-contohnya\/\" aria-label=\"More on Pengertian Hadits Maudhu (Palsu) dan Contohnya: Sejarah, Sebab, Hukumnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":251,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[4],"tags":[8],"class_list":["post-248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-hadits","tag-perbedaan-hadits-maudhu-dan-dhaif"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Makalah-Pengertian-hadits-maudhu-dan-contohnya-adalah-hadits-palsu-brainly-penjelasan-lengkap.jpg?fit=1300%2C731&ssl=1","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pdzO2z-40","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=248"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":437,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/248\/revisions\/437"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pabrikjammasjid.com\/hadits\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}